Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 30: Elemen Tanah


__ADS_3

Dom mengerahkan seluruh tenaganya untuk menciptakan sebuah sihir dari elemen tanah, dan yang dia dapatkan adalah sesuatu yang membuat Richard terkejut.


“Aku tidak percaya ini ….”


Dom berhasil menciptakan sesuatu dari elemen tanah pada usaha pertama, namun ada satu masalah disini.


Loh??


“TERNYATA MEMANG SAMPAH WUAHAHAHA,” Richard tidak bisa berhenti tertawa setelah melihat apa yang baru saja diciptakan oleh Dom.


Dom hanya berhasil membuat sebuah gumpalan tanah dengan skala kecil yang bahkan tidak bisa dipakai untuk bertarung.


“KENAPA AKU MENDAPATKAN SIHIR TIDAK BERGUNA!!!” teriak Dom yang merasa bahwa elemen yang didapatkan tidak sesuai dengan ekspetasinya.


“Hey apa itu sebuah kotoran huahahaha,” ejek Richard yang masih saja belum selesai tertawa.


Dom mencoba melakukan usaha lainnya, tapi tetap saja yang dihasilkan hanyalah sebuah gumpalan yang tidak berguna.


“Lihatlah, itu seperti kotoran hewan wahahaha,” wajah Richard semakin aneh bahkan hampir tidak berbentuk.


“KENAPA KAU MALAH TERTAWA PAK TUA!!”


Aku sedikit kasihan padanya ... tapi tetap saja apa yang diciptakannya benar-benar diluar imajinasiku, aku bahkan masih tidak bisa menahan tawa. 


“Hah … hah … aduh maafkan aku nak, tapi tadi itu lucu sekali.” Richard menghela nafas karena terlalu banyak tertawa.


“Sepertinya aku lupa memberitahumu sesuatu.”


Richard mulai menceritakan mengenai sejarah dari elemen yang saat ini dimiliki oleh Dom.


“Baiklah dengarkan ini, elemen tanah menurut buku sihir merupakan salah satu yang terkuat dari jenis lainnya.


"Elemen tanah dikategorikan ke dalam elemen tingkat unique, tapi karena keberadaan elemen ini jarang ditemui, banyak orang yang meragukan kebenaran dari buku tersebut.


"Namun, pada suatu kisah, ada seorang anggota kerajaan berhasil mendapatkan elemen ini. Lalu saat ingin memperlihatkan pada seluruh masyarakat ... dia hanya bisa membuat sebuah gumpalan bodoh seperti dirimu, hal itu terjadi pada beberapa orang dengan elemen yang sama.

__ADS_1


"Sejak saat itu, seluruh kerajaan sepakat untuk mengubah keterangan pada buku sihir dengan memasukan elemen tanah ke kategori normal dengan tingkatan yang paling bawah. Ya mungkin seperti itu ...,” ujar Richard.


“Eh … EHHHH??” teriak Dom yang tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari Richard.


“Jadi … jadi maksudmu aku mendapatkan elemen yang tidak berguna?” tanya Dom yang semangatnya mulai menghilang.


“Yah normalnya sih begitu, tapi bukan berarti elemen yang kau miliki benar-benar lemah. Ditambah lagi ...  ini baru pertama kali kau mempelajarinya.” Richard mencoba memberi semangat pada Dom meskipun wajahnya masih saja terlihat ingin tertawa.


Dom yang masih tidak terima kembali kembali mengeluarkan skillnya. Namun hasilnya masih sama.


Tahan...tahan aku tidak boleh tertawa lagi, bisa-bisa bocah ini akan menjadi depresi.


"Semangat ... semangat! Dom kau pasti bisa!" teriak Richard


Kenapa dia malah bertingkah seperti pemandu sorak ....


“Huh ... mungkin paman benar.” Dom berusaha untuk tetap percaya dengan Richard.


"Sudahlah jangan bersedih, lagipula masih ada hari esok untuk mengembangkan kekuatanmu itu."


Tapi tetap saja … ini diluar ekspetasiku.


“Karena hari sudah mulai gelap, kita akhiri saja latihan hari ini. Aku akan membuatkan sesuatu yang spesial untuk merayakan keberhasilanmu.”


“Yeay terima kasih paman.” Sore itu pun berakhir dengan kenangan yang tidak terlalu manis bagi Dom.


Pada keesokan harinya, Dom kembali berlatih untuk mengontrol elemen tanahnya, Tapi ... ia tetap belum bisa mengubahnya ke dalam bentuk lain.


Richard tidak kuat untuk melihatnya dari dekat, karena ketika Dom membuat sebuah gumpalan, ia pasti selalu ingin tertawa.


“Sepertinya hari ini masih sebuah kotoran lagi ya,” Richard berusaha menahan tawanya.


“Diamlah, aku sedang mencoba meningkatkan kekuatanku,” jawab Dom dengan wajah ketus.


“Hoo baguslah kalau begitu, aku menunggu kabar baik darimu.”

__ADS_1


Sudah sebulan sejak Dom berhasil mendapatkan elemen tanah. Hanya saja ... belum ada perubahan yang berarti, tentunya hal tersebut membuat Richard merasa kasihan dengan Dom.


Richard sedang memantau Dom dari kejauhan.


Kenapa belum ada perubahan pada Dom ya? Tapi bukankah aneh jika tiba-tiba elemen tingkatuniquedipindahkan ke dalam tingkat normal hanya karena penggunanya membuat sebuah gumpalan?


Selain itu, tentunya buku sihir tidak pernah berbohong. Jadi, kenapa kerajaan seenaknya merubah keterangan pada isi di dalamnya?


"Ah memikirkannya saja sudah membuatku pusing!" teriak Richard.


*Apakah memang tidak ada solusi?* atau mungkin diriku yang kekurangan informasi?


Selagi berpikir keras, Richard mendadak teringat oleh sesuatu yang mungkin bisa membantu Dom.


Informasi ya ... tunggu, mungkin orang itu bisa membantunya!


Richard berlari mendekati Dom. Namun, karena beberapa minggu ini Richard selalu mengejek Dom, membuatnya bersikap acuh.


“Jika kau ingin mengejekku lagi lebih baik pergi.” Dom sudah bosan ditertawai oleh Richard sepanjang waktu.


Anak ini ....


“Sepertinya adik kecil yang satu ini tidak ingin diganggu.” Richard mencoba menghibur.


Dom tidak menanggapinya.


Ah baiklah.


“Hey nak, mungkin aku tau orang yang bisa membantu bagaimana cara memecahkan solusi dari kekuatanmu itu.”


Wajah Dom mendadak berubah menjadi cerah dan mendatangi Richard dengan langkah yang sangat cepat.


“Benarkah?? Siapa orang itu?”


Cebol ini, cepat sekali berubahnya.

__ADS_1


“Hohoho orang tersebut adalah ….”


Bersambung ....


__ADS_2