
Mereka berdua sampai pada sebuah desa yang tidak terlalu jauh dari rumah Richard. Dom hanya melihat-lihat untuk memastikan apakah di tempat tersebut memang ada penghuninya atau hanya sebuah desa yang terbengkalai.
“Kita sudah sampai, selamat datang di Desa Pyro,” ujar Richard.
“Wah kenapa aku baru melihatnya ya, padahal aku merasa sering lewat sini,” ujar Dom sambil melihat sekitar.
“Tempat di sekitar memiliki latar yang serupa, jadi wajar saja kau tidak ingat. Selain itu, orang-orang disini adalah temanku.”
“Hmm kalau ini aku masih ragu,” Dom menatap Richard dengan wajah curiga.
Tiba-tiba terdengar suara manusia dari dalam desa tersebut.
“Tuan Richard, sudah lama tidak bertemu.”
“Ya sudah cukup lama, bukankah begitu temanku hahaha,” ujar Richard sambil menyombongkan diri ke arah Dom.
“Cih," ekspresi Dom cukup kesal.
“Apa? Apa yang kau katakan? Aku tidak mendengarnya,” seru Richard sambil memasang tangannya di kuping kirinya.
“Tuan, siapa anak disebelahmu ini??”
“Perkenalkan dia adalah Dom, saat ini dia tinggal di rumahku.”
Banyak warga yang menyambut kedatangan Dom dengan begitu ramah.
“Ah lucu sekali!”
“Berapa usiamu?”
“Kemarilah nak, aku punya banyak makanan untukmu.”
__ADS_1
“Ah terima kasih, tapi aku hanya mampir sebentar.” jawab Dom.
Ada apa dengan sambutan ini?? Rasanya aku seperti orang penting ....
Sejak Dom dan Richard datang, seluruh penduduk desa keluar dari rumahnya untuk menyambut kedatangan mereka. Tentunya hal tersebut membuat Dom sangat senang, terlebih di dunia sebelumnya, dia jarang sekali mendapatkan sesuatu yang seperti ini.
Setelahnya, Dom dan Richard berbincang-bincang dengan penduduk yang ada di Desa Pyro. Richard terkejut karena melihat Dom bisa berinteraksi dengan baik dengan orang-orang disekitarnya. Padahal sebelumnya dia hanya terlihat seperti orang bodoh, juga lupa ingatan.
Aku penasaran, sebenarnya dia itu lupa ingatan atau memang hanya pura-pura. Cara dia berinteraksi dan berbicara tidak seperti anak usia 5 tahun.
“Paman, kenapa kau melamun?” tanya Dom.
“Ah tidak, ayo kita lanjutkan. Aku ingin mengenalkanmu pada salah satu temanku yang juga mantan seorang ksatria,” ujar Richard.
“Wow, apa dia kuat?” tanya Dom.
“Ya ... cukup kuat untuk bisa melemparmu keluar dari desa ini wahaha,” ejek Richard.
Selesai berbincang-bincang dengan para penduduk, Richard dan Dom berjalan ke desa tersebut lebih dalam untuk bertemu dengan seseorang yang dimaksud oleh Richard. Setelah dia sampai di depan pintu rumahnya, mereka melihat seseorang yang sedang duduk sambil menatap awan.
Badannya kecil sekali, apa dia memang ksatria?
“Apanya yang ksatria, dia lebih mirip seorang pengemis,” Dom melihat ke arah orang kurus tersebut.
“Lalu apakah kau berani menghadapinya?” Richard mulai memancing Dom.
“Tentu saja, ksatria dimatamu hanyalah sebuah mayat hidup dimataku,” Dom menunjuk orang tersebut.
Sepertinya Dom salah mengira bahwa orang yang kurus tersebut adalah seorang ksatria.
“Dia itu hanya orang gila bodoh, orang yang aku maksud sedang berdiri di belakangmu.”
__ADS_1
“Wahaha, tunggu ... APA??!!” teriak Dom yang panik.
Jadi dia bukan?? Tenang Dom, pasti tubuhnya tidak jauh berbeda dengan orang gila itu. Aku hanya cukup berbalik ke belakang dan ....
Ketika pertama kali melihat kebelakang, seluruh tubuh Dom mendadak dipenuhi keringat, ia tidak menduga orang yang dimaksud oleh Richard sudah menunggu di belakangnya sejak lama.
“Siapa yang kau maksud dengan mayat hidup?”
Besar ... besar sekali!!! Bahkan di duniaku tidak ada yang sebesar ini.
“Ahaha jadi kau gorila yang dimaksud oleh paman,” ujar Dom.
Oh tidak, kenapa aku bisa mengejeknya disaat seperti ini!!!
“Hahahaha beraninya dia memanggilmu gorila,” ucap Richard yang seperti memancing kemarahan ksatria tersebut.
Setelahnya, tubuh Dom mulai diangkat oleh ksatria tersebut dan dilemparkan dengan cukup jauh.
"Uaaa!" teriak Dom.
“Paman, kenapa temanmu ini kasar sekali pada seorang anak kecil, aku kan hanya salah berucap,” ujar Dom sambil memegangi kepalanya.
“Ahaha maaf-maaf temanku ini tidak terlalu suka pada anak kecil. Namanya adalah Octo, mulai saat ini dia akan melatihmu meningkatkan kekuatanmu.”
“Jadi begitu ... tunggu, APA??? GORILA INI MELATIHKU??!!” teriak Dom yang kemudian kembali dihempaskan oleh Octo.
"Uaaa!!" Dom kembali terlempar.
“Hey jangan terlalu kasar padanya, dia baru sembuh dari cedera.”
“Maaf tuan.”
__ADS_1
Bersambung....