
Dari dalam gua tersebut, terdapat suara monster yang cukup nyaring juga mencekam. Dom masih belum menyadarinya karena dia masih berurusan dengan monster lainnya, berbeda dengan Richard yang sudah merasakan kehadirannya dari jauh.
“Aura ini seperti monster Rank B, tapi sedikit lebih lemah,” ujar Richard yang memantau dari jauh.
“Grrrr ...,” suara monster.
Setelah mendengar bunyi tersebut, Dom baru tersadar bahwa ada sesuatu yang kuat sedang mendatanginya.
“Kenapa aku sedikit takut ya ketika melihat ke arah sana,” pandangan Dom terfokus pada satu tempat.
Yang keluar dari dalam gua ternyata adalah boss monster yang menjaga tempat ini. Dom yang sadar situasi menjadi sedikit berbahaya memilih untuk mundur agar tetap berada di dekat Richard.
“Hahaha tenanglah, itu hanya Goblin King. Walaupun tubuhnya besar, dia tidak begitu kuat,” ujar Richard.
“Ucapanmu tidak dapat kupercaya,” Dom melirik ke arah Richard.
“Ini bisa menjadi latihan yang bagus untukmu Dom, kau hanya perlu fokus dan serang pada area lemahnya.”
"Benarkah?"
Hehehe ini kalau begitu, lihatlah aku beraksi!!!
Dom perlahan maju untuk bersiap menghadapi Goblin King. Dia mulai mengamati monster tersebut sambil mencoba mencari kelemahannya, setelahnya Dom membentuk kuda-kuda untuk menyerang secara cepat.
“Sekarang!!!” Dom bergerak dengan cukup cepat untuk menyerang monster tersebut.
Sebuah pukulan diarahkan kepada monster tersebut, namun karena itu bos monster, Goblin King bisa menangkis serangan Dom bahkan berhasil melayangkan pukulan ke arah perut Dom.
__ADS_1
“Uhuk … uhuk ....” Dom kesakitan akibat menerima serangan ke arah perut.
Sepertinya dia lebih sulit dari yang kuduga, pak tua sialan ... beraninya dia membohongiku.
“Gunakan akalmu Dom, jangan sampai terpancing olehnya,” ujar Richard sambil mengamati.
Sepertinya aku sedikit memaksanya, tapi … jika tidak begini kau tidak akan menjadi semakin kuat Dom.
“Fokus … fokus … sekarang!!!” Dom berlari untuk mengalihkan fokus dari monster tersebut.
Setelah menunggu momen yang tepat, Dom melemparkan sebuah batu ke arah mata Goblin King sehingga penglihatannya terganggu. Setelah, itu dia melancarkan pukulan yang tepat mengenai wajah King Goblin hingga terjatuh.
“Wuhu rasakan itu!!!” Sebuah tinju yang sangat kuat berhasil menjatuhkan monster tersebut.
“Hee … rupanya kau cukup pintar, tapi jangan senang dulu,” ujar Richard.
King Goblin tersebut berdiri lagi dan terlihat tidak mengalami luka serius. Setelahnya, King Goblin menjadi marah akibat serangan yang dihempaskan Dom sebelumnya.
Apa? Sejak kapan goblin memiliki senjata? Kalau begini Dom tidak bisa melawannya.
“Dom mundurlah, dia memiliki senjata!!!” teriak Richard sambil berusaha mendekat.
“Hehehe lalu kenapa? Bukankah itu sesuatu yang bagus.” Dom mengeluarkan sesuatu dari punggungnya.
Hey hey hey jangan bilang bocah ini.
“Akhirnya aku bisa menggunakan ini setelah cukup lama menunggu, bersiaplah monster jelek.”
__ADS_1
Sesuatu yang Dom sembunyikan selama ini adalah pedang. Saat Dom berulang tahun, Octo memberikan sebuah pedang sebagai hadiah karena telah berhasil lulus dalam latihannya.
Richard hanya bisa menunjukan ekspresi yang aneh karena sangat terkejut mengetahui Dom membawa sebuah pedang.
“Srang,” Dom mengeluarkan pedang tersebut.
“APAAA??!!” teriak Richard sambil menunjukan wajah anehnya.
Dasar ksatria karbit, kenapa kau mengajarkan bocah ini teknik pedang.
“Inilah saatnya.” Kuda-kuda yang kokoh mulai digunakan kembali.
Setelah Dom menahan nafas dalam-dalam, sebuah gerakan vertikal dilakukan oleh Dom. Fisik dan kecepatan Dom menjadi meningkat setelah dia menggunakan pedang.
Sebelumnya dia menahan kekuatannya agar dapat bertarung dengan pedang barunya. Selain itu, karena Dom masih belum bisa menggunakannya dalam waktu yang lama, ia mencoba menunggu hingga tiba momen yang tepat untuk menunjukan hasil latihannya.
Setelah jarak menjadi semakin dekat, Dom melompat ke arah monster tersebut dan melakukan beberapa tebasan yang sempurna.
“Sratch," salah satu lengan monster tersebut terputus akibat tebasan Dom.
Richard masih dalam wajah anehnya karena dia tidak menyangka Dom sangat berbakat dalam menggunakan pedang.
Selanjutnya serangan beruntun dilancarkan Dom dari berbagai arah. Goblin King tidak bisa membaca gerakan Dom karena dia bergerak secara acak sehingga sulit untuk ditebak. Serangan Dom berhasil membuat beberapa tubuh dari Goblin King hilang. Melihat hal itu, Dom langsung mengeluarkan serangan pamungkasnya
“Sepertinya gerakannya sudah melambat, sekarang saatnya. Sword Dice!!!” Dom melompat ke arah monster tersebut.
“Musnahlah bersama dengan monster lainnya!!!”
__ADS_1
“Srang.”
Bersambung ....