
“Aku adalah ras peri hutan. Itu sebabnya aku jarang terlihat oleh manusia.” Lyfa berusaha bangkit agar memudahkan berinteraksi dengan mereka.
“Hey kau masih terluka, jangan memaksakan diri.” Dom melihat beberapa luka di tubuh Lyfa sehingga mencoba memandunya.
“Hahaha kau tidak perlu khawatir, sebentar lagi akan sembuh. Kau anak yang baik, mungkin aku bisa jatuh cinta padamu,” sindir Lyfa.
"Hihihi, tapi aku baru berumur 7 tahun ...," balas Dom.
Kenapa selera peri ini tidak normal. Jangan-jangan?
“Kenapa seorang peri hutan bisa berada di hutan area luar? Bukankah tempat tinggal mereka harusnya di hutan bagian tengah?” tanya Richard sambil menatap Lyfa.
“Berhentilah menatapku dengan tatapan mesum,” wajah Lyfa berubah menjadi seram.
Peri ini ... kenapa tiba-tiba kepribadiannya berubah?
Lyfa mulai menjelaskan bagaimana dia bisa datang kesini, mulai dari awal mula dirinya dijebak hingga dikejar sampai bertemu dengan Dom dan Richard.
“Jadi begitu, kenapa tidak ada yang membantumu??” tanya Dom yang masih belum mengerti tentang sistem dari hutan ini.
“Ah ... kau masih polos rupanya.” Lyfa memegang wajah Dom.
Hih … kenapa dia tertarik pada anak kecil sepertiku.
Lyfa menceritakan tentang struktur Hutan Terraria mulai dari area luar hingga area dalam seperti yang sudah di bahas dalam chapter terdahulu. Meskipun ada beberapa hal yang tidak Dom mengerti, tapi setidaknya dia bisa memahami kinerja dari hutan ini.
__ADS_1
“Sepertinya aku melihatmu menggunakan elemen tanah, apa itu benar?” Lyfa melirik Dom dari dekat dengan penuh godaan.
Jaraknya dekat sekali, kalau begini bisa bahaya.
Dengan spontan Dom mundur untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Richard hanya bisa melihatnya dari dekat dengan perasaan yang iri, terlebih pertanyaan dia jarang ditanggapi oleh Lyfa.
Dom sialan, kenapa hanya dia yang diperlakukan istimewa.
“Aku memang menggunakannya, tapi jika hanya ingin menertawaiku sebaiknya lupakan saja," jawab Dom dengan ketus.
“Hahaha sepertinya kau sudah sering dijadikan bahan candaan oleh guru di sebelahmu, aku bisa melihat dengan jelas raut wajahmu,” ucapan Lyfa bermaksud untuk menyindir Richard.
Aku tidak bisa membantahnya ....
“Yah normalnya, orang-orang akan tertawa ketika mendengar tentang elemen tanah. Hanya saja ... mereka tidak mengetahui cerita asli dari elemen tersebut,” jawab Lyfa dengan menyeringai.
“Cerita asli? Jadi maksudmu elemen ini memang tidak lemah?” tanya Dom.
“Sepertinya kau sudah mendengar bahwa elemen ini dulunya masuk ke dalam kategori unique, bukankah begitu?” Lyfa bertanya balik.
“Paman Richard pernah memberitahuku, namun dia bilang bahwa elemen ini diturunkan menjadi kategori normal setelah banyak orang yang hanya membuat sebuah gumpalan sama sepertiku saat ini.”
“Ucapan gurumu memang benar, tapi ada satu hal yang tidak ada dalam ceritanya, yaitu potensi sebenarnya dari elemen tanah ini," ujar Lyfa.
Sejenak Dom menjadi seorang yang pendiam karena berusaha menyimak baik-baik penjelasan dari Lyfa, bahkan hobinya yang suka bertanya mendadak hilang.
__ADS_1
“Sebelum kerajaan terbentuk, elemen tanah merupakan yang paling ditakuti dan bisa dikategorikan ke dalam bentuk sempurna. Aku menyebutnya begitu karena elemen ini bisa digunakan untuk bertahan sekaligus menyerang dengan sangat baik. Hanya saja ... banyak yang tidak mengerti tentang keistimewaaan dari elemen ini.”
Keistimewaan? Apa maksudnya?
Richard yang juga baru tau tentang hal tersebut mulai mendengarkan cerita dari Lyfa meskipun dari jarak jauh.
Kenapa aku baru tau yang seperti ini?? Kalau begini, Dom pasti tidak akan mempercayaiku lagi.
“Jika normalnya sebuah elemen akan menjadi sempurna jika sudah dibangkitkan oleh manusia, maka elemen tanah ini hanya bisa sempurna jika ditambahkan dengan sebuah item. Maka dari itu aku menyebutnya istimewa.”
“Ah aku masih tidak mengerti dengan penjelasanmu, ini terlalu rumit buatku.” Dom memegangi kepalanya karena penjelasan yang diberikan oleh Lyfa terlalu berat.
“Baiklah aku akan menjelaskannya dengan lebih mudah agar kau mengerti. Kita ibaratkan saja seperti sebuah makanan. Ketika kau menyantap sebuah daging, apakah akan terasa enak jika tidak ada bumbunya?”
“Tentu saja tidak, bahkan setelah ada bumbu jika Paman Richard yang masak tetap saja tidak enak,” ucapan dari Dom mengenai Richard dengan sangat telak.
Dasar bocah tengik, kenapa dia malah membahas masakanku.
“Sama seperti elemen tanah, elemen ini bagaikan sebuah daging yang tidak memiliki bumbu, jika kau menambahkan sebuah bumbu pada elemen tersebut, maka apa yang terjadi?” tanya Lyfa.
“Hmmm maka elemen tersebut akan menjadi kuat,” jawab Dom yang sebenarnya asal menebak.
“Benar sekali, dan bumbu yang aku maksud adalah sebuah item.”
“Jadi begitu ... memangnya item seperti apa itu?” Dom mulai memahami apa yang dijelaskan oleh Lyfa.
__ADS_1
“Item tersebut bernama ... Imperial Stone.”
Bersambung ....