
Sejarah singkat tentang keberadaan Guardian di Gunung Greenfield.
Dahulu, Gunung Greenfiled merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh manusia. Banyak orang berkunjung untuk menikmati pemandangan serta keindahan dari tempat ini.
Selain itu, alasan lain orang datang ke tempat ini adalah untuk melihat keberadaan batu hijau yang saat ini dikenal dengan nama Imperial Stone.
Namun, karena ada orang yang menyebarkan rumor bahwa Imperial Stone merupakan batu langka yang dapat meningkatkan kekuatan pada elemen tertentu, membuatnya menjadi incaran banyak kerajaan.
Belum diketahui siapa orang yang menyebarkan rumor tersebut. Hanya saja menurut informasi, dia merupakan salah satu anggota kerajaan yang kekuatannya setara dengan satu pasukan perang.
Karena adanya berita tersebut, batu ini mulai diincar oleh kerajaan ataupun warga biasa. Bahkan karena hal ini, timbul sebuah perang dengan melibatkan penghuni asli di gunung tersebut melawan para musuh yang ingin mencoba mengambil keberadaan Imperial Stone.
Melihat kondisi alam sekitar menjadi berantakan. Peri hutan dengan cepat membuat sebuah pasukan pertahanan yang bertugas untuk melindungi tempat tersebut dari kehancuran atau saat ini dikenal dengan sebutan Guardian.
“Guardian bertugas untuk melindungi tempat ini apapun resikonya. Tidak peduli orang baik ataupun jahat, selama dia berusaha merusak ataupun mengambil harta tempat ini. Maka kalian bisa menghabisinya atas izinku,” ujar peri hutan.
“Baik nona peri!” teriak para Guardian.
Namun, meskipun Guardian sudah dibentuk, masih banyak orang yang mengincar keberadaan Imperial Stone sehingga membuat perang terus berlanjut. Baik itu pihak lain ataupun pelindung hutan terus mengalami korban.
Hingga pada suatu ketika, banyak orang yang melapor bahwa mereka tidak bisa menggunakan batu bercahaya tersebut.
Imperial Stone pada awalnya dijual mahal oleh para pedagang setelah berhasil mencurinya dari Gunung Greenfield. Namun, melihat belum ada orang yang bisa mengubahnya menjadi kekuatan, membuat masyarakat menjadi ragu akan manfaat dari batu itu.
Sejak saat itu, perang mulai mereda dan Gunung Greenfield sudah tidak pernah didatangi lagi oleh pihak manapun. Tapi … kawasan yang semula merupakan tempat indah, kini berubah menjadi sebuah daerah kematian.
Penghuni yang awalnya tinggal di tempat tersebut memilih untuk pergi mengingat daerah tersebut sudah dipenuhi oleh racun.
Racun sendiri berasal dari sisa perang dan peri hutan memanfaatkannya untuk membuat sebuah perisai dengan tujuan agar bisa melindungi tempat ini.
Ketika semua peristiwa tersebut telah usai, keberadaan Imperial Stone mulai dilupakan dan hanya dicap sebagai item sampah oleh seluruh masyarakat.
Setelah perang berakhir.
“Aku tidak tau siapa yang memberi rumor tentang potensi sebenarnya dari batu ini. Namun, untung saja orang tersebut tidak memberikan informasi dengan lengkap,” ujar peri hutan.
“Apa maksud anda nona peri? Bukankah batu ini memang sampah?” tanya salah satu Guardian.
“Orang itu hanya bilang bahwa batu ini bisa membangkitkan kekuatan dari elemen tertentu, tetapi dia tidak berkata bahwa elemen yang dimaksud adalah tanah,” balas peri.
“Jadi rumor itu sebenarnya benar?” tanya Guardian.
“Karena rumor tersebut, saat ini keberadaan Imperial Stone hanya bisa dihitung oleh jari. Tapi aku juga berterima kasih karena dengan insiden yang terjadi, kita tidak perlu repot lagi untuk melindungi Gunung Greenfield.”
“Maaf nona peri, setelah perang ini ... selanjutnya apa yang harus kami lakukan?”
“Sudah kubilang, Guardian bertugas untuk melindungi seluruh alam disini. Namun, setidaknya aku butuh satu orang yang bisa kupercaya agar bisa menjaga Gunung Greenfield.”
Setelahnya peri tersebut menunjuk satu orang yang sudah diberi kepercayaan untuk melindungi Gunung Greenfiled. Sedangkan Guardian lainnya, pindah ke area lain.
--------------------------------------
Kembali ke pertarungan.
Sebuah tebasan kilat menghujam ke arah Dom tanpa disadarinya.
“Boom!” Serangan milik musuh membelah tanah di sekitar danau.
“Uhuk uhuk uhuk.”
Untung saja aku berhasil melompat disaat terakhir. Tapi … dari mana datangnya serangan itu?
“Hoo rupanya dia berhasil menghindar."
Di kejauhan, terlihat adanya kehadiran seseorang sambil menggenggam sebuah pedang. Hal tersebut membuat Dom dan Richard cukup terkejut.
__ADS_1
Melihat dari cakupan serangannya, dia pasti adalah Guardian yang dimaksud oleh pawang petir itu.
“Ditambah lagi, dia cukup berbahaya,” ujar Richard.
Dom terdiam beberapa saat setelah musuh memberikan shock therapy kepadanya. Setelahnya makhluk tersebut berjalan mendekat.
Dari jarak sejauh itu?! Serangannya tidak normal.
“Hey kenapa kau menyerangku?” tanya Dom.
Karena terlalu jauh, aku tidak bisa melihat musuh dengan jelas.
“Aku adalah Guardian, penjaga tempat ini. Siapapun yang memiliki niat untuk mengambil batu itu, maka kematian adalah hukumannya,” serunya.
“Burst Fire!” Serangan kejutan dikeluarkan oleh Richard dari kejauhan.
“Boom!”
Kalau saja lebih dekat, mungkin aku bisa mengenai titik vitalnya.
“Hey, sebaiknya kau tidak menyentuh anak itu,” ujar Richard.
“Usaha yang bagus pria tua. Namun … seranganmu belum cukup untuk menyentuhku,” ujarnya sambil menyeringai.
Makhluk tersebut semakin mendekat hingga akhirnya menampakan diri dengan memberi sebuah kejutan.
Aku pernah melihatnya sewaktu di bumi. Tapi, tidak kusangka yang seperti ini ada di dunia sihir!
“Bukankah dia adalah Elf?” tanya Dom.
“Hmm sudah lama aku tidak melihat ras ini. Tapi bukankah seharusnya Elf adalah pengguna panah?” tanya Richard.
Tapi, dia cukup cantik hehehe.
Manusia yang menyerangku tadi cukup kuat. Tapi, aku lebih tertarik dengan bocah yang ada di depanku ini.
Sial, kenapa dia menodongkan pedangnya ke arahku!
“Aku bukan orang jahat, dan lagi … kenapa kau terus menyerangku?!” seru Dom.
“Meskipun bukan orang jahat, selama kalian berusaha untuk mengambil harta di tempat ini. Maka, hal itu sudah cukup dijadikan sebagai alasan untuk menghabisi kalian!” teriaknya.
Harta? Maksudnya Imperial Stone?
“Nona Elf, tolong dengarkan penjelasanku dulu!” seru Dom.
“Manusia yang akan segera mati, tidak perlu banyak tanya!” teriaknya.
Belum sempat mendapatkan penjelasan lebih rinci. Guardian tersebut langsung memasang kuda-kuda dengan menggunakan pedangnya.
“Sial, dia tidak bisa di ajak bicara.” Dom langsung mengeluarkan pedangnya.
“Srang!” tebasan Elf ditangkis oleh Dom.
Anak ini pengguna pedang?
“Seorang bocah pengguna pedang? Menarik, kita lihat apa yang bisa kau lakukan!”
Elf tersebut kembali mendatangi Dom dengan kecepatan yang luar biasa hingga membuat Dom kewalahan.
“Srang sreng srang,” suara dari pertarungan pedang yang melibatkan Dom dengan seorang Elf.
"Hyaa Sword Dice!" Dom menyerang secara vertikal diriingi dengan gerakan yang mengecoh.
"Swosh srang sreng!"
__ADS_1
"Kau cukup cepat, hanya saja masih belum bisa mengimbangiku!"
Elf tersebut meningkatkan kecepatannya dan menekan Dom.
"Srang srang!"
Baru pertama kali aku menemui seorang pengguna pedang yang sangat hebat!
Meskipun serangan musuh lebih cepat, tapi Dom masih dapat mengimbangi. Hanya saja … beberapa tubuhnya terkena sayatan pedang karena tidak bisa menghindar.
“Hah … hah … hah, wanita ini kuat sekali …,” seru Dom yang terlihat kewalahan.
“Mengesankan kau masih bisa hidup, tapi apakah bocah sepertimu bisa menghindar dari jarak yang sedekat ini?”
“Hah … hah, apa maksudmu?” tanya Dom.
“Kau akan segera mengetahuinya,” ujarnya.
Elf itu memusatkan fokusnya ke dalam satu titik, hingga membuat pedang tersebut berubah warna.
“Eden Sword, Lightning Slave!”
Cepat sekali! Celaka!
“Srang sreng swosh!”
“Urghh.” Serangan musuh berhasil melukai Dom dengan cukup parah.
Apa-apaan kecepatannya ini.
“Huaa!” Dom tetap berusaha untuk tidak terjatuh setelah menerima rentetan serangan dari musuh.
“Meskipun hanya bocah tapi, kau cukup gigih. Sebagai hadiah, aku akan memberimu kematian tanpa rasa sakit,” serunya.
Musuh kembali menghunuskan pedangnya lalu mendatangi Dom.
“Wushh!” Elf itu melesat tanpa bisa disadari oleh Dom.
Sejak kapan dia?
“Selamat tinggal, bocah.”
Apa aku ketakutan? Kakiku bahkan bergetar dan tidak mau bergerak ... sial!
“Slash!”
Ketika Dom sudah pasrah karena tidak bisa menggerakan anggota tubuhnya, sang pencerah tiba.
“Hey … bukannya tadi sudah kubilang untuk tidak melukai muridku?” Aura membunuh terpancar dari satu orang.
Tanpa disadari oleh musuh, Richard tiba-tiba menghilang dan berhasil menahan serangan dari Elf tersebut.
Melihat Dom babak belur, amarah Richard meluap sehingga memunculkan aura mengerikan yang bisa membuat siapa saja menjadi insecure.
Orang ini menangkis pedangku hanya dengan tangan kosong? Dan lagi, aura ini ….
“Sebaiknya kau bersiap untuk menerima konsekuensi karena telah melukai muridku.”
Kekuatan Richard semakin meluap. Auranya berbeda dari sebelumnya diiringi dengan tatapan membunuh.
Ini berbahaya!
“Siapa sebenarnya kau?”
"Hanya seorang guru dari anak ini." Sebuah tinju dilayangkan oleh Lord Richard.
__ADS_1
"BOOM!!!"
Bersambung ….