
Di sinilah Rama, berada tak jauh dari tempat tinggal Ponco. Dia menyewa rumah lusuh ini untuk dijadikan tempat pengintaian. Dari sini, Rama bisa melihat gerak-gerik Ponco serta bawahannya. Dengan beralasan kalau dirinya sedang menikmati waktu liburan, Rama hanya perlu memberi kabar di pagi dan malam hari saja pada sang nenek.
"Bisakah?" gumam Rama terus menatap ke tempat tinggal Ponco.
Rama menarik sudut bibirnya ke atas. "Tak ada yang tak bisa kulakukan, bukan?!" lanjut pemuda itu. Rama tak ingin membuang waktu, dia harus menyelinap dan mengacaukan rencana Ponco. Kalau perlu, dia akan melakukan kejahatan dan melenyapkan pria yang sudah berani mengganggu keluarganya.
"Kita harus mengakhiri hubungan buruk ini!" lanjut pemuda itu mulai bersiap.
...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...
Begitu malam semakin larut, Rama memanfaatkan kegelapan, Rama menyusup masuk ke sarang musuhnya tanpa ketahuan. Rama masuk ke dapur dan menaburkan sesuatu ke tempat air minum dan juga bahan makanan yang bisa dia campurkan dengan bubuk yang dibawanya. "Tertidurlah dengan nyenyak dan matilah untuk ketenangan kehidupanku!" kata Rama, pemuda itu kemudian kembali ke tempat yang dia sewa untuk kembali mengamati.
__ADS_1
Rama yakin, besok segalanya akan selesai. Hubungan buruk yang terjalin karena dirinya pasti akan selesai. "Jangan maafkan aku, ya dewa, asalkan Engkau selalu melindungi nenek dan juga Andi!" kata Rama dengan sungguh-sungguh.
Setelah bergumam sendiri, Rama pun memilih untuk beristirahat. Dia akan sibuk mengurus sisa pekerjaannya besok. Rama bersyukur karena Ponco yang masih memiliki keterbatasan tak memiliki terlalu banyak anak buah, pria itu bahkan membeli bangunan tua untuk dijadikan markas. Tak akan ada masalah kalau terjadi kebakaran di tempat seperti itu, bahkan tempat terpencil yang dipilih Ponco pun membuat Rama tak berpikir dua kali untuk melakukan rencana gilanya.
"Waktunya tidur dan menyelesaikan pekerjaan besok!" ucap Rama sebelum memejamkan mata.
...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...
Sekitar pukul delapan, beberapa orang dari dalam kediaman itu mulai beraktivitas. Asap dari arah dapur mengepul tinggi, entah apa yang sedang mereka buat. "Terus, teruslah buat sesuatu untuk kalian makan dan minum. Dan jatuhlah tertidur untuk waktu yang lama," bisik Rama seakan kembali menjadi si tanpa nama.
Tak sampai siang hari, rumah yang diintai Rama menjadi tenang tanpa adanya satupun pergerakan. "Hmm, hmm, sepertinya pengaruh obat yang kuberikan sudah bekerja," ucap Rama terus mengintai. Dia pun tak tahu kalau obat yang dia taruh sekuat ini, atau dia telah menabur terlalu banyak tak sesuai dosis. Rama tak ambil pusing, yang penting apa yang dia inginkan tercapai.
__ADS_1
Semalam Rama sudah berkeliling dan melihat kalau di tempat itu lumayan banyak kayu dan minyak tanah yang disimpan Ponco. Mungkin di antara bawahan Ponco tak ada yang tahu caranya memakai kompor gas atau listrik, makanya mereka menimbun lumayan banyak bahan bakar untuk memasak.
"Mereka membuat pekerjaanku jauh lebih mudah," kata Rama menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum kecil.
Hari esok, dia akan bernapas lega tanpa gangguan Ponco. Keluarganya tak akan terlibat kecelakaan yang direncanakan pria itu.
"Aku akan menunggu hingga hembusan angin berhembus dengan membawa keuntungan dan menyapu musuhku!"
...°°°°°...
...══════❖•ೋ° °ೋ•❖══════...
__ADS_1