Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 42: Tersesat


__ADS_3

Karena lupa bertanya mengenai lokasi detail dari keberadaan Imperial Stone, membuat Richard dan Dom berulang kali tersesat di tengah Hutan Pinewood hingga matahari mulai terbenam.


Richard yang saat ini menjadi pemandu jalan tidak dapat menemukan rute dengan benar, sehingga kerap kali menemui jalan buntu. Ditambah lagi, peta  yang diberikan oleh Lyfa sangat tidak masuk akal sehingga susah untuk di pahami.


Karena dirasa berbahaya melanjutkan perjalanan pada malam hari. Richard memutuskan untuk mendirikan tenda di tengah hutan agar bisa digunakan sebagai tempat untuk istirahat, sekaligus mengisi energi untuk perjalanan besok.


Kondisi terkini di tengah Hutan Pinewood.


“Ah kenapa kita jadi tersesat begini, semua ini karenamu Paman!!!”


“HAH?? Apa kau bilang?!”


“Katanya kau sudah pernah kesini, tapi kenapa kita malah tersesat di hutan yang menyeramkan ini. Ditambah lagi suara-suara disini mengerikan,” Dom mengamati situasi.


“Nguk … nguk …,” suara beberapa binatang malam.


“Uwaaa aku ingin pulang saja!” seru Dom dengan wajah ketakutan.


“Dasar bocah cengeng, sementara kita istirahat disini. Bantu aku membenarkan tenda ini,” ujar Richard.


Setidaknya buatlah suasana agar tidak mencekam dasar orang tua.


“Hemm ... baiklah.”


Setelahnya mereka mencoba untuk istirahat sambil menunggu pagi tiba. Namun, karena Dom adalah anak yang penakut membuatnya tidak dapat tidur dengan tenang. Ditambah lagi, banyak suara monster berkeliaran di sekitar tenda mereka.


“Wushhh …,” suara beberapa monster yang mengamati.


Uaaa apa itu ….


“Jika begini terus, aku tidak bisa tidur sampai pagi,”


“Hey Paman, apa tidak ada tempat yang lebih ba-”

__ADS_1


“Ngook …,” suara tidur Richard.


“Hey, kenapa kau cepat sekali tidur!!! Apa kau tidak takut sama sekali dengan kondisi seperti ini?? Ah ... sudahlah percuma saja aku berbicara, alam kita sudah berbeda.” Dom kembali mencoba tidur.


Saat kondisi mulai tenang, tiba-tiba dari arah selatan terdengar suara monster yang sangat keras sehingga mengganggu istirahat mereka.


“Heh suara apa itu??!! Ayolah aku sudah hampir bermimpi tadi ....”


“Hoamm ... apa yang terjadi?” Richard terbangun dari tidurnya.


Karena teriakan monster semakin keras. Richard dan Dom tidak bisa beristirahat dengan tenang. Setelahnya ….


“Boom!” terdengar bunyi ledakan.


“Ledakan? Tidak mungkin itu ulah Monster, sepertinya ada manusia juga disini. Hey Dom segera kemasi barang lalu kita akan pergi ke tempat tersebut,” ujar Richard sambil memantau keadaan.


“HEH?! Apa kau bercanda, kenapa kita harus datang kesana? Bukankah disini lebih baik …,” seru Dom dengan nada panik.


“Sudahlah percaya padaku, lagipula kita harus saling menolong sebagai sesama manusia.” ungkap Richard dengan wajah mantapnya.


“Kau hanya mengira-ngira, bagaimana jika disana tidak ada manusia?”


“Jangan banyak bicara dan ikuti gurumu saja,” seru Richard.


Cih … kenapa petualanganku dipenuhi lika-liku seperti ini ….


Setelah mengemasi barang masing-masing.


“Baiklah kalo begitu, kita harus cepat!!!”


Mereka bergerak menuju ke lokasi terjadinya ledakan. Butuh waktu yang cukup lama mengingat jarak antara tempat mereka dengan suara ledakan cukup jauh. Ditambah lagi, kondisi Dom dan Richard masih dalam keadaan mengantuk karena belum cukup tidur.


Saat tiba di lokasi, Dom terkejut karena ternyata apa yang dikatakan oleh Richard benar.

__ADS_1


Wuaa … ternyata memang ada manusia disini. Aku tidak mengira pak tua ini mempunyai penglihatan masa depan.


Saat ini manusia yang dimaksud oleh Dom sedang bertarung dengan monster Rank A. Namun … Richard tidak terfokus dengan pertarungan melainkan pada lambang yang dikenakan oleh orang tersebut.


Lambang itu? Sepertinya aku pernah melihatnya … tunggu, bukankah itu lambang Head Hunter? Kenapa serikat kegelapan bisa berada disini! 


Kalau begini bisa gawat! Terlebih Dom ada disini, tapi … aku tidak boleh bertindak secara gegabah.


“Hei Paman, orang itu sedang bertarung dengan monster kuat, kita harus menolongnya!” teriak Dom.


Pria itu melirik ke arah Dom dan Richard.


Manusia? Kenapa bisa ada di tempat ini? Ditambah lagi, salah satunya …. 


“Dom berhati-hatilah, orang itu cukup berbahaya!” teriak Richard.


“Grooaaaaaaaa!!!” suara Monster.


Ketika mereka dibingungkan dengan kehadiran masing-masing, Monster tersebut mengambil keuntungan dengan menyerang balik.


Monster ini mengeluarkan sinar laser dari mulutnya yang mengarah langsung ke orang misterius tersebut.


“Boom!!!” Ledakan terjadi.


“Cih … untung saja aku sempat menggunakan sihir pelindung. Jika tidak mungkin aku akan terluka cukup serius.”


“Paman, aku tidak tau apa masalahmu dengannya, tapi aku harus menolongnya!” Dom berlari menuju ke arah orang misterius tersebut.”


“Dom jangan!!! Ah menyusahkan saja” Richard mengejar Dom.


Bersambung ....


Maaf Baru Update, Authornya baru sembuh dari sakit :)

__ADS_1


Kalau boleh di review ya setiap chapternya agar author bisa mengembangkan cerita ini lebih menarik lagi.


Salam novel fantasi!


__ADS_2