
Melihat pria itu sedang terdesak, membuat Dom tidak bisa tenang dan akhirnya berlari untuk menolongnya. Padahal sebelumnya, ia sudah mendapat peringatan dari Richard untuk tidak mendekatinya.
Dom mengeluarkan pedangnya dan langsung menuju ke Monster yang dituju.
“Hey monster lawanlah aku! Sword Attack!!!”
“Groaa!!”
Orang misterius itu melihat tindakan Dom yang mencoba melawan monster. Namun ... ia hanya terfokus pada keberadaan yang berbahaya saja.
Sedang apa anak kecil berada di tempat seperti ini?
“Ah lupakan bocah itu, aku lebih khawatir dengan orang disebelahnya,” ujarnya sambil menatap Richard.
Saat Dom sibuk bertarung, Richard mendekati pria tersebut dengan aura yang menyala.
“Apa yang dilakukan serikat kegelapan di sekitar sini?” tanya Richard sambil mengeluarkan sihirnya.
“Apa urusanmu menanyakan hal seperti itu?” jawab orang misterius itu.
“Hah … apa kau bilang?” Aura Richard mulai meledak-ledak.
Seketika orang misterius itu merasa merinding dan terdiam ketika Richard mulai menunjukan sifat dinginnya.
Orang ini ... aku tidak bisa melawannya. Kekuatannya hampir setara dengan ketua.
“Hey santailah Pak Tua, lagipula aku tidak ada urusan denganmu.”
“Lalu katakan tujuanmu sebelum aku memanggangmu hidup-hidup,” ujar Richard dengan pancaran aura yang mengintimidasi.
“Huft … baiklah. Aku hanya ingin mengambil inti kehidupan dari monster kuat disini. Lagipula tujuanku berada disini atas perintah pemimpin,” ujarnya dengan wajah malas.
Inti kehidupan? Kukira dia juga mengincar Imperial Stone. Apa dia berbohong?
“Apakah kau kira aku akan percaya pada omongan orang jahat?”
“Jadi … apa menurutmu setiap orang jahat selalu berbohong?”
Selagi mereka saling mencurigai satu sama lain. Dom mulai kewalahan melawan Monster, karena tau tidak ada peluang untuk menang, ia berlari sambil menjerit ke arah Richard dan orang misterius itu, sambil diikuti dengan monster yang mengejarnya.
__ADS_1
“Hey kalian para orang tua!! CEPAT TOLONG AKU!!!” teriak Dom yang berlari sambil menangis.
“Sudah kubilang jangan gegabah dasar ceroboh. Bertahanlah aku akan-”
Perkataan Richard terhenti karena Orang misterius di sebelahnya tiba-tiba terbang menuju ke arah Dom serta monster tersebut. Richard kehilangan kewaspadaannya.
“Dom!!!” teriak Richard ketika melihat Orang misterius itu mulai melancarkan serangan.
“Elemen Petir … Thunder Shock!”
“Bzzt … bzzt … Boom”
Kabut asap menyelimuti tempat tersebut. Amarah Richard memuncak saat pria tersebut berniat menyerang Dom.
“SIALAN!!! KAU-” teriakan Richard terhenti setelah kabut perlahan menghilang.
Setelahnya terlihat Dom masih baik-baik saja.
Serangan orang itu tidak mengarah ke Dom, melainkan ke arah monster. Ledakan akibat sihir orang tersebut membuat monster tersebut terpental dan terjatuh kedalam jurang kemudian mati.
Richard yang awalnya berencana menyerang orang tersebut jadi mengurungkan niatnya. Seketika amarah Richard berubah menjadi pujian.
Dom yang melihat Richard mengucapkan hal aneh hanya terdiam dengan wajah malu.
Bahkan di saat seperti ini, bisa bisanya dia malah bilang seperti itu ….
Setelahnya Dom menghampiri pria tersebut.
“Woah, apa itu elemen petir? Keren sekali … terima kasih Paman.”
Hmm … aneh, sejak kapan Head Hunter jadi penyayang anak.
“Hey kenapa kau menolong bocah ini tadi?” tanya Richard dengan penuh kecurigaan.
“Aku tidak berencana menolong bocah itu, aku hanya ingin mengalahkan monster yang ada di belakangnya, itu saja,” jawab orang itu dengan malas.
Aku tidak tau apa orang ini jahat atau baik. Tapi yang jelas, aku benci sikapnya itu.
Setelah mengalahkan monster, pria itu mulai mengambil inti kehidupan dari Monster itu. Tapi, yang didapat hanyalah sebuah artefak kelas rendah dan bukan item yang dicari olehnya.
__ADS_1
Hah … sudah kuduga ini akan menyusahkan.
“Aku mulai bosan dengan ini,” ungkapnya karena sudah puluhan kali mendapatkan hal yang serupa.
“Hey Paman listrik, apa yang kau lakukan di tempat ini?” tanya Dom.
“Aku sudah memberikan jawaban kepada pamanmu itu … dan lagi namaku adalah Zeed,” balasnya.
Zeed? Kalau tidak salah orang ini ….
“Hey paman, apa yang dikatakan olehnya?” tanya Dom yang penasaran.
Richard lalu memberitahu mengenai tujuan Zeed datang ke tempat ini kepada Dom.
“APA?!” teriak Dom yang terkejut.
Inti kehidupan? Jangan-jangan dia berencana membunuh naga seperti Paman Archiven? Apa disini juga ada monster sekuat itu?? Ah ini semakin menakutkan saja.
Dibalik sikapnya yang pemalas, Zeed juga penasaran dengan tujuan dari kedua orang tersebut.
“Hey Pria kuat, apa kau juga berencana mencari inti kehidupan?” tanya Zeed.
“Hahaha memangnya aku akan memberitahumu??!!! Bersujudlah dan aku akan menjawab.” jawab Richard dengan mantap.
Ketika Richard mencoba merahasiakan sesuatu tentang Imperial Stone, Dom dengan polosnya menjawab pertanyaan Zeed.
“Ah sebenarnya kami sedang mencari Imperial Stone,” jawab Dom dengan wajah polosnya.
Seketika ekspresi Richard berubah menjadi aneh.
Dasar bodoh kenapa kau memberikan informasi kepada musuh! Rasanya aku ingin melemparnya ke jurang bersama dengan monster tadi.
Keduanya sama-sama ga ada akhlak seperti biasa.
Bersambung ....
Maaf Baru Update, Authornya baru sembuh dari sakit :)
Kalau boleh di review ya setiap chapternya agar author bisa mengembangkan cerita ini lebih menarik lagi.
__ADS_1
Salam novel fantasi!