Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 31: Keberangkatan


__ADS_3

"Namanya adalah ...."


Mungkinkah ....


“Kau akan mengetahuinya nanti. Untuk saat ini tingkatkan saja kekuatanmu itu.”


Selesaikan dulu ucapanmu sialan!


“Tanpa kau beritahu pun aku akan melakukannya,” ujar Dom.


“Baguslah kalau begitu, sebulan dari sekarang kita akan menemui orang yang kumaksud. Sekarang aku ada keperluan, sampai nanti.” Richard melambaikan tangan.


Setelah menjelaskan sesuatu yang penting, Richard pergi meninggalkan Dom.


“Oh ya jangan lupa untuk berlatih sihir gagalmu itu wahahaha.”


Ucapan terakhir dari Richard membuat Dom jengkel. Tapi karena sihir Dom memang masih belum berguna, membuatnya tidak bisa membantah sindiran dari gurunya.


Ah ini menyebalkan, lihat saja aku akan mengejutkanmu nanti.


Selagi Richard pergi entah kemana, Dom meningkatkan fisik dan kekuatannya agar bisa menjadi lebih baik lagi. Tidak jarang juga ia berlatih untuk meningkatkan sihir dari elemen tanah.


Di lain sisi, sebenarnya Dom sangat ingin sekali berlatih menggunakan elemen kegelapan. Namun, karena takut terjadi sesuatu yang berbahaya, ia mengurungkan niatnya dan mencoba bersabar sambil menunggu waktu terbaik untuk menggunakannya.


“Meskipun sudah banyak berlatih, tetap saja rasanya seperti hanya membuang waktu.”


Aku harap Paman Richard benar-benar memiliki rekan yang dapat membantuku mengetahui rahasia dari elemen ini.


Sebulan telah berlalu, dan ini saatnya bagi Dom untuk memulai petualangan baru. Dia bangun lebih awal dan sudah mempersiapkan segala hal termasuk perbekalan dan lainnya.


Alasan Dom begitu antusias karena ia akan menemui seseorang yang kemungkinan dapat mengetahui alasan kenapa elemen tanah miliknya sangat lemah.


“Kenapa kau lama sekali nak?” tanya Richard yang menunggu Dom dari luar rumah.

__ADS_1


“Ayo paman.” Dom berlari ke luar sambil membawa banyak sekali perlengkapan.


“Sepertinya kau sudah mempersiapkan ini dari jauh hari … baiklah kalau begitu, berangkat!”


Petualangan baru Richard dan Dom akhirnya dimulai.


Baru saja berjalan beberapa menit, Dom sudah bertanya banyak hal. Namun ... Richard tidak menjawabnya dan malah mengalihkan dengan pertanyaan yang lain.


"Paman, siapa nama orang yang sedang kita cari?" tanya Dom.


"...," Richard tidak menanggapi.


Meskipun di acuhkan, hal tersebut tidak membuat Dom geram karena saat ini moodnya sedang bagus.


“Lalalala … lalala,” nyanyian Dom dalam perjalanan.


“Hey berisik!” teriak Richard.


Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, nyanyian serta ocehan Dom mulai menghilang. Melihat hal itu, Richard memutuskan untuk berdiam diri sejenak.


“Apa masih jauh paman?” tanya Dom yang mulai kelelahan.


“Yah mungkin kita akan tiba pada esok hari,” ujar Richard sambil mulai menyantap hidangan kesukaannya.


“APAA??!! Memangnya sejauh apa tempat tersebut?”


Ini kan masih siang ….


“Sebenarnya kita bisa tiba pada malam hari. Tapi, aku tidak ingin mengambil risiko, terlebih ini berbahaya untukmu jika berjalan di kegelapan. Jadi, kita akan mencari tempat yang cocok untuk istirahat sambil menunggu matahari terbit.”


"Hmm ... kalau begitu tidak masalah," balas Dom.


Selanjutnya Richard mulai bercerita tentang pengalaman hidupnya dan hal lainnya, hanya saja selama dia berbicara, daging monster mengisi mulutnya sehingga membuat pelafalan nadanya tidak jelas.

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaanku, pak tua ini malah menceritakan sesuatu yang tidak penting. Untung saja aku sudah belajar memahami bahasa aneh miliknya, kalau tidak mungkin aku sudah gila.


“Hey sejak tadi aku terus bertanya, SEBENARNYA KITA AKAN BERTEMU SIAPA PAMAN??!!” teriak Dom yang memotong cerita Richard.


“Baiklah … baiklah, orang yang kita cari adalah seorang pedagang yang menjual berbagai informasi, dan rata-rata informasinya sangat tepat,” jawab Richard.


Kukira orang yang dimaksud adalah salah satu orang terkuat di dunia ini. Ternyata hanya seorang pedagang ....


“Hee ... jadi begitu, apa dia bisa dipercaya?”


“Menurut rumor dia sangat hebat, mungkin saja dia tau informasi tentang elemen sampahmu itu.”


“Hey bisakah kau tidak menyebutkan kata sampah!!”


Karena waktu mulai gelap, mereka mendirikan tenda dan mulai untuk beristirahat agar dapat melanjutkan perjalanan dengan tubuh yang prima.


Pada keesokan harinya, tibalah mereka pada sebuah tempat dekat perbatasan antara kota kerajaan dan sebuah desa. Disinilah Dom dan Richard akan bertemu dengan pedagang informasi.


“Wow aku baru pertama kali melihatnya, jadi disini memang ada sebuah kerajaan?” Dom melihat ke arah kota di salah satu kerajaan.


“Itu adalah Kerajaan Vermilion, mereka bukan kerajaan besar, tapi cukup dipandang oleh bangsawan lain karena mereka pandai dalam hal berbisinis.”


“Lalu paman, kenapa di desa tersebut terdapat sebuah hutan yang sangat lebat?? Bahkan aku tidak bisa melihat ke dalamnya.” Dom menunjuk ke tempat yang berlawanan dengan kerajaan.


“Hutan itu ya?? Kalau tidak salah namanya-”


“Richard sudah lama tidak berjumpa.” Perkataan Richard terhenti karena ada seseorang yang memanggilnya.


“Ah akhirnya orang yang kita cari sudah sampai.”


“Sudah lama sekali ya hohoho ….” Pria tersebut memegang kumisnya sambil tertawa.


Jadi ini orang yang dimaksud paman, tapi kenapa dia terlihat mencurigakan.

__ADS_1


“Perkenalkan, namaku adalah … Wallace,” senyum menyeringai.


Bersambung ....


__ADS_2