Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 61: Ketertarikan


__ADS_3

Kedua pihak mulai menjaga jarak dan berfokus pada satu tujuan. Yaitu saling mengalahkan.


“Jangan berpikir bisa menebas lenganku seperti tadi bocah! Saat ini, tubuhku memiliki kemampuan regenerasi. Artinya, aku bisa menumbuhkan anggota tubuhku kapan saja huahaha.”


“Apa? Kemampuan regenerasi?!” seru Rienna.


“Kenapa nona terlihat terkejut?” tanya Liese.


“Wajar saja, kemampuan itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang mampu menembus batasan pada dirinya sendiri. Namun … kemampuan regen pada manusia tidak bisa menumbuhkan organ tubuh yang sudah hilang. Tapi orang ini ….”


Apakah penyelamatku akan baik-baik saja?


Frederick terus mengoceh tentang keunggulan dari tubuh barunya. Akan tetapi, sang penyelamat hanya merespon dengan santai.


“Kenapa sekarang jadi kau yang banyak bicara pak tua?” tegurnya dengan pedang yang sudah siap dihunuskan ke arah Frederick.


Anak ini …. membuatku ingin benar-benar membunuhnya!


“Baiklah jika itu maumu! Hyaaa!” Frederick melesat mendatangi sang penyelamat dengan cakar dari tubuh barunya.


“Terimalah seranganku!”


“Awas!” teriak Rienna.


“Srang!” Masih bisa ditangkis oleh sang penyelamat. Bahkan lebih dari itu.


“Ternyata bualanmu tidak semenarik kekuatanmu …,” ujarnya sambil menusukan pedang ke arah perut Frederick tanpa disadari oleh siapapun.


“Guhaak!” ia mengeluarkan darah dari mulutnya.


Semuanya terkejut dengan kecepatan yang diperlihatkan oleh sang penyelamat.


Bukankah tadi aku? Sejak kapan pedang ini menusuku?!


Karena sedikit panik. Frederick mundur sejenak sambil mendinginkan pikirannya.


“Nona, apa kau melihatnya tadi?” tanya Liese.


“Aku sendiri tidak bisa melihatnya dengan jelas. Yang aku tau, sebelum Frederick bergerak, orang itu sudah tau dimana musuh akan menyerangnya. Hanya saja … dimana ia bisa mendapatkan refleks dan ketangkasan secepat itu?!" ujar Rienna sambil melihat penyelamatnya tersenyum dengan cool.


Keren sekali ….


“Ada apa pak tua? Kau terlihat gemetar?” tanya sang penyelamat setelah melihat wajah dari Frederick yang mulai pucat.


Di saat seperti itu, ia merasakan sesuatu yang aneh setelah menatap sang penyelamat.


Ada apa ini … rasanya aku melihat aura monster dalam tubuhnya. Apa aku ketakutan?!


“Tidak mungkin seorang Frederick bisa takut oleh seorang anak kecil! Huaaaaa!"


Aura dari Frederick menjadi berbeda dan lebih kuat. Ia melebihi limitnya sendiri untuk mencapai kesempurnaan pada perubahannya. Meski begitu, melakukan hal seperti itu hanya akan merusak tubuhnya secara perlahan.


“HYAAA!” tubuhnya semakin membesar layaknya pemain gulat dicampur dengan tinggi bak pemain basket.


Sang penyelamat melihatnya dengan tatapan yang tajam. Sedangkan yang lain menjadi ketakutan.


Selesai berubah.


“Huh … tidak kusangka akan mengorbankan tubuh ini demi melawan seorang bocah,” seru Frederick sambil menggerakan tangannya setelah dapat perubahan baru.


Apa dia memang berniat menjadi seorang monster seutuhnya?


“Tapi ... ini sangat bagus untuk melatih kekuatanku. Hehehe,” seru sang penyelamat.

__ADS_1


“Srack,” suara pedang yang digenggam oleh penyelamat dengan erat.


“Mulai!” Frederick dan sang penyelamat tiba-tiba menghilang dari pandangan Rienna serta Liese.


“Srang sreng srang!” Mereka berdua melakukan jual beli serangan tanpa bisa disaksikan oleh penonton disekitarnya.


"Ini tidak normal!" teriak Rienna.


Cepat sekali! Apa aku bisa mencapai level seperti itu ….


“Hahaha ini sungguh menarik bocah!”


“Srang srang!”


Frederick terus mendesak sang penyelamat dengan cakar besar serta pukulannya. Hingga pada akhirnya berhasil membuatnya lengah. Frederick lalu menghantam musuh dengan tinju super miliknya.


“Jebomm!” penyelamat itu terpental ke arah pepohonan.


“Huahaha tidakkah kau lihat betapa kuatnya diriku saat ini bocah tengik!” tegas Frederick.


Sang penyelamat hanya tertunduk di pohon yang ditabraknya tadi. Hanya saja, dia tidak sedang memikirkan pertarungan saat ini.


Ah pak tua itu berisik sekali … ditambah lagi. Kenapa paman itu tidak kunjung menemukanku? Padahal aku hanya berjalan sedikit saja.


Di sisi lain, melihat penyelamatnnya terdesak, membuat Rienna berencana bergerak dan menyerang secara gegabah. Namun Liese berhasil menahannya.


“Lepaskan Liese! Orang itu butuh bantuanku!” teriak Rienna.


“Tenanglah nona! Aku yakin dia tidak akan kalah semudah itu! Ditambah lagi, jika nona pergi kesana, apa yang bisa Nona Rienna lakukan?!”


Teguran Liese mengenai Rienna dengan sangat telak sehingga ia menjadi tertunduk lesu.


Apa tidak ada yang bisa aku lakukan saat ini untuk menolongnya?


“Hoo aku heran, kenapa kau bisa memiliki tubuh yang sangat kuat?” tanya Frederick.


“Yah itu karena aku membuat sebuah perisai sebelum diserang olehmu. Tapi, sepertinya aku tidak perlu menjawabnya lebih jauh, terlebih untuk orang yang akan kalah …,” gertaknya sambil tersenyum.


Frederick hanya menatap tajam sambil memasang wajah kesal.


Kenapa orang itu masih bisa bersikap sok keren! Dan lagi, apa maksudnya dengan perisai?!


Rienna sedikit geram dengan sikap dari sang penyelamat. Meski begitu, ia senang karena penyelamatnya berdiri kembali.


“Baiklah karena ada hal yang harus aku lakukan. Cukup sampai sini main-mainnya, mulai sekarang aku akan sedikit serius!” serunya sambil menyeringai.


“Hahaha lucu sekali! Apa kau ingin berkata bahwa sejak tadi kau hanya ingin menguji kekuatan musuhmu?!” teriak Frederick.


“Yah itu memang benar!” Di sekitar area sang penyelamat tiba-tiba dikelilingi oleh cahaya berwarna cokelat yang cukup terang.


Melihat ada lingkaran sihir di sekitar sang penyelamat membuat Frederick dan Rienna sangat terkejut. Terlebih hal ini terjadi pada seorang anak berumur 10 tahun yang sebelumnya sudah memiliki kemampuan pedang.


Apa-apaan ini?! Kenapa dia bisa menguasai sihir?!


“Seorang Magic Swordsman pada usia 10 tahun?! Ini benar-benar tidak bisa dipercaya!” teriak Rienna.


Tapi, warna cokelat itu bukannya?


Meskipun awalnya terkejut, tapi pada akhirnya mereka sedikit bernafas lega setelah mengetahui warna pada elemen sihir yang dikeluarkan oleh sang penyelamat.


Apa dia benar-benar berniat melawan musuh dengan elemen itu?! Atau jangan-jangan dia baru saja mendapatkannya sehingga tidak mengetahui kebenarannya? Jika benar, ini akan gawat!


“Hey hey, apa ini maksud dari akan serius itu? Elemen tanah?! Huahaha dasar bodoh, sepertinya kau hanya menggertak saja nak!” teriak Frederick yang mulai kembali menyerang. Hanya saja ….

__ADS_1


“Craackt!” Frederick tiba-tiba tidak bisa menggerakan tubuhnya. Setelahnya ia melihat kebawah dan kembali terkejut dengan apa yang terjadi.


Tanah?! Bukankah elemen itu hanya sampah?!


Melihat musuh terlihat kebingungan serta panik membuat sang penyelamat menjadi tersenyum.


“Kau bilang sampah?! Ceroboh sekali … tapi, sudah cukup lama aku tidak mendengar kata itu setelah beberapa tahun lamanya.”


“Apa yang kau lakukan padaku sialan!”


“Salah satu sihirku, Soil Control …,” balasnya sambil tersenyum.


Setelahnya, ia memegang pedangnya kembali sambil mulai mengarahkan kepada Frederick.


“Ultimate Sword Bleesing!” Ia menyerang Frederick dengan rentetan tebasan beruntun sehingga membuat tubuhnya terbelah satu persatu.


"Srat srat srat!" Tebasan bertubi-tubi dari sang penyelamat menghujam Frederick.


“UAAAA!!!” Meski bisa melakukan regenerasi, namun tetap saja ia bisa merasakan rasa sakit.


“Anak setan!!! HYAAAA!” Frederick mengorbankan kakinya agar bisa menyerang sang penyelamat. Tentunya kakinya akan tumbuh lagi secara perlahan.


“Swosh swosh swash swish!” Serangan Frederick hanya mengenai angin dan tidak ada satu pun yang kena kepada sang penyelamat.


Sebaliknya, sang penyelamat mulai menggunakan sihirnya.


Selagi menghindari serangan Frederick. Nampak gumpalan tanah perlahan membantu menjadi sesuatu yang sangat besar dan terangkat ke atas secara perlahan layaknya chibaku tensei dalam serial Naruto, hanya saja lebih kecil dan tidak begitu berbahaya.


Rienna serta Liese hanya bisa terpana dengan mulut yang terbuka setelah melihat sang penyelamat dapat menggunakan elemen tanah pada mode seperti itu.


Frederick yang baru menyadari hal itu cukup lama langsung menghentikan langkahnya untuk mendekati sang penyelamat.


Bukankah elemen itu hanya sampah?! Kenapa terlihat sangat kuat ….


“Elemen tanah … Gigant Strike Earth!” Gumpalan besar yang menyerupai sebuah bola dengan cepat menghantam Frederick dengan begitu kuat.


Frederick mencoba untuk menahannya, namun tidak kuat.


“AKU PASTI AKAN MEMBALAS INI! UAAA!!!” Akhirnya tertimbun dan gatau masih hidup atau engga mengingat masih bisa regen.


“Padahal aku tidak ingin membunuh orang. Tapi … jika dibiarkan, orang itu hanya akan melukai lainnya," seru sang penyelamat setelah mengalahkan Frederick.


Rienna dan Liese masih terpana dengan apa yang baru saja mereka lihat.


“Apa orang itu salah satu keluarga bangsawan? Kenapa ia bisa mengeluarkan sesuatu seperti itu?!”


“Melihat dari pakaiannya, sepertinya ia hanya anak biasa nona.”


“Kalau begitu, aku harus membawanya bersamaku!” seru Rienna dengan wajah yang penuh semangat api.


Ketika keadaan mulai tenang. Dari jauh, sebuah sihir yang menjadi ciri khas kedatangan orang aneh mulai datang.


“BURST FUAAIREEE!” sebuah tembakan api menghantam sang penyelamat dengan skala yang cukup besar.


“UAAA!” sang penyelamat itu terhempas hingga tiba di sebelah Rienna serta Liese.


Melihat hal itu, membuat rasa takut serta cemas Rienna dan Liese kembali lagi.


“Apa kau baik-baik saja?” tanya Rienna.


“Mana ada yang baik setelah terkena serangan tua bangka itu …,” seru sang penyelamat yang berbaring lesu.


Tua bangka? Siapa itu? Apa jangan-jangan musuh lainnya?!

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2