Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 18: Archiven


__ADS_3

Masih di pertempuran antara Richard dan Sphinx.


“Hey apa kau coba untuk menghalangiku?” Richard menatap tajam ke arah Sphinx.


“Grrr …,” Sphinx hanya bisa terdiam dan mencoba mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menghadapi Richard


"Boom!"


"Apa hanya segini kemampuanmu?” seru Richard dengan tatapan tajam.


Karena panik melihat aura dari Richard yang begitu meluap-luap, Sphinx menyerang secara membabi-buta. Namun ... tidak ada satu pun yang melukai tubuh Richard.


“Sepertinya kau sudah kehilangan akal, elemen api ... Burst Fire!!!” sebuah ledakan api berhasil menghancurkan monster tersebut hingga tidak tersisa.


“Hah ... kukira kau kuat, ternyata hanya menggertak. Sekarang … kemana aku harus mencarimu, Dom.” Richard melihat ke arah bekas reruntuhan tempat Dom terjatuh.


Di tempat lain, Dom sedang mengalami situasi yang sangat berbahaya karena melihat dua monster rank S sedang bertarung. Untungnya, saat ini keberadaannya belum diketahui oleh mereka sehingga Dom masih mempunyai harapan untuk bisa melarikan diri.


Namun karena Dom penasaran dengan pertarungan mereka, bukannya menjauh, Dom malah mendekati pertempuran tersebut.


“Jika aku lari dari sini, mungkin aku akan melewati momen yang hanya bisa kulihat sekali seumur hidup.” Dom terus mendekat hingga dia bisa melihat dengan jelas.


Dom mencoba untuk tetap berjalan tenang, hingga pada satu waktu, dia tidak sengaja menendang batu sehingga menimbulkan suara yang mengundang kedua monster tersebut.


“AHH ... kenapa aku bisa seceroboh ini!!!” Dom mulai berkeringat dan tidak bisa mengontrol dirinya.


Celaka ... aku akan mati!!!

__ADS_1


“Groaaaa!!!”


“UWAAA DIA MELIHATKU!!!” Salah satu dari monster yang sedang bertarung melihat keberadaan Dom lalu mengejarnya.


“Kenapa kau jadi mengejarku sialan! Fokuslah pada musuhmu.” Dom mencoba untuk lari sekuat tenaga semampu yang ia bisa. Tetapi, monster tersebut bergerak lebih cepat sehingga membuatnya dalam bahaya.”


Ketika salah satu monster yang sedang bertarung terbang mengejar Dom, satu monster lainnya hanya mengamati pergerakan Dom.


“Kenapa seorang manusia bisa ada disini??” ungkapnya.


Namanya Archiven, dia adalah salah satu monster yang paling dicari karena kekuatannya yang sangat kuat. Tapi meski dia selalu diincar oleh banyak orang, Archiven pernah menjalin hubungan dengan seorang manusia.


Melihat ada manusia yang melintas, membuat Archiven mengingat kembali kejadian di masa lalu.


“Archiven, kemarilah.” Ingatan Archiven ketika dirinya masih kecil.


“Grrr …,” Archiven mendekati panggilan tersebut.


"Apakah kau akan meninggalkanku lagi?" tanya Archiven.


"Maaf, tapi ada urusan yang harus aku kerjakan ...."


"Kenapa kau harus membantu manusia di kerajaan itu? Mereka itu bukan orang baik!"


“Biar bagaimanapun, itu adalah rumahku. Ditambah lagi, di masa depan kau harus bisa berteman baik dengan manusia, dan jangan menyakiti mereka, mengerti?”


“Tapi manusia selalu jahat padaku, mereka bahkan mencoba membunuhku beberapa kali.”

__ADS_1


“Manusia tidak semuanya jahat Archiven, buktinya aku tidak menyakitimu.”


“Tapi kau berbeda dari mereka ....”


“Manusia itu pada dasarnya makhluk yang sama, suatu hari kau pasti akan menemukan seseorang yang sama sepertiku.”


Keberadaan Archiven sudah ada sebelum kerajaan manusia terbentuk. Archiven merupakan mahkluk mitologi kuno atau biasa disebut Mystical Spirit Beast. Karena memiliki unsur elemen dalam tubuhnya, Archiven mulai diburu oleh umat manusia.


Sejak saat itu, Archiven mulai membenci manusia. Monster itu memandang rendah manusia karena hanya berbuat seenaknya saja. Manusia dimatanya merupakan makhluk yang hanya bisa menghancurkan.


Tapi, meskipun memiliki rasa kebencian yang begitu tinggi, Archiven tidak membunuh manusia. Karenanya, ia lebih memilih untuk bersembunyi di dalam sebuah Dungeon.


Namun dalam suatu kejadian, beberapa anggota dari kerajaan terkenal berhasil mengetahui tempat persembunyian dari Archiven. Kelompok tersebut menyerang secara membabi-buta sehingga membuat Archiven terluka cukup parah.


Disaat Archiven hampir menemui ajalnya, seorang wanita datang menyelamatkannya, dia adalah Flower Silvanna, salah satu dari penyihir terkuat di dunia yang saat ini, keberadaannya masih belum diketahui.


Dengan sihirnya, Silvana berhasil menghabisi semua musuh yang mencoba untuk membunuh Archiven. Masih belum diketahui mengapa Silvana melindungi sebuah Mystical Spirit Beast. Tapi berkat hal tersebut, nyawa Archiven berhasil diselamatkan.


Sebelum Silvana memutuskan untuk meninggalkan Spirit Beast tersebut. Archiven sempat bertanya sesuatu.


“Waktu itu … kenapa kau melindungiku? Bukankah seharusnya kau ada di pihak mereka?” tanya Archiven dengan wajah sedih.


“Hmm, aku memiliki alasan tersendiri. Kalau memang ingin tau, tunggulah sampai aku datang lagi kemari. Setelah itu, aku akan memberitahumu,” ujar Silvana sambil mengelus kepala Archiven.


Setelahnya Silvana membuat pelindung agar manusia tidak mengetahui keberadaan Archiven lalu pergi dengan misterius. Namun ... pelindung tersebut secara tidak sengaja baru saja dihancurkan oleh Sphinx ketika bertarung melawan Richard dan Dom.


Meskipun Silvana memberitahu kepada Archiven untuk tetap menunggu di tempat ini hingga dia kembali, namun hingga sekarang orang yang memegang janji tersebut tidak kunjung datang.

__ADS_1


“Kenapa aku jadi mengingatmu … Flower.”


Bersambung ...


__ADS_2