Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 6: Sihir


__ADS_3

“Sudah beberapa hari aku menjalani hidup baru bersama dengan Paman Richard. Berkatnya, aku sedikit mengerti tentang sesuatu dunia ini, ya ... meskipun masih banyak yang belum aku ketahui. Paman Richard adalah orang yang sedikit keras, namun dia juga terkadang bisa bersifat seperti anak-anak.


"Aku sendiri tidak mengerti jalan pikirannya. Namun ... aku bersyukur karena yang menyelamatkanku adalah orang baik. Namaku Davian, tapi karena beberapa hal aku merubahnya menjadi Dom. Jadi, mulai saat ini hidup baruku adalah menjadi seorang Dom Silvestre."


“Hey bangunlah anak kecil,” Richard membangunkan Dom dari tidurnya.


“Ah sebentar lagi tua bangka,” jawab Dom sambil mengigau.


“Haa ... tua bangka?! Anak setan,” Richard membangunkan Dom dengan melemparkannya menggunakan tinjunya.


“Uaaaaa!” Dom terhempas keluar.


Setelah sarapan pagi, mereka mulai beraktivitas seperti biasa yaitu berburu monster. Tapi, sejak Dom mulai ikut pergi bersama Richard, tidak ada satu monster pun yang muncul.


“Hey paman, apa kau pikir monster itu benar-benar ada??” tanya Dom.


Sebenarnya dia datang dari mana sih? Bahkan dasarnya saja tidak mengerti ....


“Bukankah sudah kubilang bahwa di dunia ini terdapat banyak sekali monster.”


“Awalnya aku percaya, tapi setelah beberapa hari berjalan denganmu, aku mulai meragukan itu.”


“Hoo ... jadi kau tidak percaya denganku?!” ujar Richard yang mulai terpancing emosi


“Kalau begitu buktikan padaku!” teriak Dom yang juga terpancing.


Setelahnya, mereka berpisah ke arah yang berbeda dikarenakan keduanya memiliki gengsi yang tinggi. Namun, ketika memilih jalur masing-masing, nasib sial justru dialami oleh Dom. Dirinya malah bertemu dengan monster yang cukup kuat.


“Oh sekarang aku percaya bahwa monster itu ada. Tapi ... kenapa harus datang padaku dan bukan tua bangka itu!!!” Dom mulai berlari dengan sekencang mungkin untuk mendekati Richard.


“Groaaa!!!” teriakan monster.


Richard yang melihat Dom hanya menontonnya dan belum berniat untuk menolongnya.

__ADS_1


“Hahaha sudah kubilang monster itu ada,” ungkap Richard sambil menunjukan ekspresi puas.


“Berhentilah tertawa dan tolong aku pak tua!!! Aku sudah mencapai batasku,” balas Dom yang sudah berlari cukup jauh.


Oh iya aku lupa kalo bocah ini belum kuajari teknik bertarung.


“Baiklah, menunduklah.”


Dom menuruti perkataan Richard untuk menunduk, tapi monster tersebut malah semakin dekat dan bersiap untuk memakannya.


“Ayolah lakukan sesuatu!” teriak Dom.


“Hehehe lihatlah ini. Elemen api ... Burst Fire!!!” Richard mengeluarkan sihirnya.


“BOOM!!!” tembakan Richard mengenai monster tersebut.


Dom yang pertama kali menyaksikan hal tersebut dalam hidupnya hanya bisa terdiam dan terpana dengan mulut terbuka.


“Woaah, apa yang seperti itu juga ada di dunia ini??” ujar Dom.


“Hebat sekali paman. Bagaimana caranya melakukan hal tersebut??” tanya Dom.


“Wuahaha itu karena aku seorang penyihir legenda,” jawab Richard dengan wajah mantapnya.


Ekspresinya membuatku ingin menghajarnya.


“Sudahlah, tolong bantu aku bawakan daging dari monster tersebut. Setelah itu, aku akan memberitahumu.”


Dom terkejut melihat daging yang ada di monster tersebut karena terlihat serupa dengan hidangan yang selalu dia santap.


“Jadi ... jadi selama ini aku makan daging monster?!” ungkap Dom yang terkejut dan mendadak mual setelah mengetahui hal tersebut.


Meskipun masih trauma, Dom tetap memaksakan diri untuk membawa daging tersebut, karena dia akan kelaparan jika tidak memakannya.

__ADS_1


Setelah Richard selesai menyiapkan hidangannya, barulah Dom kembali bertanya mengenai janjinya.


“Hey cepatlah beritahu aku apa yang kau lakukan barusan,” ungkap Dom.


“Hmm ... yang aku lakukan tadi adalah sihir.”


“Sihir? Memangnya yang seperti itu bisa terjadi?”


“Hadeuhh ... bahkan kau tidak tahu tentang itu??” ucap Richard sambil menepukan tangan ke kepalanya sendiri.


Dom hanya bisa menggelengkan kepalanya karena memang dia tidak tahu apapun.


Hahh ... ini lebih menyebalkan dari yang kukira.


Richard mulai menceritakan mengenai sihir seperti yang sudah digambarkan pada chapter pertama. Dom mencoba untuk mengingatnya, tapi penjelasan yang diberikan oleh Richard terlalu rumit, sehingga Dom tidak begitu memahaminya.


Apa orang ini gila? Mencoba menyampaikan penjelasan yang absurd kepada seorang bocah berumur 5 tahun. Meskipun faktanya usiaku sudah 12 tahun, tetap saja penjelasannya sangat sulit untuk dipahami.


“Aku ini masih berumur 5-6 tahun, mana bisa aku memahami penjelasanmu itu.”


“Ah benar juga, maaf aku tidak pandai dalam hal seperti ini hahaha.”


Akhirnya setelah berjam-jam mendengarkan penjelasan absurd dari Richard, Dom dapat memahami pengetahuan tentang sihir meski pikirannya saat ini seperti mau meledak.


Setelah mendengar ocehannya, aku tidak ingin mendengar penjelasan dari pak tua ini lagi. 


Belum sempat menghabiskan makanannya karena berusaha untuk memahami maksud Richard, Dom tertidur dengan pulas.


“Jadi begitu Dom ...,” Richard selesai menjelaskan sejarah sihir.


Bocah ini ... beraninya tertidur ketika aku sedang bercerita ....


Hallo Teman-teman, karena ini novel pertamaku :) aku ingin minta supportnya dari kalian untuk memberikan like serta komentarnya agar aku bisa terus menghasilkan karya lainnya. Aku juga akan mampir untuk membaca novel milik kalian. Mari kita saling membantu agar karya kita bisa dibaca oleh banyak orang.

__ADS_1


Terima Kasih!!!!


__ADS_2