
Head hunter adalah salah satu serikat kegelapan yang sangat kuat di kerajaan sihir. Serikat ini dipimpin oleh seorang penjahat bernama Christopher Holvin. Dia adalah seorang penyihir yang kekuatannya setara dengan 10 peringkat terkuat di kerajaan.
Meskipun begitu, serikat ini jarang sekali aktif untuk menyerang kerajaan. Hanya saja ... jika ada salah satu eksekutif Head Hunter mati terbunuh oleh tentara kerajaan. Head Hunter dapat memulai sebuah perang besar.
Dalam semalam, Head Hunter bisa meratakan sebuah kerajaan bahkan tanpa seorang pemimpinnya. Ini menandakan betapa kuatnya serikat kegelapan tersebut.
Head Hunter tidak mempunyai ambisi untuk menguasai dunia sihir, hanya saja mereka ingin menciptakan sebuah dunia dimana seluruh aliran kekuatan bisa dipandang sama mengingat saat ini hanya kemampuan sihir yang dipandang tinggi oleh masyarakat.
Saat ini, Christopher sedang memerintahkan salah satu tangan kanannya untuk menjalani sebuah misi, namanya Zeed. Ia merupakan seorang anggota eksekutif sekaligus salah satu orang terkuat di serikat tersebut.
Namun dia tidak terlalu peduli dengan ambisi dari pemimpinnya karena yang dia inginkan hanya membalaskan dendamnya pada seseorang.
Sebelum misi dijalankan oleh Zeed.
“Dimana anak pemalas itu?” tanya Christopher.
“Maaf tuan, saat ini Tuan Zeed masih beristirahat di tempatnya.”
“Kalau saja dia lemah mungkin aku sudah membunuhnya sejak lama karena sifatnya ini, cepat panggilkan dia!!!” teriak Christopher kepada pelayannya.
Setelah tiba di ruangan, pelayan tersebut terlihat kebingungan karena takut untuk berbicara dengan Zeed.
“Anu maaf tuan, tapi pemimpin memanggilmu.”
Kenapa orang itu selalu mengganggu istirahatku.
Dengan wajah malas, Zeed menghadap ke arah ketua dari serikat kegelapan yang bernama Head Hunter.
“Carilah barang ini dan pastikan kau mendapatkannya.” Christopher memberikan gambaran kepada Zeed tentang apa yang diinginkannya.
Inti kehidupan?
“Sepenting apa benda tersebut?” tanya Zeed.
“Inti kehidupan bisa meningkatkan kekuatan jika mereka tau cara menggunakannya dan aku menginginkannya.”
“Kenapa tidak kau suruh yang lainnya?”
Wajah Christopher berubah menjadi penuh amarah sehingga membuat Zeed sedikit merinding dan tidak jadi membantah perintah dari ketuanya.
Ah ... aku paling benci misi seperti ini.
__ADS_1
“Kalau sudah mengerti pergilah.”
Zeed lalu pergi ke tempat yang saat ini sedang di datangi oleh Dom dan Richard. Meskipun tujuan mereka berbeda, bisa saja terjadi sebuah pertarungan mengingat Richard mengenal lambang dari serikat kegelapan.
Saat ini Zeed sudah berada di dalam hutan setelah berhasil menerobos racun yang ada di sekitar area hutan Pinewood.
“Ini lebih menyebalkan dibandingkan saat membantai habis sebuah kerajaan.”
Di depan Zeed, terdapat banyak monster tingkat rendah yang siap untuk memakannya. Zeed adalah orang yang tidak menyukai hal yang rumit sehingga membenci hal yang seperti ini.
“Huft … sepertinya banyak tamu yang menyambutku.” Zeed merasakan keberadaan monster di depannya.
“Wuush!” kumpulan monster mulai mengepung Zeed.
“Goooaaaarrrr!!!” teriak Monster.
“Menyingkirlah dari pandanganku.”
“Click!” Zeed menyentikan jarinya dan keluar sebuah sihir.
“Elemen petir … Shockwave,” lengan Zeed mengeluarkan sebuah percikan listrik.
“Bzzt … bzzzt … bzzt …,” suara listrik yang menciptakan gelombang area dengan rangkaian petir.
Belum selesai disitu, Bos dari kawanan monster tersebut pun muncul. Monster itu terlihat sangat besar dan memiliki empat tangan. Di kepalanya terdapat sebuah tanduk yang melingkar menyerupai tanduk kambing gunung.
“GOOOAARRR!!” suara Bos monster.
Bos monster itu mengaum dan menciptakan gelombang kejut, membuat area sekitar menjadi rusak. Namun, Zeed dapat menghindarinya dengan mudah. Selanjutnya monster itu mengeluarkan serangan tipe racun melalui mulutnya.
“Boooom!!!” sebuah gelombang kuat berbentuk bola yang didalamnya terdapat racun.
Merepotkan saja ....
“Elemen petir … Thunder Step!” sebuah aliran petir tercipta di daerah kakinya.
“Zzzzt … zzt … zzttt.” Zeed melesat dengan kecepatan kilat sembari menghindari serangan monster itu.
“Kau cukup kuat namun tidak cukup cepat, menyingkirlah.” Seketika, Zeed telah berada didepan monster itu.
“Elemen petir … Thunderbolt.” Zeed mengeluarkan sihir berikutnya yang mengarah pada area dada monster.
__ADS_1
“Duuum!! Bzzt … bzzzt … bzztt,” sihir Zeed menembus badan monster itu.
Monster itu pun langsung tumbang seketika. Beberapa monster yang melihat pertarungan tersebut langsung kabur ketakutan
“Kuharap tidak ada masalah lagi yang datang karena itu merepotkan.” Zeed kembali berjalan menelusuri hutan.
Sementara itu, di tempat lainnya ….
"UAAAA!!! TIDAK!! AKU AKAN MATI!!! TIDAK!! TIDAK!!"
“Diamlah penakut, kita sudah melewati lapisan racun tersebut dan berada di dalam hutan,” ujar Richard yang sangat terganggu dengan teriakan Dom sepanjang perjalanan.
“Heh??!!” Dom melihat ke sekeliling untuk memastikan.
“Ooh kau benar paman. Haaaah ternyata aku masih hidup.” Dom bernafas lega.
“Sudah kubilang penawar racunnya bekerja hahaha,” seru Richard sambil menunjukan ekspresi aneh.
Untung saja penawar ini bekerja, kalau tidak mungkin kita sudah mati.
“Mungkin akan lebih baik jika penawarnya tidak bekerja dan kau mati terlebih dahulu.”
“HAH??!! Jadi maksudmu kau ingin gurumu tewas??!!” teriak Richard dengan lantang.
“Benar sekali!!! Apalagi setelah kau membawaku seperti sebuah barang!!!” teriak Dom yang tidak terima.
Oh iya aku lupa akan hal itu.
“Baiklah maafkan aku, sekarang kau sudah bebas.” Richard melepaskan ikatan Dom.
“Ngomong-ngomong paman, bagaimana kita mencari lokasi Imperial Stone di dalam hutan ini?”
“Hahahahahaha ….”
Kenapa pak tua ini malah tertawa ....
“Kenapa paman?”
“Hahahahhaa … aaaahh … haha … paman lupa menanyakannya lebih rinci ke peri itu,” ujarnya sambil menggaruk kepala.
“APA??!!!”
__ADS_1
Bersambung ....