
“Hahaha kenapa kau jadi terlihat bingung, kemana semangatmu tadi,” ejek musuh karena Richard tidak bisa melakukan apa-apa.
“Hey bandit sialan, kalau kau pria, gunakanlah kekuatanmu dan jangan gunakan sandra sebagai pelindungmu.” Richard jengkel karena tidak bisa menyerang.
"Memangnya kau pikir aku orang baik hah? Ayo seranglah aku hahaha," musuh masih menggunakan Dryad sebagai tamengnya.
Cih ... kalau saja ada Dom.
Ketika Richard menemui jalan buntu. Tiba-tiba dari arah lain, Dom mengeluarkan sebuah serangan kejutan dengan menggunakan elemen tanahnya.
“Elemen tanah … Rock Creation.” Sebuah gumpalan tanah yang cukup besar mengarah pada bagian mata dari musuh.
“Uuurghh pandanganku!!!”
Musuh kemudian menjatuhkan Dryad karena kedua matanya terkena lumpur sehingga penglihatannya terganggu.
Ketika terjatuh, kesadaran dari peri itu perlahan kembali. Namun, dia tidak langsung bangun karena masih lemas setelah terkena serangan dari anggota musuh sebelumnya.
Ahh ... dimana ini?? Apa mereka sedang menyelamatkanku?
“Elemen tanah … Rrrrock Creation!!!” Dom mengucapkannya dengan nada yang penuh semangat karena baru pertama kali serangannya berhasil membuat lawan kewalahan.
Pengguna elemen tanah?? Sudah lama sekali aku tidak melihatnya.
“Hahaha rasakanlah kekuatan dari elemen sampah dasar penjahat.” Dom tertawa lega karena dia datang disaat waktu yang tepat.
Karena sandra sudah berhasil dilepaskan, Richard kembali menunjukan wajah mengerikannya kepada musuh.
“Hehehe jadi kau ingin aku akhiri seperti apa penjahat kecil?!” tanya Richard yang sudah mengeluarkan elemen apinya.
“Tidak … tadi aku hanya bercanda, tolong ampuni aku-” Tanpa ampun Richard meledakan bandit tersebut dengan seluruh jiwa raganya hingga terpental ke langit.
__ADS_1
"UAAA!" Ketua kelompok tersebut menghilang entah kemana.
“Huah ... akhirnya tinju ini berhasil dilepaskan.” Richard menggenggam tangannya dengan wajah yang sangat bangga.
Sebaiknya kau hentikan tingkah anak kecilmu itu.
Dom kemudian menghampiri Dryad untuk membangunkannya.
Langkah kaki? Sepertinya sedang ada yang sedang mendekatiku.
Saat ini Dryad hanya berpura-pura pingsan. Dia sudah siuman sejak dijatuhkan oleh musuh. Namun ... karena penasaran dengan sikap orang yang menolongnya, Dryad tetap berada dalam kondisi tidur.
“Hey paman, kenapa rasanya orang ini tidak seperti manusia pada umumnya?” tanya Dom yang melihat tanduk di kepala peri tersebut.
“Kau urus saja urusanmu sendiri, aku masih ingin menghabisi yang lainnya.” Richard mencari korban yang masih dalam keadaan sadar tapi berpura-pura tidur.
Hah … aku tidak mengerti jalan pikirannya.
Karena wajahnya tidak begitu terlihat karena terdapat sedikit noda, Dom dengan lembut membersihkannya hingga membuat Dryad menjadi salah paham.
Kenapa aroma tubuhnya enak sekali … bahkan dia berani menggodaku.
“Kenapa wanita secantik ini bisa tinggal di tengah hutan-” Tanpa disadari oleh Dom tiba-tiba peri tersebut memberikan sebuah ciuman kepada Dom.
Setelahnya Dom mundur sebentar dan terdiam beberapa saat sambil memegangi bibirnya.
“Eh … EHHHH!!??” Dom sangat terkejut disertai wajah yang begitu merah karena dia baru saja mendapatkan hadiah yang tidak terduga.
“Ternyata kau masih anak kecil, ah ... sayang sekali. Tapi mungkin ketika kau dewasa aku akan menjadikanmu pendamping hidupku ahaha.”
“Apa kau hanya berpura-pura pingsan??”
__ADS_1
“Ah sepertinya aku ketahuan ya ahaha."
“Itu tidak lucu, dan lagi kenapa kau tiba-tiba-” ucapan Dom terhenti karena tiba-tiba peri tersebut menjadi agresif terhadap Dom.
“Ya mungkin karena aku suka dengan aromamu hehehe,” peri tersebut mendekati tubuh Dom.
Karena teriakan Dom yang begitu berisik membuat Richard datang ke arahnya. Namun ketika tiba, Richard sangat terkejut.
“Dia … dia …??!!” Richard menunjuk ke arah Dryad.
“Ada apa paman?”
Kenapa dia begitu gemetar, apa jangan-jangan wanita ini adalah musuh??
“Dia cantik sekali …,” Richard menunjukan wajah idiotnya disertai senyum menjijikan.
“Hentikan leluconmu disaat seperti ini!!!” Dom melemparkan tanah ke arah wajah Richard.
“Haa? Apa kau tidak terima cebol?” Richard membalasnya dengan ledakan api skala kecil.
Sebuah perkelahian terjadi secara tidak sadar sehingga membuat Dryad tertawa dengan tingkah mereka.
Eh tunggu, tanduk itu … bukankah dia seorang Dryad?
“Hahaha kalian lucu sekali ... perkenalkan, aku adalah seorang Dyrad, tugasku adalah melindungi hutan ini."
Seorang peri? Pantas saja terlihat berbeda ....
"Jadi Peri Dryad-" peri tersebut memotong pembicaraan Dom.
"Dryad itu merupakan nama rasku. Kalian bisa memanggilku Lyfa," ujarnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Bersambung ....