
Richard merasakan firasat buruk setelah melihat senyum dari Lyfa.
“Jangan-jangan ….” Richard yang tau akan jawaban selanjutnya.
“Tentu saja dengan pengetahuanku, sesuatu yang mustahil bisa saja dilakukan.”
“Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dari kami? Aku tidak ingin karena ulahmu ini membuat Dom dalam bahaya,” seru Richard.
“Percayalah, aku tidak berniat menyembunyikan apapun. Hanya saja, aku menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya,” balas Lyfa yang sepertinya masih mencoba berbohong.
Cih dia ini ….
“Tadi kau bilang jika inti mana diibaratkan dengan jantung? Lalu bukankah sangat mustahil memasukan satu jantung lainnya ke dalam tubuh makhluk hidup dengan paksa?” tanya Dom.
“Ya kau benar anak pintar. Namun … karena itulah alasanku mengundangmu untuk kembali datang kesini.”
“Apa maksudmu?” tanya Dom yang masih tidak mengerti.
“Dom, aku tau di usiamu yang saat ini, kau ingin lebih banyak bermain juga menghabiskan waktumu bersama orang yang kau cintai. Tapi … kesempatan ini mungkin hanya bisa kau dapatkan sekali seumur hidupmu.”
“Apa benar-benar seberharga itu? Lalu apa itu?”
“Tentu saja aku sedang membicarakan sebuah inti mana.”
“Hah?! Bukankah tadi kau bilang?”
“Benar, umumnya itu tidak akan bisa kita dapatkan, tapi … berbeda dengan saat ini. Tentunya rahasia ini hanya diketahui oleh para Dryad saja.”
Dom dan Richard hanya menyimak tanpa sepatah kata apapun karena mereka mencoba mendengarkan rahasia tersebut.
“Mungkin kalian sudah tau hutan ini terbagi menjadi 3 bagian, apakah kalian tau alasan sebenarnya?” tanya Lyfa.
Dom dan Richard hanya menggeleng-geleng kepala yang menandakan mereka tidak tau apapun.
“Ratusan tahun lalu, hutan ini tidak terpisah menjadi 3 bagian melainkan utuh dalam satu wilayah. Keberadaan Terraria merupakan anugerah bagi penduduk tempat ini karena begitu banyak sumber makanan yang bisa diperoleh dengan cuma-cuma.”
“Hanya saja, semua keindahan itu lenyap ketika dia datang.”
“Dia siapa?” Richard menyela dengan spontan.
Lyfa tidak menanggapi omongan Richard dan terus melanjutkan ceritanya.
“Mungkin kejadian ini merupakan sebuah kenangan kelam bagi kami penghuni hutan ini. Aku bahkan baru pertama kali melihat sihir yang meluap-meluap bahkan melebihi kekuatan sebuah kerajaan. Mungkin, orang itu juga adalah salah satu pemilik elemen summon terkuat di dunia ini.
“Hanya dengan jentikan jarinya, dia bisa memporak-porandakan tempat ini dan merubah Hutan Terraria menjadi sebuah tempat yang menyeramkan. Selain itu, dengan elemennya, ia memanggil banyak sekali monster kuat untuk mengambil alih tempat ini.
“Kami bangsa Dryad hanya bisa pasrah karena tidak mampu mengalahkan orang itu. Bahkan sebagian dari kami lenyap setelah menerima serangan dari elemen kedua miliknya. Yaitu kegelapan.”
__ADS_1
“Kegelapan?” tanya Dom.
Berarti dia sama sepertiku?
“Maka dari itu aku bisa langsung mengetahui elemen milikmu karena aura yang dipancarkan begitu mirip dengannya.”
“Bukankah jika begitu, seharusnya kau menaruh dendam pada pemilik elemen kegelapan?” seru Richard.
“Normalnya seperti itu. Namun … aku tidak merasakan bahwa Dom akan menggunakan kekuatan tersebut untuk kejahatan. Untuk itu, aku mencoba untuk percaya padanya."
Dom hanya tersenyum melihat Lyfa begitu yakin dengan ucapannya tersebut.
“Jadi siapa nama orang tersebut?”
Pertanyaan tersebut tidak ditanggapi oleh Lyfa. Ia malah melanjutkan penjelasannya.
“Semakin dalam area ini, maka monster yang ditemui akan semakin berhbahaya. Hanya saja, dari semua monster yang dia lepaskan, terdapat beberapa monster yang memiliki sebuah inti mana.”
“Bukankah seharusnya monster memiliki inti kehidupan?” tanya Dom.
“Inti kehidupan hanya berlaku untuk monster dengan tingkat yang langka. Salah satunya adalah Mystical Spirit Beast dan sejenisnya. Sedangkan dalam kasus ini, semua tipe monster bisa menjadi sangat kuat jika ditanamkan sebuah inti mana pada tubuhnya.”
“Hey hey nona peri, kenapa penjelasanmu sangat tidak masuk akal. Itu membuatku semakin tidak mengerti,” ujar Richard.
“Lalu, apa kau bisa mengerti tentang penjelasanku sebelumnya Dom?” tanya Lyfa.
“Maka itu sudah cukup.”
Karena di dunia sebelumya Dom sering membaca serta dapat mengingat dengan baik, membuatnya tidak terlalu mempermasalahkan penjelasan dari Lyfa. Berbanding terbalik dengan Richard yang berusaha memahami sambil berpikir dengan keras.
Meskipun pada akhirnya tidak ditanggapi oleh Lyfa.
Cih dasar peri sialan!
“Tadi kau bilang seekor monster memiliki inti mana? Apakah hal itu mungkin?!”
“Mereka disebut dengan monster mutasi. Semakin banyak inti mana yang diserap, maka kekuatan dari monster tersebut akan berada dalam tingkatan yang berbeda. Apa kau mau tau kenapa aku menjelaskan semua ini padamu?”
“Emm agar aku mencari monster tersebut?” tanya Dom.
“Yah itu juga benar, tapi bukan itu maksud dari pertanyaanku. Inti mana hanya bisa didapatkan dengan mengambilnya secara paksa dari tubuh manusia. Yang artinya, orang yang menyerang hutan ini sudah membunuh banyak sekali manusia.”
“Yang benar saja?!”
Apa-apaan orang itu?! Apa dia tidak punya hati nurani sama sekali?!
“Mungkin kau belum tau hal ini. Tapi jika manusia mati, maka inti mana yang ada dalam tubuhnya juga ikut lenyap-”
__ADS_1
“TUNGGU! Maksudmu dia?!” Dom menyela ucapan Lyfa.
“Ketika pihak yang dikalahkannya sedang dalam kondisi pingsan ataupun sekarat. Dia mengambil inti mana tersebut secara paksa, kemudian memindahkannya ke dalam tubuh seekor monster.
“Monster yang memiliki sebuah inti mana dapat berbicara layaknya seorang manusia. Selain itu juga, mereka akan patuh kepada orang yang sudah membangkitkannya.”
“Ja-di maksudmu aku harus-” ucapan Dom terhenti karena dipotong oleh Lyfa.
“Aku tau kau tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Cukup ambil inti mana di dalam monster mutasi tersebut, dengan begitu, kau tidak perlu melukai siapapun.”
“Ah aku lega mendengarnya-”
“Hanya saja … tidak semua inti mana dalam monster tersebut cocok dengan tubuhmu,” Lyfa kembali menyela ucapan Dom.
“Dalam hal ini aku tidak mengerti,” ucap Dom.
“Tunggu tunggu tunggu. Kenapa aku semakin tidak yakin dengan ucapanmu?” tanya Richard yang semakin hilang dari percakapan.
“Inti mana yang berasal dari monster sedikit berbeda jika didapatkan langsung pada manusia. Tentunya tingkat energinya sudah semakin berkurang. Tapi, meskipun berbeda, peluang untuk mendapatkan sebuah inti mana tetap ada.”
“Jika disimpulkan dari penjelasanmu. Itu berarti, kemungkinan aku mendapatkan sebuah inti mana yang cocok dengan tubuhku sangatlah kecil. Bukankah begitu?” tanya Dom.
“Bisa dibilang benar, namun juga tidak. Semua itu tergantung dari usahamu. Terlebih aku tidak tau inti mana seperti apa yang cocok dengan tubuhmu. Mungkin saja kau bisa langsung mendapatkannya ketika mengalahkan monster dengan inti mana yang lemah hahaha.”
“Apa benar begitu?” tanya Dom dengan wajah cerita.
“Hey apa kau percaya begitu saja dengan penjelasan tidak masuk akalnya?” seru Richard.
“Emm ….” Dom berpikir dalam lamunannya.
Benar juga. Tapi meskipun banyak yang tidak masuk akal, entah kenapa semua penjelasannya bisa dipercaya.
“Yah aku sendiri tidak terlalu yakin karena aku belum pernah melihat secara langsung ada orang yang memindahkan sebuah inti mana ke dalam monster. Jadi segala kemungkinan bisa terjadi."
"Ah tolong jangan membuatku menjadi ragu," ujar Dom.
“Sebenarnya dahulu sebuah kerajaan pernah membuat quest untuk membasmi monster yang ada di Hutan Terraria. Tepatnya setelah insiden kehancuran. Namun karena tidak ada yang selamat, akhirnya quest ini dihilangkan dan banyak orang menyebutnya sebagai Lost Quest.”
“Lost Quest?”
“Sebuah quest yang setara dengan tingkat A. Menurutku ini sangat cocok untukmu saat ini. Tentu saja aku tidak memaksamu untuk melanjutkan quest tersebut. Tapi, setidaknya aku sudah memberikan terbaik untuk meningkatkan kekuatanmu.”
Quest tingkat A ya? Apa aku bisa melakukannya?
“Jadi, dimana semua monster tersebut berada?”
“Tentunya kau sudah tau itu. Hutan Terarria bagian dalam.”
__ADS_1
Bersambung ....