Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 29: Berlatih Elemen Baru


__ADS_3

Setelah menghabiskan makanan masing-masing, Dom mulai menagih janji Richard untuk menceritakan apa yang terjadi ketika dirinya pingsan.


“Baiklah paman, aku ingin mendengar penjelasanmu.” Dom melirik ke arah Richard agar dirinya segera bercerita.


Bagaimana aku memulainya ya.


“Sebelum aku bercerita, apakah kau mengingat sesuatu ketika dalam kondisi tidak sadar?” tanya Richard.


“Aku mencoba untuk mengingatnya, tapi tetap saja aku tidak mendapatkan apapun. Terlebih lagi setelah melihat keadaan di luar, membuatku berpikir bahwa sepertinya aku melakukan sesuatu yang luar biasa.”


Bukan lagi luar biasa, kau bahkan hampir membunuhku ....


Richard menceritakan apa yang dialami oleh Dom selama pingsan, termasuk ketika dia mulai menggunakan elemen kegelapan. Namun … ia tidak menceritakan tentang Dom yang berniat ingin membunuhnya.


“Elemen kegelapan?? Berarti ….”


“Ya, kau sekarang adalah pengguna dua elemen sama sepertiku.”


Omaigat aku tidak percaya ini … ternyata paman naga benar-benar memberikan kekuatannya padaku.


Sambil mengingat apa yang terjadi di Dungeon, Dom tanpa sadar mengeluarkan air mata. Tentunya Dom merasa bersyukur karena latihan kerasnya selama ini tidak sia-sia.


“Hiks … hiks.” Dom tiba-tiba teringat dengan Archiven.


Terima kasih ….


“Hey kenapa kau malah menangis?” tanya Richard yang bingung dengan reaksi Dom.


“Ah maaf … aku hanya terlalu senang saja bisa membangkitkan inti mana dalam tubuhku. Berarti, usahaku selama ini tidak sia-sia.” Dom tersenyum ke arah Richard sambil mengelap air matanya.

__ADS_1


“Kau tidak melupakan perkataanku kan? Ketika berhasil mendapatkan sebuah inti mana, tanggung jawabmu akan semakin berat. Apalagi saat ini kau sudah menjadi seorang Swordsman."


Hmm benar juga, sebelumnya aku kan sudah punya keahlian pedang. 


“Hehehe sepertinya paman terlalu meremehkanku, aku pasti akan menjadi lebih kuat dan bisa mengontrol kekuatanku dalam waktu beberapa tahun!” teriak Dom dengan wajah percaya diri.


Aku ragu dengan pencapaianmu itu ....


"Sudahlah jangan terlalu berharap, sekarang kita akan berlatih untuk menggunakan sihir," ujar Richard sambil berjalan ke luar rumah.


"Belajar sihir?"


Di tempat latihan.


Belum sempat mendapatkan instruksi dari Richard, Dom sudah memasang kuda-kudanya dan mulai mengucapkan mantra yang tidak berguna.


Ada apa dengan bocah ini ....


Oh iya … ini kan kuda-kuda untuk memegang pedang.


“Ehehehe tidak, tolong ajari aku guru.” Dom menundukan kepalanya agar Richard mau mengajarinya.


“Ya memang begitu seharusnya memohon pada Guru Richard wahaha,” teriak Richard dengan wajah idiotnya.


Dom yang sudah biasa melihat ekspresi wajah Richard hanya memasang wajah datar dan tidak ingin membalasnya.


“Ayolah paman.”


“Hahaha maaf-maaf, tapi sebelum itu aku akan memberitahu sesuatu yang penting padamu, dengar ini baik-baik.” Raut wajah Richard berubah menjadi serius sementara Dom berusaha menyimak.

__ADS_1


“Saat ini kau belum bisa mengendalikan elemen kegelapan. Jadi ... jangan membayangkan apapun yang berhubungan dengan itu, karena hal itu sangat membahayakan, kau mengerti??”


“Siap bos!”


Setelah mendengarkan nasihat dari Richard, Dom kembali berlatih sambil mendengarkan instruksi dari pamannya.


“Baiklah, aku akan mulai. Pertama, tutup matamu dan fokuskan jenis elemen yang kau miliki, selanjutnya lepaskan.” Richard memberi petunjuk menggunakan gestur tubuh.


“Hmm memfokuskan elemen ya.” Dom mengikuti instruksi dari gurunya untuk fokus.


Elemenku adalah tanah, berarti aku hanya harus menggambarkan sesuatu yang bersifat tanah. 


Perlahan aura dari Dom berubah menjadi cokelat, dan kekuatannya perlahan bertambah.


“Bagus, terus pertahankan itu.” Richard memantau dari dekat.


Sebelumnya aku tidak pernah melihat elemen tanah, tapi kenapa banyak orang menyebutnya yang paling lemah ya? Ah mungkin saja itu hanya orang-orang yang iri pada elemen ini.


Dom perlahan membuka matanya sebagai tanda bahwa kekuatannya sudah siap dihempaskan.


“Bagus sekarang lepaskan Dom!!!” teriak Richard sambil berharap sesuatu yang hebat keluar.


“Hyaaaaaaaaaaaa!!!” teriak Dom dengan sekuat tenaga.


Angin kencang tiba-tiba melintasi tempat tersebut sehingga menimbulkan efek tambahan bagi sihir yang akan dikeluarkan oleh Dom.


“Uaaaa itu … itu … ahhh,” pandangan Richard sedikit terganggu karena angin kencang.


Begitu Richard membuka matanya, sesuatu yang sangat luar biasa terjadi.

__ADS_1


“Aku tidak percaya ini ....”


__ADS_2