Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 34: Dryad


__ADS_3

Masih dalam pengejaran di dalam hutan.


“Elemen air … Barrage Shots!"


Musuh kembali mengeluarkan serangan secara bersamaan sehingga berhasil melukai Dryad.


“Ahh!!” Dryad yang terluka kemudian terjatuh ke tanah.


Aduh celaka ... padahal sedikit lagi.


“Hehehe peri manis, kemana kau akan pergi?”


Belasan petualang gelap rank B mulai mengepung makhluk tersebut.


“Bisa-bisanya kalian menyerang penjaga hutan, manusia tidak tahu diri!!!” teriak Dryad sambil memegangi luka di tangannya.


“Kau terlalu banyak bicara!” Ketua kelompok tersebut memukul leher Dryad dengan keras.


“Ahh ….” Kesadaran Dryad mulai hilang.


Aku tidak ingin tertangkap seperti yang lain, seseorang tolong aku ….


“Hey kalian, bawalah makhluk ini dan pastikan dia tetap hidup.” Gerombolan penjahat mulai mengangkat tubuh Dryad.


Ketika hendak melarikan diri ke hutan bagian luar, mereka tidak sengaja berpapasan dengan Dom. Tentunya hal tersebut merupakan sebuah kerugian bagi musuh.


Melihat ada seorang wanita yang pingsan sambil dibawa oleh kawanan yang mencurigakan, membuat Dom yakin bahwa wanita tersebut adalah orang yang tadi minta tolong.


Dilihat dari wajahnya, tidak salah lagi!


“BERHENTI!!!” teriak Dom yang kemudian berputar arah.


“Bos, sepertinya ada seorang bocah yang mengejar kita,” seru salah satu anggota petualang gelap.


“Hanya seorang bocah, kalian berdua uruslah dia dan kemudian kembali ke sini.”


Dua orang dari anggota gelap mulai pergi ke arah Dom, melihat ada musuh, Dom meningkatkan kewaspadaannya dan memilih untuk melawan mereka terlebih dahulu.

__ADS_1


“Hey bocah, jangan berpikiran untuk menjadi seorang pahlawan hahaha,” ujar salah satu anggota musuh.


“Hoho sepertinya kalian cukup kuat, tapi sayang kalian berurusan dengan bocah super.” Dom mengeluarkan pedangnya dan kemudian bergerak cepat ke arah musuh.


“Apa?? Dia menghilang?” musuh tidak bisa melihat Dom.


“Aku disini dasar bodoh.” Sebuah tusukan pedang berhasil menghujam salah satu anggota sehingga membuatnya jatuh.


Melihat salah satu rekannya terjatuh tanpa sebab, membuat wajah musuh sedikit pucat.


Apa-apaan dia? Padahal hanya bocah tapi aku tidak bisa melihat pergerakannya.


“Jangan banyak melamun paman.” Dom tiba-tiba berada di belakang musuh dan menebasnya dengan santai.


“Uaaa!!!” Dua penjahat berhasil dikalahkan dengan mudah oleh Dom.


Setelahnya, Dom kembali mengejar orang-orang yang menculik Dryad.


Di sisi lain, karena langkah Dom yang cukup cepat, membuat Richard tertinggal di belakang.


Saat Richard sedang menggerutu, tiba-tiba kawanan penjahat melintas melewati Richard.


“Hmm siapa mereka? Kenapa terlihat terburu-buru?” tanya Richard dengan wajah cueknya dan setelah itu berjumpa dengan Dom.


Oh itu seperti Dom, kenapa dia berbalik arah?


“Hey nak, apa kau ketakutan hingga berlari kembali kesini hahaha,” ujar Richard yang masih tidak mengerti situasi.


Nyatanya, guruku memang benar-benar bodoh ….


“Hoy pak tua! Mereka itu adalah penculik, kenapa kau membiarkannya?!” teriak Dom yang tidak mengerti lagi betapa bodohnya Richard.


“APAA? Kenapa kau tidak bilang!!!.” Richard kemudian berbalik arah dan bergerak lebih cepat dari Dom.


Dengan kecepatan yang luar biasa, Richard berhasil mendahului kawanan penculik tersebut, dan hal itu juga membuat Dom kagum.


Wow, meskipun otaknya sebesar biji gandum. Tapi aku tidak pernah menyangka dia akan bergerak secepat itu.

__ADS_1


Richard berhasil memergoki seluruh petualang gelap.


“Lepaskan wanita itu.”


“Kau pikir kami akan membiarkan peri ini jatuh ke tanganmu wajah jelek!!!” teriak salah satu anggota.


Karena mendengar kata yang tidak ingin didengar oleh Richard, membuatnya menjadi murka dan mengeluarkan aura merah yang menyala.


“Hey, tadi kau bilang apa?? Jelek? Sepertinya kalian cari mati.”


Karena aura dari Richard berubah menjadi menyeramkan, seluruh petualang gelap menjadi gemetar dan panik.


“Bos kenapa orang itu terlihat berbeda dari sebelumnya.”


“Itu hanya gertakan saja, cepat habisi dia!” Seluruh anggota kecuali ketuanya menyerang Richard secara tidak terencana.


“Gertakan ya? Kalau begitu lihat ini. Elemen api … Burst Fire!!!” Karena saat ini Richard sedang dalam kondisi marah, sihir darinya meningkat berkali-kali lipat.


“HRRYAAAAA!!!” teriakan membara dari Richard.


“UAAAAAA!!!” Musuh terkena ledakan tersebut sehingga hanya menyisakan ketuanya.


Karena berada dalam posisi terdesak, ketua kelompok tersebut menggunakan Dryad sebagai perisainya agar Richard tidak menyerangnya.


“Jika kau menyerangku, makhluk ini akan kubunuh!!!” Musuh memegang pisau yang mengarah ke leher Dryad.


"Apa kau yakin ingin membunuh hasil buruanmu?" tanya Richard.


Selagi dia lengah, aku akan meledakannya.


"Kau kira aku takut, kalau begitu matilah!" teriak musuh yang mulai mengarahkan pisaunya kepada Lyfa.


"Hey tunggu!"


Ku kira dia tidak akan melakukannya, kalau begini bisa gawat ....


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2