Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 28: Siuman


__ADS_3

Sepuluh hari sudah berlalu. Tapi ... Dom masih belum membuka matanya. Tentunya hal tersebut membuat Octo sedikit cemas karena dia belum pernah melihat Dom pingsan selama ini.


Terlebih, masih belum ada kabar dari Richard setelah dia berencana untuk membangun kembali rumahnya.


“Ahh ... sebenarnya dia ini pingsan atau mati? Memang benar luka yang ada pada tubuh Dom perlahan membaik, hanya saja aku tidak menyangka dia akan pingsan selama ini,” ujar Octo.


Akhirnya pada hari ke 12, Dom terbangun dari tidurnya. Namun seperti biasa, Dom tidak ingat dengan apa yang terjadi setelah kehilangan kesadarannya.


“Dimana ini??” tanya Dom yang baru saja membuka matanya.


“Kau ada di rumahku.” Octo menyiapkan beberapa makanan dan minuman.


Kenapa aku bisa berada di rumah Paman Octo??


“Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa aku bisa ada di sini?”


Lagi-lagi aku tidak bisa mengingat apapun ….


“Hmm apa kau tidak ingat dengan apa yang kau lakukan sebelumnya?” Octo memberi Dom makanan.


“Yang aku ingat terakhir kali hanyalah berlatih untuk membangkitkan wadah manaku, setelah itu aku hanya bermimpi indah dan tidak ingat apa-apa hahaha.”


Dom berkata seperti tidak ada masalah, padahal dia tidak tahu bahwa banyak sekali kerusakan yang terjadi akibat ulahnya.


Agar Dom tidak banyak tanya. Richard meminta Octo untuk menjaga rahasia tentang kejadian tempo hari.

__ADS_1


“Sudahlah ... lebih baik kau habiskan makananmu kemudian cobalah untuk berjemur di luar.” Octo pergi meninggalkan Dom.


Cih, selalu saja tidak pernah asik. Tapi … terima kasih sudah merawatku.


Setelah menghabiskan sarapannya, Dom mulai berjalan keluar rumah untuk menstabilkan kondisi tubuhnya, banyak warga desa yang menyambutnya termasuk teman-temannya.


“Akhirnya kau sadar juga, aku sangat mengkhawatirkanmu adik kecilku,” ungkap Rebecca sambil memegangi pipi Dom..


“Hahaha kau pingsan lama sekali Dom, aku sempat berfikir bahwa tidak akan melihatmu lagi.” Matias memeluk Dom dengan cukup erat.


“Huaa ... aku kira tidak akan melihatmu lagi adik kecil.” Gabby memeluk Dom lebih erat dari pada Matias sehingga membuatnya sesak nafas.


“Aku baik-baik saja dan tolong lepaskan, aku tidak bisa bernafas …,” wajah Dom membiru karena tidak mendapat udara.


“Hahaha maaf-maaf.”


Sebenarnya apa yang sudah terjadi??? Aku hanya ingat ketika berhasil membangkitkan elemen tanah saja. Setelah itu ada yang berbisik kepadaku untuk terus mengeluarkan kekuatanku, tapi aku malah pingsan.


“Oh iya ngomong-ngomong dimana Paman Richard?” Dom mengarahkan pertanyaan tersebut kepada Octo.


“Tuan Richard sedang membangun rumah sehabis bertarung denganmu-” Octo tidak sengaja memberitahu Dom tentang hal penting.


Oh tidak, kenapa aku bisa keceplosan ….


“Aku bertarung dengan Paman Richard??!! Sebaiknya aku menemuinya.” Dengan langkah cepat Dom pergi meninggalkan Octo beserta teman-temannya yang lain.

__ADS_1


“Tunggu nak ... Tuan Richard sedang tidak ingin diganggu-” ucapan Octo sudah tidak terdengar oleh Dom karena dia sudah berlari sangat cepat.


Ah aku rasa sudah percuma melarangnya sekarang, semoga Tuan Richard tidak marah padaku.


Meskipun kondisinya masih belum stabil, Dom memaksakan diri untuk bergerak dengan cepat karena begitu penasaran dengan apa yang terjadi. Setelah melihat keadaan rumah, Dom begitu terkejut.


“Loh?? Ini rumah siapa??” tanya Dom yang kebingungan.


“Wahahah kau sudah sadar rupanya bocah?” teriak Richard dari kejauhan.


Ksatria karbit itu ... bukankah aku sudah memberitahunya untuk menahan bocah ini beberapa hari. Untung saja rumah yang kubangun sudah hampir selesai.


Dom melihat sekeliling karena tempat yang biasa dia lihat sangat berbeda dan begitu asing. Tapi ada hal lebih penting yang Dom ingin tanyakan.


“Apa benar yang diucapkan oleh Paman Octo, bahwa aku bertarung denganmu?” tanya Dom dengan tatapan yang serius.


Richard terdiam beberapa saat karena berusaha mencari sebuah alasan untuk membohongi Dom, tapi semakin dia memikirkannya semakin ia tidak bisa melupakan kejadian yang menimpa dirinya waktu itu.


Dasar Octo sialan, setelah ini aku pasti akan meledakanmu.


“Masuklah terlebih dahulu, setelah itu kita akan membicarakannya sambil makan malam.”


“Hmm baiklah.” Dom masuk ke rumah yang baru dibangun oleh Richard.


“Hey lepas sepatumu anak nakal, aku baru saja membersihkan lantai itu!!!” teriak Richard yang melihat Dom masuk tanpa melepas alas kakinya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2