
Saat ini Dom sedang dalam keadaan yang tidak menguntungkan karena sedang dikejar oleh monster kuat.
“UAAAAA! apa yang kau inginkan dariku!!!” teriak Dom yang sudah mulai kehabisan tenaga.
“Grooaaaaa!!!” Sebuah tembakan api dikeluarkan oleh monster yang mengejar Dom.
Oh tidak, aku belum ingin mati ....
Ketika serangan tersebut hendak diarahkan kepada Dom, Archiven tanpa diduga membantu Dom dan menghantam monster tersebut dengan tubuhnya sehingga tembakan api yang dikeluarkan berhasil dibelokan.
“Boom!!!” suara ledakan yang berbelok.
Loh bukankah itu … apa dia melindungiku?
“Apa yang dilakukan manusia di tempat seperti ini?” tanya Archiven dengan tatapan tajam.
“Dia ... DIA BISA BICARA??!!!” teriak Dom yang terkejut karena Archiven dapat berbicara, padahal sebelumnya dia sudah berjumpa dengan Sphinx yang juga dapat berbicara seperti manusia.
Setelah cukup tenang, Dom menjawab pertanyaan dari Archiven.
“Emm aku tidak sengaja terjatuh ke tempat ini, kemudian aku mengikuti arah cahaya dan tanpa disangka aku sampai di tempat ini …," ujar Dom.
Archiven masih menatap tajam.
Kenapa naga ini terus menatapku.
__ADS_1
“Karena penasaran, aku mencoba melihat pertarungan kalian, tapi aku malah nyaris tewas diledakan oleh monster disana,” jawab Dom dengan wajah yang masih panik karena terus ditatap oleh Archiven.
Selagi mereka berinteraksi, monster yang diserang oleh Archiven kembali berdiri dan melancarkan serangan dari jauh dengan menggunakan mulutnya.
Cih dasar monster licik ... dia memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerangku.
“Hey bocah berlindunglah di belakangku.” Archiven mulai menggunakan kekuatannya untuk mengimbangi serangan dari monster yang akan menyerangnya.
Setelah Dom berlindung di belakang ekornya, Archiven menghempaskan sebuah bola hitam dengan daya hancur setara dengan sebuah sihir tingkat atas.
“Bigbang!” Serangan milik Archiven beradu dengan monster tersebut sehingga memicu ledakan yang besar hingga menghancurkan beberapa bagian di dalam Dungeon.
“Boom!!!” suara ledakan yang terjadi akibat serangan kedua monster tingkat atas.
Ledakan tersebut cukup keras hingga terdengar sampai ke telinga Richard.
Gumpalan asap menutupi tempat tersebut, sehingga belum diketahui serangan siapa yang lebih kuat.
Dom hanya terpana karena tidak menyangka bahwa pertarungan antar monster bisa membuat kerusakan yang begitu hebat.
“Uhuk ... uhuk … sebenarnya sekuat apa monster ini?” tanya Dom yang berusaha untuk melihat namun terhalang oleh kabut.
Karena asap yang cukup tebal membuat pandangan Dom sedikit terganggu. Namun setelah kabut menghilang, terdengar suara Archiven yang begitu menggema.
“Groaaaa!!!” Teriakan tersebut menandakan bahwa Archiven berhasil mengalahkan musuhnya.
__ADS_1
Bigbang dari Archiven berhasil menembus serangan api dari musuh. Tentunya hal tersebut membuat rasa cemas Dom menghilang setelah sebelumnya ia diteror oleh musuh.
“Kau kuat sekali paman naga, tapi musuhmu itu juga sangat kuat.” Dom melihat keadaan musuh yang terjatuh.
“Dia adalah Red Tyrant, salah satu naga terkuat selain diriku. Karena terjebak disini, monster tersebut jadi membabi buta dan menyerang siapa saja yang menghalanginya,” balas Archiven.
Red Tyrant adalah monster Rank S yang konon bisa meratakan peradaban manusia jika dia masuk ke dalam mode rage. Namun karena ada suatu alasan, Red Tyrant tidak bisa menggunakan kekuatan maksimalnya.
“Aku tidak mengerti kenapa monster kuat sepertimu bisa tinggal di tempat seperti ini.” Dom melihat-lihat area Dungeon yang dianggapnya bukan tempat yang pantas untuk ditinggali oleh Archiven.
“Siapa namamu bocah?” tanya Archiven.
“Aku Dom Silvestre.”
Silvestre? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu.
Saat keadaan dirasa sudah di atas angin, tiba-tiba Red Tryant kembali bangkit. Monster tersebut menunggu momen yang tepat untuk bangkit kembali setelah sebelumnya hanya pura-pura pingsan.
Red Tryant mengeluarkan bola api yang lebih besar dari sebelumnya. Tentunya hal tersebut sangat berbahaya, ditambah lagi Archiven tidak dalam keadaan siap.
“Groaaaaa!!!” Red Tryant menembakan api tersebut yang mengarah kepada Dom dan Archiven.
Sejak awal dia sudah mengincar anak ini … naga brengsek!!!
"UAAA!!!"
__ADS_1
“BOOM!!!”
Bersambung ....