Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 32: Wallace


__ADS_3

Bukannya waktu itu namanya Kevin? Apa aku lupa ya ….


“Sudah lama sekali kita tidak bertemu Tuan Richard, bahkan kau jadi sedikit lebih tampan,” puji Wallace yang memiliki maksud tertentu.


“Wahaha sepertinya baru ada yang menyadari bahwa aku tampan.” Seketika mereka menjadi akrab hanya karena pujian.


Huft … tua bangka ini mudah sekali untuk dihasut.


“Jadi apa ada yang bisa kubantu?” tanya Wallace dengan nada yang begitu lembut.


“Apa kau tau informasi mengenai elemen tanah?”


“Elemen sampah itu?”


Cih, orang ini menyebalkan.


Karena tau Dom pasti tersinggung, membuat Richard mendekati Wallace.


“Hey jangan menyebut kata sampah di depan bocah itu karena dia mudah sekali tersinggung,” Richard mengatakannya sambil berbisik ke telinga Wallace.


“Hmm baiklah aku mengerti, jadi tentang elemen tanah ya?"


"Apa kau memiliki informasi tentangnya?" tanya Richard.


"Yah ... aku memiliknya," ujar Wallace sambil tersenyum.


"Benarkah?"


"Hanya saja ... informasi ini akan sedikit mahal mengingat cukup langka untuk didapatkan,” jawab Wallace sambil menyeringai.


Entah kenapa aku merasakan hal yang buruk tentang orang ini, tapi pak ini malah terlihat akrab dengannya.


“Memangnya berapa harga informasi tersebut?”

__ADS_1


Wallace membisikan harganya ke telinga Richard tanpa bisa Dom dengar. Hal tersebut membuat Dom semakin curiga dan merasa ada sesuatu yang tidak beres.


Setelah mendengar bisikan dari Wallace, wajah Richard mendadak berubah menjadi aneh.


“APAAA?! Kenapa hanya informasi seperti ini harganya sangat mahal??!!” teriak Richard yang terkejut.


“Yah, informasi itu sangat terbatas dan hanya beberapa orang saja yang tau di dunia ini. Maka dari itu, aku mematok harga yang sangat tinggi, jadi bagaimana tuan?” tanya Wallace.


“Tunggu dulu ...,” Dom memotong pembicaraan mereka berdua.


“Bisakah kau jelaskan kenapa elemen tanah bisa dikategorikan sebagai elemen yang gagal dan bagaimana sihir yang dikeluarkan dari elemen tersebut?” tanya Dom dengan sorot mata yang tajam.


Wajah Wallace sedikit berkeringat, sedangkan Richard tidak tau alasan Dom menanyakan pertanyaan tersebut.


Ada apa dengan bocah ini? Apa dia mengetahui sesuatu?


“Hmm dari awal penciptaannya elemen ini memang sudah dianggap gagal. Namun … ada sebuah komponen yang bisa merubahnya menjadi sebuah elemen yang kuat, dan aku memiliki informasi tentang itu," Wallace meyakinkan pembelinya.


Dia bahkan tidak menjawab pertanyaanku dengan lengkap.


“APAA??!! Kau dengar itu Dom, kita harus membelinya.” teriak Richard yang dengan mudah terhasut.


“Tuan Richard memang pintar hohoho, kesempatan seperti ini tidak datang untuk kedua kalinya,” ujar Wallace sambil memutar kumisnya.


Tunggu dulu … bukankah Paman Richard pernah berkata bahwa elemen tanah sebenarnya adalah elemen yang sangat kuat.


Lalu kenapa dia dengan bodohnya percaya pada orang seperti ini!!! Ah ... kenapa rasanya saat ini aku lebih pintar dari pak tua ini.


“Tadi kau bilang elemen ini pada awalnya sudah lemah? Hehehe apa kau yakin?”


Karena Dom seakan sedang memancing Wallace, membuat Richard akhirnya sedikit menyadari situasi yang terjadi saat ini.


Jadi begitu, dia mencoba memanfaatkan informasi yang sebelumnya didapat dariku, lalu berusaha menjebak Wallace. Apakah dia sudah tau bahwa orang ini sedang berusaha menipuku?

__ADS_1


Ternyata muridku ini sangat pintar hahaha. Tapi … bukankah berarti saat ini aku malah terlihat bodoh?


“Sepertinya kau beranggapan bahwa aku sedang menipumu ya bocah?” tanya Wallace.


“Yah tidak ada salahnya kan bertanya … apalagi aku butuh informasi tentang elemen tersebut.”


“Yakinlah bahwa informasi yang kudapat sangat akurat,” seru Wallace yang berusaha tetap tenang.


“Bukankah dahulu elemen ini merupakan salah satu yang terkuat? Kenapa kau berasumsi bahwa elemen tanah sudah lemah sejak awal?” Dom tersenyum jahat.


“Jika kalian terus mencurigaiku, lebih baik kita batalkan saja transaksi ini karena aku masih mempunyai urusan yang banyak di luar sana,” wajah Wallace mulai panik dan mulai berjalan meninggalkan mereka.


“Tunggu dulu!” Richard memanggilnya agar dia kembali berbalik.


Untungnya orang tua ini bisa aku manfaatkan, hahaha dasar orang bodoh.


“Apakah anda berubah pikiran-” Sebuah sihir api siap dilemparkan oleh Richard kepada Wallace.


“Kau masih punya urusan denganku setelah mencoba menipuku Kevin! Terimalah ini … Burst Fire!!!” Elemen api milik Richard meledakan Wallace.


"Uaa! Namaku Wallace!" Penipu itu pun terpental sehingga tidak terlihat lagi.


Richard sadar bahwa jika tidak ada Dom mungkin saja dia akan kehilangan banyak uang.


Dom juga tidak marah karena ia tau bahwa Richard hanya mencoba untuk membantunya meskipun hasil yang diinginkan tidak seperti perkiraannya.


“Hah … aku minta maaf Dom, aku kira dengan ini kita bisa mencari tahu tentang kekuatanmu,” wajah Richard tertunduk lesu.


“Hahaha tenang saja paman, lagipula aku masih punya banyak waktu untuk meningkatkan kemampuanku.” Dom berusaha tetap tersenyum meskipun dia juga sedikit kecewa.


Sebenarnya aku juga kecewa … tapi mau bagaimana lagi, mungkin belum waktunya aku tau.


Ketika mereka ingin kembali kerumah karena perjalanan yang mereka lalui terbilang gagal total. Terdengar suara teriakan dari dalam hutan.

__ADS_1


“TOLONG!!!”


Bersambung ....


__ADS_2