Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 17: Hal Yang Tidak Terduga


__ADS_3

Posisi mereka terpisah cukup jauh, Dom terkena reruntuhan dari atap gua sehingga membuatnya terperosok ke dasar Dungeon. Sementara Richard tetap bertahan di tempat mereka bertemu dengan Sphinx.


Saat ini di dasar gua Dungeon.


“Aduh kepalaku sakit sekali ... tingkat serangannya berbeda dari monster yang pernah kuhadapi. Semoga saja Paman Richard bisa mengalahkannya dan segera menemukanku,” ujar Dom sambil melihat-lihat dimana dia berada sekarang.


“Hmm ... kukira Dungeon hanya sampai boss monster saja, tapi tidak kukira ada tempat seperti ini. Hehehe jangan-jangan disini tersimpan harta karun yang sangat banyak.”


Selagi berkhayal tentang sesuatu yang tidak pasti, Dom melihat ada secercah cahaya yang ada di depannya. Tanpa ragu, Dom mengikuti sumber cahaya tersebut dengan harapan dapat menemukan sebuah harta karun atau artefak tersembunyi.


"Sepertinya harapanku akan menjadi kenyataan wahahaha." Dom berlari menuju arah cahaya.


Sementara itu di area pertarungan di tengah dungeon. Richard masih menunjukan perasaan tidak tenangnya setelah berpisah dari Dom. Dia tidak terlalu peduli dengan kehadiran monster kuat di depannya karena saat ini Dom adalah prioritas utamanya.


Ah bocah sialan, kenapa kau harus terperosok. Selain itu ... sejak kapan Dungeon memiliki lantai dasar?


“Grrrr … bocah itu tidak akan bisa bertahan di dalam tempat tersebut,” ujar Sphinx dengan menyeringai.

__ADS_1


Richard terpancing oleh kata-kata monster tersebut.


“Apa maksudmu?” tanya Richard sambil menunjukan aura yang mengerikan sehingga membuat Sphinx tertekan.


Grrrr …  manusia ini cukup kuat.


“Beberapa Dungeon memiliki tempat tersembunyi dan biasanya terletak pada lantai dasar. Tempat tersebut memiliki banyak monster yang sangat kuat, bahkan aku sendiri tidak berani untuk pergi ke bawah grrrr …,” ujar monster tersebut yang sebenarnya sedang panik melihat aura Richard.


Kalau begitu, Dom sedang dalam bahaya ... aku harus cepat.


Ketika Richard ingin segera meninggalkan tempat tersebut, Sphinx menghadang Richard dengan mengeluarkan serangan seperti sebelumnya. Hal tersebut membuat Richard cukup kesal karena berani menghalangi langkahnya.


"Grrr."


Sementara itu di dasar lantai, Dom masih menelusuri sumber cahaya. Namun ... karena hal tersebut, jarak antara Dom dan Richard menjadi semakin jauh.


“Jika benar, maka aku tidak perlu makan daging monster itu lagi wahahaha. Tenang saja paman ... aku akan memberimu bagian ketika aku sudah mendapatkannya,” ujar Dom dengan wajah liciknya.

__ADS_1


Ketika cahaya tersebut sudah semakin dekat dengannya, Dom mendengar suara yang baru pertama kali ia dengar. Meskipun ada sedikit perasaan takut, Dom tetap nekat untuk terus berjalan karena dia sudah tergiur oleh pikirannya untuk mendapatkan harta karun.


“Kenapa suara tersebut semakin keras? Hih ini menyeramkan ..., tapi, karena aku sudah sejauh ini aku tidak bisa berhenti begitu saja.” Dom terus berjalan menuju suara tersebut.


Setelah Dom melewati cahaya tersebut, pandangannya menjadi kosong, seluruh tubuhnya bergetar dan wajahnya menjadi pucat. Dia tidak mengira dengan sesuatu yang baru saja terjadi di depannya.


“Padahal, aku sudah berharap mendapatkan sebuah harta terpendam. Tapi ... ini lebih baik dari yang kukira.”


Dom saat ini sedang melihat dua monster besar yang sedang bertarung, kekuatan dari monster sangat kuat bahkan menghancurkan beberapa dinding di dasar dungeon. Ditambah lagi, salah satu dari mereka adalah monster langka yang sudah sangat jarang ditemui di peradaban manusia.


“GROAAAAA!!!” suara teriakan monster tersebut.


“Aku tidak mengira akan melihat pemandangan yang seperti ini. Namun ... apakah harus ditukar dengan nyawa?"


Tubuh Dom masih bergetar karena melihat sebuah pertarungan yang tidak biasa.


“Aku memang tidak tau soal kekuatan, tapi aku sangat yakin bahwa yang sedang bertarung di depanku ini adalah monster sangat kuat.” Dom hanya bisa terpana melihat pertarungan mereka.

__ADS_1


Dalam kondisi seperti ini, aku harus bagaimana??


Bersambung ...


__ADS_2