Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 10: Seorang Teman


__ADS_3

Meskipun Dom masih merasakan sakit di tubuhnya akibat latihan keras yang dilaluinya kemarin, dia tetap memaksakan diri untuk berlatih agar menjadi lebih kuat.


Dom merasa ini adalah sebuah kesempatan kedua dalam hidupnya setelah sebelumnya hanya berbaring dirumah sakit.


Sejak pagi hari, ia sudah berada di depan rumah Octo.


“Hahaha kau rajin juga nak, baiklah kita pergi ke tempat latihan.”


Tidak biasanya dia tertawa? Apa moodnya sedang bagus hari ini?


Ketika Dom sampai di tempat latihan, dia terkejut karena sudah ada orang yang mendahuluinya. Mereka berjumlah tiga orang dan sedang berlatih. Ketika melihat Octo, ketiga orang tersebut langsung mendatanginya.


“Hari ini kita kedatangan murid baru, hey bocah perkenalkan dirimu.”


“Namaku Dom, hmm aku harus memanggil kalian apa ya?” tanya Dom dengan wajah kaku.


Hee ... sepertinya selisih umurku dengan mereka cukup jauh.


“Kau tidak perlu tegang begitu, kami tidak akan menyiksamu.”


“Benar, santailah kawan.”


“Namaku Matias, mereka adalah Rebecca dan Gabby, kau bisa meminta bantuan kami jika membutuhkan sesuatu.”


Matias, Rebecca, dan Gabby adalah murid yang dimiliki oleh Octo, mereka lebih tua beberapa tahun dari Dom, dalam hal kemampuan mereka cukup berbakat, tapi juga memiliki kekurangan. Gabby ahli dalam hal kecepatan tapi buruk dalam pertarungan jarak dekat.


Rebecca pandai dalam kemampuan pedang tapi buruk soal ketangkasan, sedangkan Matias ahli dalam kekuatan tapi buruk dalam kecepatan. Meskipun masing-masing memiliki kekurangan, tapi mereka bisa saling melengkapi ketika bertarung.

__ADS_1


“Kemampuan mereka sudah hampir setara dengan petarung kelas B, jadi jangan sungkan bertanya pada mereka,” ungkap Octo.


“Wow luar biasa,” ujar Dom dengan mata penuh bintang.


Rebecca yang merupakan murid paling tua menghampiri Dom dan membisikan sesuatu ke arah telinganya.


“Hey anak baru kau harus bersiap, Guru Octo tidak akan memberikan waktu istirahat pada muridnya,” ujar Rebecca.


“Terima kasih atas peringatannya, tapi aku sudah tau itu sejak aku mulai berlatih dengan orang itu kemarin.”


“Hey apa yang kalian lakukan sialan, mulai berlatih!!!” teriak Octo dari dekat.


“Kalau begitu selamat berjuang Dom.”


Setelahnya, mereka bertiga pergi meninggalkan Dom dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh Dom.


Kukira di dunia ini semakin kuat seseorang maka mereka akan semakin sombong. Tapi sepertinya mereka berbeda.


“Apa kau tidak mendengarku bocah sialan?? Mulailah berlari!!!!” teriak Octo.


“Ba … baik,” ujar Dom dengan wajah panik.


Mungkin hanya gorila ini orang yang membuatku kesal ketika datang kesini.


Sama seperti berlatih dengan Richard, latihan selanjutnya yang dialami Dom dengan Octo bagaikan sebuah siksaan tiada henti. Octo terus memberikan porsi latihan yang berat sehingga membuat Dom seringkali mengeluh kesal.


Dia tak tahu apa ... jika orang normal perlu istirahat.

__ADS_1


“Hei bocah!! Siapa yang menyuruhmu istirahat!!!” Octo melihat Dom sedang duduk sambil menikmati minumnya.


“Cih ….”


“HAH?! Apa kau mengatakan sesuatu ??!!”


Latihan yang dijalani Dom berlangsung hingga beberapa bulan. Selain itu, Dom juga beberapa kali meminta nasihat dari Gabby, Matias, juga Rebecca agar dapat berkembang dengan lebih cepat.


Saat ini kemampuan fisik Dom sudah menjadi lebih baik dan mampu menghindari beberapa serangan Octo ketika latih tanding. Tapi ada sesuatu yang mengganjal dari benak Dom yang belum ia sampaikan kepada Octo.


“Paman, sudah beberapa bulan sejak aku berlatih denganmu, ada satu hal yang ingin aku tanyakan.”


Octo terdiam sejenak dan memperhatikan Dom.


“Jika tidak penting, maka tidak akan kutanggapi,” ujar Octo.


Masih ketus seperti biasa ....


“Padahal kau mantan ksatria, tapi aku tidak pernah melihatmu membawa pedang?”


Suasana menjadi hening sesaat.


“Aku tidak bisa memberitahumu nak,” jawab Octo dengan wajah yang ragu.


Dilihat dari ekspresinya, sepertinya paman ini sedang menyembunyikan sesuatu.


Hallo Teman-teman, karena ini novel pertamaku :) aku ingin minta supportnya dari kalian untuk memberikan like serta komentarnya agar aku bisa terus menghasilkan karya lainnya. Aku juga akan mampir untuk membaca novel milik kalian. Mari kita saling membantu agar karya kita bisa dibaca oleh banyak orang.

__ADS_1


Terima Kasih!!!!


__ADS_2