Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 40: Menerobos Masuk


__ADS_3

Dengan sigap Richard langsung menarik Dom. Namun karena tarikan Richard begitu kuat, mengakibatkan Dom tersungkur begitu jauh.


“Uaaa!” Dom tersungkur.


 “Hey apa yang kau lakukan pak tua!!!” Dom mendatangi Richard dengan emosi yang meluap.


Hampir saja ... jika anak ini sudah masuk bisa bahaya.


Dom bangkit dengan penuh rasa dendam. Namun Richard menjelaskan kondisi tentang hutan tersebut sehingga membuat amarah Dom sedikit menghilang.


“Kenapa kau tidak bilang dari awal sialan!!!” Setelah mendengar penjelasan dari Richard, wajah Dom menjadi sangat panik.


“Hey jika aku tidak menarikmu, mungkin kau sudah kehilangan nyawamu cebol!!!”


Karena saat ini pertikaian hanya membuang waktu mereka, akhirnya Richard mengalah dan tidak melanjutkan perkelahian dengan Dom.


“Di tempat seperti ini sebaiknya kita tidak perlu banyak bicara. Sebelum masuk, kita harus meminum penawar racunnya terlebih dahulu.”


“Tapi paman, bagaimana kalau penawar itu tak bekerja dan kita akan mati karena aku salah mengambil tanaman,  lalu … lalu … aku akan berubah menjadi mayat hidup huaaaa.”


Sebenarnya apa yang ada di dalam otaknya? 

__ADS_1


“Tenanglah, biar kuberitahu … penawar ini sangat mujarab sehingga kau tidak perlu khawatir.” Richard meyakinkan Dom agar dia mau meminumnya.


“Memangnya paman pernah mencoba ini?” tanya Dom yang masih sedikit curiga dengan ucapan Richard.


“Bukankah sudah kubilang aku pernah kesini Dom sebelumnya,” jawab Richard dengan wajah yakin.


Wajahmu itu yang membuatku ragu ….


“Haha sudahlah Dom, percayalah padaku.”


“Hmm baiklah kalau begitu. Tapi bagaimana kalau paman dulu yang masuk terlebih dahulu ke dalam hutan sedangkan aku menunggu disini. Sekiranya terbukti bekerja, paman kembali kesini lagi lalu memberitahuku bila penawar itu berfungsi,” ujar Dom sambil tersenyum lebar.


“Hoo ...  jadi maksudmu kau membiarkanku menjadi tumbal? Baiklah kalo itu mau mu nak, tapi aku punya ide yang lebih bagus hehehe,” Richard menyeringai dengan ekspresi yang sangat jahat.


“Hey!! Paman apa yang kau lakukan??!!” Richard mengikat Dom dengan sebuah tali agar Dom tidak kabur darinya.


“Sudahlah diam, dan minumlah penawar racun ini.” Richard memasukkan ramuan tersebut ke dalam mulut Dom dengan paksa.


“Uuuerggghkk … hek …,” mulut Dom disumbat dengan penawar racun yang begitu banyak.


“KAU INGIN MEMBUNUHKU??!! Kau tau paman, sesungguhnya balas dendam it-”

__ADS_1


“Ya ya ya, sudah diamlah Dom, dan jadilah anak baik.” Richard memegang pundak Dom dengan senyum yang begitu jahat.


Ah aku seperti pernah melihat senyum ini, senyumannya memiliki arti lain.


“Kalau begitu Dom, bersiaplah!” teriak Richard yang mulai masuk ke dalam hutan tersebut.


“Heeey! Hey!!! Turunkan aku paman!!” teriakan Dom sama sekali tidak ditanggapi oleh Richard.


“Kita tidak boleh membuang waktu kau tau, jadi tetaplah diam dan biarkan aku membawamu wuahahaha,” ujar Richard yang membawa Dom seperti sebuah barang.


“Tidak!!! … TIDAK!!!!!” Dom berteriak sekeras yang ia bisa.


Mereka pun berjalan masuk menuju ke dalam hutan.


Sementara itu, masih di tempat yang sama. Terdapat sosok yang sangat kuat datang ke Hutan Pinewood. Dia adalah tangan kanan dari serikat kegelapan Head Hunter, namanya Zeed.


Tujuannya datang kesini masih belum diketahui. Namun yang jelas, ini bisa menjadi bahaya bagi Dom dan Richard mengingat mereka masih belum tahu bahwa ada orang lain yang datang ke tempat ini.


Saat ini di area luar hutan Pinewood.


“Hah … kuharap ini tidak akan jadi merepotkan.” Zeed masuk dengan paksa ke dalam hutan tersebut menggunakan sihirnya untuk menghalau racun yang berada di sekitarnya.

__ADS_1


“Sekarang apa yang harus aku lakukan ....”


__ADS_2