Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 7: Desa Pyro


__ADS_3

Keesokan harinya, Dom mulai belajar cara menggunakan sihir dengan berlatih bersama Richard. Tapi sebelum itu, Richard ingin memastikan apakah Dom adalah keturunan kerajaan atau hanya rakyat biasa.


“Baiklah nak, pertama-tama kita lihat apakah kau memiliki inti mana atau tidak.”


“Inti mana? Apa itu? Bagaimana cara melakukannya?” tanya Dom.


Ah, jika sudah mulai bertanya ... anak ini sedikit menyebalkan.


“Pertama fokuskan dirimu, pusatkan tenagamu ke dalam tubuhmu hingga merasakan sensasi panas.”


Dom mulai mempraktikan apa yang sudah diajarkan oleh Richard. Setelah menunggu beberapa saat, tidak ada perubahan yang terjadi pada tubuh Dom.


“Hey paman, sudah 20 menit tapi aku tidak merasakan apapun.”


“Huhh ... sepertinya kau cuma rakyat biasa,” Richard menghela nafas karena mungkin kedepannya akan rumit.


Setelah melihat bahwa Dom yang tidak mempunyai inti mana, membuat Richard harus berpikir keras agar Dom bisa mendapatkan kekuatannya.


“Dom, kalau kau ingin mendapatkan kekuatan sepertiku, satu-satunya jalan hanyalah menjadi lebih kuat. Tapi ... aku tidak yakin di usiamu yang saat ini.” Richard meragukan kemampuan Dom.


“Hahaha kau jangan meremehkanku, memangnya seberat apa latihan yang paman berikan hingga membuatmu menjadi ragu?” seru Dom.


“Cukup berat hingga kau merengek seperti seorang bayi," balas Richard.


“Jadi maksudmu aku tidak mampu?? Akan kubuktikan bahwa aku bisa melakukannya!


“Hoo ... baiklah jika kau memaksa,” wajah Richard seolah menunjukan ekspresi yang jahat.


Kenapa rasanya aku mempunyai firasat buruk setelah melihat senyumnya.


Karena Dom yang meminta, Richard mulai mengajari Dom berbagai hal, seperti kemampuan fisik, bertarung, hingga kekuatan.


Pada hari pertama, Dom merasakan siksaan yang begitu berat tanpa henti. Hal itu berlangsung hingga satu minggu dan terus berlanjut. Semakin hari, latihan yang diberikan oleh Richard semakin berat hingga membuat Dom beberapa kali ingin melarikan diri dari tempat latihan.

__ADS_1


Dia ingin melatihku atau membunuhku??!!


“Hahaha kau bilang kau sanggup melaluinya, baru beberapa minggu kau sudah seperti cacing kering,” ujar Richard dengan nada mengejek.


“Siapa yang kau bilang cacing kering hah??!!” ucapan tersebut membakar semangat Dom.


“Hyaaaaa!!!” teriak Dom.


Karena ejekan dari Richard, semangat Dom berhasil bangkit kembali.


Program latihan yang diberikan Richard berlangsung hingga satu bulan lamanya. Meski merasa tersiksa, Dom merasakan sedikit perubahan dari dalam dirinya. Namun ... itu hanya perubahan yang dirasakan pada tubuhnya bukan pada sihirnya.


“Hey paman, aku merasa ada getaran sihir dari tubuhku,” ucap Dom dengan yakin.


“Hahaha itu hanya getaran bodoh, umumnya butuh waktu beberapa tahun untuk membangkitkan sihir dari dalam tubuh. Yang kau lalui saat ini hanya dasarnya saja.”


“APAA?!" teriak Dom.


Mendengar hal tersebut, semangat Dom untuk berlatih pada hari itu sedikit runtuh. Meski dibangkitkan kembali di dunia ini, Dom merasa tidak diberikan kemampuan yang spesial.


“Apa yang kau gumamkan?? Kau beruntung karena ada paman yang bisa mengajarimu. Di luar sana, banyak manusia yang tidak bisa mempelajari sihir, karena tidak ada figur seorang guru,” Richard meyakinkan Dom.


“Hmm mungkin begitu ...," jawab Dom yang masih lemas.


Setelahnya, Dom tiba-tiba terpikirkan oleh sesuatu yang sudah lama ingin ditanyakan.


"Hey paman, aku ingin bertanya sesuatu.”


“Apa itu??”


“Apa kau tinggal sendiri di hutan yang luas ini?? Ketika berburu monster bersamamu, aku bahkan tidak melihat satu rumah pun selain milikmu ini.”


“Memangnya kenapa jika hanya aku yang tinggal disini?” tanya Richard.

__ADS_1


“Yah menurutku itu sama sekali tidak menyenangkan. Bukankah lebih baik memiliki kerabat di sekitarnya ataupun teman yang bisa diajak bicara?? Mungkin hal itu juga bisa membantuku agar aku semakin kuat.”


Kerabat dekat ya?? Apa aku pernah memilikinya??


Ucapan dari Dom membuat Richard berpikir tentang sesuatu yang mungkin bisa membantu Dom.


“Hahaha tentu saja aku memiliki banyak teman, aku hanya belum mengenalkannya padamu. Setelah kau semakin kuat, mari kita pergi ke tempat tersebut.


“Apa kau serius paman?”


“Tentu saja ahahaha,” Richard mengeluarkan wajah mantapnya.


Karena Richard sudah berjanji untuk membawa Dom menemui rekannya, membuat semangat Dom bertambah berkali-kali lipat. Ia terlihat seperti menikmati latihan yang diberikan oleh gurunya. Bahkan ketika ditambah, Dom sama sekali tidak marah.


Bukankah ini cukup gawat jika anak ini berlatih sangat keras.


“Hyaaa!!!” teriak Dom dengan begitu semangat.


Kenapa dia ingin sekali aku memiliki rekan ... sepertinya aku harus menggunakan itu.


Beberapa hari setelahnya, Dom berhasil menjadi lebih kuat dalam sekejap. Richard sendiri terkejut dengan perubahan yang dialami Dom, meskipun usianya baru 5 tahun, tapi kemampuannya dalam menyerap segala sesuatu yang dia berikan sangat baik.


Dom mengikuti Richard menuju suatu tempat yang tidak jauh dari rumahnya.


“Sebenarnya kita akan kemana paman??” Dom melihat-lihat sekitar.


“Sudahlah tidak perlu banyak tanya, cukup ikuti saja kemana aku pergi.”


Setelah berjalan lebih jauh, mereka akhirnya sampai pada suatu tempat yang membuat Dom terkejut.


“Tunggu ... bukankah ini?”


Hallo Teman-teman, karena ini novel pertamaku :) aku ingin minta supportnya dari kalian untuk memberikan like serta komentarnya agar aku bisa terus menghasilkan karya lainnya. Aku juga akan mampir untuk membaca novel milik kalian. Mari kita saling membantu agar karya kita bisa dibaca oleh banyak orang.

__ADS_1


Terima Kasih!!!!


__ADS_2