
Richard dan Dom kembali melanjutkan perjalanan untuk masuk ke dalam hutan. Setelah beberapa waktu berlalu, matahari mulai tidak bisa terlihat yang menandakan pepohonan sudah mulai semakin rimba.
“Sepertinya kita sudah mau memasuki bagian tengah hutan,” ungkap Richard
“Aku tidak sabar ingin bertemu Peri Lyfa. Kira-kira bagaimana kabarnya saat ini?” tanya Dom.
“Yah kau akan segera mengetahuinya,” jawab Richard.
Ketika perjalanan hampir mencapai bagian tengah yang merupakan tempat tinggal dari Lyfa.
“Tidak!!”
Terdengar suara teriakan dari jarak yang tidak terlalu jauh dari posisi Dom dan Richard.
“Suara itu? Bukankah itu Peri Lyfa?”
“Kau benar Dom.”
“Sepertinya ada sesuatu yang terjadi padanya, ayo Paman!!!” Dom berlari dengan cepat menuju tempat Lyfa.”
Richard mengikuti dari belakang sambil penasaran apa yang sebenarnya terjadi dengan Lyfa. Akhirnya mereka tiba tengah hutan dengan langkah yang tergesa-gesa disertai wajah siap tempur.
“Peri! Apa yang terjadi??” tanya Dom yang nafasnya hampir habis karena berlari sangat cepat diikuti Richard dari belakang.
Seharusnya itu adalah suara ketika suatu pihak sedang diancam oleh pihak lain. Hanya saja ….
“Loh kalian?” Terkejut dengan kedatangan Dom dan Richard.
“Apa suara itu dari kau Peri Lyfa?” tanya Dom.
“Ah benar sekali, tapi itu hanya reaksi spontanku hahaha.” Memegang cangkir yang tumpah.
Sebenarnya teriakan Lyfa terjadi karena dia tidak sengaja menumpahkan minuman yang sudah dia buat dengan susah payah. Kemudian dia menjelaskan itu kepada mereka berdua.
“HAH??? JADI HANYA KARENA ITU?” seru Dom yang kesal.
“Ahaha aku minta maaf sudah mengejutkan kalian.”
Bodohnya aku sudah berlari susah payah demi dirinya.
Sebenarnya Richard ikut kesal, namun karena takut Lyfa berkata macam-macam. Ia memilih untuk marah di dalam hati saja.
“Hah … hah … huh.”
Sialan, menghabiskan tenagaku saja.
“Jadi, ada perlu apa kalian kesini?” tanya Lyfa.
“Hey bukannya kau ingin memberitahu sebuah rahasia kepada anak itu?” seru Richard.
“Oh jadi kau ingat dengan ucapanku anak muda?” Lyfa kembali menjadi agresif dengan mendekati Dom sambil memegangi pipinya.
“Apa yang kau lakukan nona?” tanya Dom yang merasakan sinyal bahaya.
“Tenang saja, ini tidak akan lama.” Lyfa berniat untuk menciumnya.
Ah aku sudah menduga akan seperti ini ….
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Dom langsung berpindah posisi.
“Maaf saja peri, tapi jika aku kemari hanya untuk digoda olehmu. Sebaiknya aku kembali saja,” tegas Dom.
__ADS_1
“Hahaha kau memang anak yang menarik. Baiklah, untuk kali ini, aku akan menyerah untuk mendapatkanmu. Tapi nanti, mungkin aku tidak akan bersikap lembut lagi.” Lyfa kembali menatap Dom dengan tajam.
Hih … kenapa seleranya harus orang sepertiku.
“Lalu, apa kalian sudah bertemu dengan temanku sewaktu di Gunung Greenfield?” tanya Lyfa.
“Maksudmu Helen? Tentu saja, bahkan dia hampir membunuhku dan Paman Richard.”
“Ahaha dia memang seperti itu, jadi jangan terlalu membencinya.”
“Kenapa kau tidak bilang sebelumnya bahwa dia itu adalah bawahanmu?” tanya Dom.
“Yah, kalau tidak begitu. Tentu saja tidak akan menarik ahaha.”
“Kenapa kau tertawa! Aku hampir saja mati peri sialanl!” teriak Dom.
Dibanding Helen, mungkin aku lebih membenci penunggu tempat ini ….
“Jadi nona penjaga hutan. Bisakah kita melanjutkan pembicaraan sebelumnya?” tegas Richard yang seperti tidak ingin basa-basi.
“Ah padahal aku masih ingin berbincang dengan kalian. Yah, mungkin itu bisa dilakukan setelah ini.”
“Emm Peri Lyfa, kenapa kau bisa tau bahwa aku pengguna dua elemen? Dan lagi, aku bahkan belum menyebutkan yang satunya lagi …,” ujar Dom.
“Kau pikir aku siapa nak? Aku adalah seorang Dryad. Wajar bagiku untuk bisa merasakan aura dari tiap makhluk hidup di dunia ini.”
“Apa?!”
“Kau tidak perlu terkejut, terlebih ini baru rahasia kecilku saja,” ujarnya sambil tersenyum.
Lyfa memandangi Dom dengan cukup lama sehingga membuatnya salah tingkah.
Ada apa dengannya? Kenapa dari tadi dia menatapku seperti itu?!
“Tenanglah tuan tampan. Aku hanya mengukur batas kekuatan dari anak ini.”
Meski begitu, Lyfa tetap melakukannya sambil menggoda Dom.
Ah … tetap saja dia berusaha mencari kesempatan dalam kesempitan.
“Yah, sepertinya kau berlatih sangat keras dalam tiga tahun ini. Inti mana milikmu jadi lebih stabil dari sebelumnya. Mungkin, kau bisa melakukanya.”
“Apa maksudmu?” tanya Dom yang tidak mengerti arah pembicaraan dari Lyfa.
“Sebelum itu, apakah selama latihan menggunakan elemen kegelapan, kau selalu tidak bisa mengontrolnya dan pada akhirnya menjadi hilang kendali?”
“Kenapa kau bisa mengetahuinya?!”
Rasanya semua elemen yang kudapatkan selalu menemui kendala sebelum menggunakannya ….
“Bukankah sebelumnya sudah kubilang bahwa Dryad mengetahui banyak hal.”
“Setelah berhasil menyempurnakan elemen tanah. Aku sering kali mencoba untuk mengontrol kekuatan yang ada pada elemen ini.”
“Lalu apa yang kau dapatkan?”
“Yah, berkat itu, aku sedikit bisa mengontrol elemen kegelapan, meskipun hanya bisa bertahan selama beberapa menit saja. Setelah itu, kepalaku menjadi sakit dan tanpa sadar aku sudah hilang kendali.”
“Hoo … tidak kusangka kau mampu melakukan itu …,” seru Lyfa.
“Hey apa kau ingin membuat kami seperti orang bodoh yang selalu bertanya. Setidaknya lanjutkan penjelasanmu,” tegas Richard.
__ADS_1
“Ah tuan tampan ini selalu tidak sabaran. Apa boleh aku bercerita tentang dirimu?” tanya Lyfa dengan nada yang sedikit mengancam.
“Cih baiklah aku tidak akan banyak bicara.”
“Jadi, terhambatnya lajur kekuatanmu itu disebabkan karena inti mana yang kau gunakan tidak sesuai dengan wadah yang kau tampung.”
“Apa lagi ini?” tanya Dom yang semakin penasaran.
Lyfa lalu menjelaskan beberapa hal yang tidak dimengerti oleh Dom. Sebenarnya Richard juga baru tau akan hal ini, tapi dia berusaha untuk bersikap santai meskipun dalam hatinya terdapat rasa ingin tau yang lebih.
“Di dunia ini, manusia memiliki batasan mana agar mereka dapat menggunakan sihir. Normalnya manusia hanya bisa memiliki satu inti mana dalam tubuhnya. Tapi ada satu kondisi dimana manusia harus menggunakan 2 inti mana dalam dirinya.
“Jika aku beri contoh, sama halnya jika manusia sangat mustahil jika memiliki 2 jantung. Tapi pada kasus tertentu, yang seperti itu bisa saja terjadi,” cerita Lyfa.
“Lalu apa hubungannya dengan elemen milikku??” Dom semakin bingung.
“Elemen dengan tingkatan unique atau diatasnya memiliki kriteria tertentu agar bisa disempurnakan. Sama halnya dengan elemen tanah yang membutuhkan sebuah komponen untuk membangkitkannya.
Ah benar juga, sebelumnya elemen tanahku kan berada dalam tingkat unique.
“Lalu alasanku menjadi hilang kendali?”
Lyfa mendekat ke arah Dom sambil membisikan sesuatu ke telinganya tanpa bisa didengar oleh Richard.
“Tentu saja itu karena penolakan yang ada dalam tubuhmu. Terlebih elemen ini didapatkan dari seekor mystical spirit beast.”
Seketika Dom menjadi terdiam disertai dengan wajah yang begitu panik dan pucat.
Ke-kenapa dia bisa tau sampai sejauh itu?!
“Jangan-jangan kau-”
“Shutt! Aku tau kau belum menceritakannya pada gurumu. Jadi cukup menjadi rahasia kita … okey?”
Karena takut tersebar, Dom hanya menurut saja. Sementara itu, Richard menjadi kesal karena merasa diabaikan.
Apa yang sedang mereka bicarakan sebenarnya?!
“Hey jika kau berbicara yang tidak-tidak kepada Dom. Maka aku tidak akan diam saja!” teriak Richard.
“Tenanglah tuan tampan, aku hanya berdiskusi sedikit dengannya. Bukankah begitu sayang?” melirik ke arah Dom.
“Ahaha seperti itulah.”
Sebenarnya siapa identitas asli dari peri ini?! Aku bahkan masih tidak percaya situasi ini ….
“Baiklah akan kulanjutkan. Kesadaranmu akan menghilang jika kau memaksakan untuk terus mengeluarkan elemen itu. Terlebih, untuk kasus ini, elemen tingkat atas hanya boleh mengisi satu inti mana saja.
“Berbeda dengan tingkat normal dan spesial yang bisa membagi energi dalam satu inti mana.”
Apa benar begitu? Kenapa aku baru mendengar hal ini ….
“Tunggu dulu, jika penjelesanmu benar. Bukankah itu berarti, Dom tidak akan bisa menggunakan elemen kegelapan seumur hidupnya?”
“APA?!” Dom menjadi panik.
“Memang benar Dom hanya memiliki satu inti mana,” seru Lyfa.
“Sayang sekali nak-” ucapan Richard dipotong.
“Tapi! Apa menurutmu aku menyuruhnya datang kesini hanya untuk mengatakan hal seperti itu?”
__ADS_1
“Hey hey jangan bilang kau?”
Bersambung ....