
Sekilas pertarungan tersebut menjadi sangat dahsyat, bahkan ledakan dari bentrokan sihir mereka terlihat di beberapa kerajaan di sekitarnya.
“Aku tidak percaya ini ….”
Serangan Richard berhasil mengenai tubuh Dom dengan cukup telak. Namun … karena pelindung serta kemampuan regen milik Dom, membuatnya tidak mengalami luka berat.
Richard sendiri tidak habis pikir bagaimana Dom bisa mendapatkan elemen kegelapan.
“Aku tarik kata-kataku waktu itu. Elemen unique benar-benar mengerikan, jika aku berhadapan dengannya ketika dia sudah dewasa, mungkin aku akan habis.”
Sebelumnya Richard berasumsi bahwa elemen unique hanya dilebih-lebihkan oleh orang dan kekuatannya tidak berbahaya.
“Energiku juga sudah mulai menipis, bagaimana cara menghancurkan pelindung itu.”
Aura yang menyelimuti Dom bagaikan sebuah pelindung karena dapat mengatasi serangan yang kuat, bahkan sihir tingkat atas sekalipun. Richard mulai kehabisan ide karena susahnya menembus pertahanan Dom.
Belum sempat Richard memikirkan sebuah solusi, Dom kembali bergerak ke arahnya dengan cepat.
Sial, dia tidak ada lelahnya ....
“Estoc Sword,” Richard kembali mengeluarkan pedangnya untuk menangkis serangan Dom.
Sesaat ketika Dom mendekatinya, Richard menyadari sesuatu bahwa semakin Dom memaksakan diri, maka tubuhnya akan semakin terluka. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya darah yang mengalir keluar.
__ADS_1
Richard harus bisa menyadarkan Dom secepatnya agar dia tidak kehabisan darah.
“Elemen api … Burning Land.” Richard membuat sebuah lingkaran api dengan skala yang cukup besar sehingga membuat Dom tidak bisa bergerak.
Sihirnya berhasil membuat Dom terpojok sehingga menghasilkan celah yang bisa dimanfaatkan oleh Richard.
Bagus … pelindungnya sudah melemah, sekarang saatnya.
“Sadarlah sialan!!! Teriak Richard sambil mengeluarkan sihir.
“Elemen api … Meteoric Buster.” Sebuah tinju yang sangat kuat berhasil mengenai perut Dom dengan telak.
“Grrrrraaaaaaa!!!” teriak Dom yang kesakitan karena terkena sihir Richard.
Untungnya, Richard berhasil menembus pertahanan kuat milik Dom. Kalau tidak, mungkin pertarungan mereka masih terus berlanjut.
Karena tinju kuat Richard, Dom terluka cukup parah. Hal tersebut terjadi karena kemampuan regennya menghilang di saat-saat terakhir.
“Hah … hah … hah … akhirnya kau sadar juga.” Richard cukup kelelahan karena menggunakan mana yang sangat banyak.
Tidak kusangka aku menggunakan banyak sekali energi hanya untuk menghadapi seorang bocah berumur 7 tahun. Mungkin kejadian ini hanya bisa terjadi satu kali dalam hidupku.
“Hah ... padahal aku baru saja mengobatimu, dasar ceroboh.” Richard melihat kondisi Dom kemudian membawanya agar bisa diobati.
__ADS_1
Ketika dia ingin membawa Dom menuju rumahnya, Richard tidak sadar bahwa tempat tinggalnya ikut terbakar akibat pertarungan dari mereka berdua, tanpa sengaja Richard menjatuhkan Dom yang sedang terluka sebagai reaksi spontan.
“Ru … ru … rumah … RUMAHKU!!!” teriak Richard yang mulai memasang wajah idiotnya.
“Aku butuh waktu yang sangat lama untuk membangun ini, SIALAN!!!” Karena rumahnya terbakar, Richard jadi mengabaikan Dom yang tergeletak di tanah.
Karena hal tersebut, Richard akhirnya membawa Dom ke rumah Octo agar dia dapat beristirahat dengan tenang.
Di kediaman Octo.
“Tuan, luka yang ada pada anak ini cukup parah … aku takut dia akan berbaring di tempat tidur cukup lama,” ungkap Octo yang mengkhawatirkan Dom.
“Sepertinya kau baru melihat bocah itu terluka. Tenang saja, Dom memiliki kekebalan tubuh yang sangat kuat. Aku sendiri tidak tau kenapa, tapi luka pada tubuh Dom bisa sembuh dengan sangat cepat.” Richard kemudian berjalan meninggalkan Octo.
“Aku titip Dom untuk beberapa saat, aku perlu memperbaiki rumahku.” Richard memberi gestur tangan yang melambai kepada Octo.
“Baik tuan.” Octo menundukan kepalanya sebagai tanda hormatnya kepada Richard.
Dengan begini … bocah tersebut dapat menjadi lebih kuat. Yah ... mungkin aku akan memberinya hadiah ketika dia sadar nanti.
“Sekarang, dimana aku bisa mencari bahan untuk membangun rumahku kembali.”
Bersambung ....
__ADS_1