Truth Seeker

Truth Seeker
Chapter 57: Kebangkitan


__ADS_3

Karena kepribadian Helen tiba-tiba berubah disaat seperti ini, membuat suasana di tempat tersebut menjadi begitu menegangkan.


“Hahaha daripada digunakan oleh kalian, lebih baik aku menghancurkan batu ini!” teriaknya sambil menyeringai.


“APA KAU BILANG?!” amarah Richard meledak-ledak. Sementara Dom mulai mengeluarkan pedangnya.


Sial … lagi-lagi seperti ini!


Mereka berdua sudah siap dalam mode bertarung. Meskipun pada akhirnya.


“Hanya bercanda hehehe,” ujar Helen sambil tersenyum imut.


“Ah …,” seru keduanya.


Ekspresi Dom dan Richard seperti seseorang yang hampir kehilangan nyawanya.


Aku menyesal tidak membunuhnya tadi ….


Apa sebaiknya kuledakan saja orang ini? 


Tanpa sadar mereka bergumam diiringi dengan tatapan kebencian kepada Helen.


“Hahaha tenanglah tidak perlu menjadi serius seperti ini ….”


“KAU YANG MEMULAINYA SIALAN!!!” teriakan serentak dari mereka.


“Ahaha maaf-maaf. Terkadang aku terbiasa melakukan hal seperti itu. Kalau begitu, kita mulai saja.”


Jantungku hampir lepas tadi ….


“Sekali lagi kau melakukan hal seperti itu, aku tidak segan-segan menghabisimu,” seru Richard diiringi ekspresi mengerikannya.


“Baik-baik tuan pemarah,” balas Helen yang sedikit ketakutan karenanya.


Setelah keadaan mulai membaik dan suasana kembali mereda.


“Pertama lepas bajumu,” ujar Helen.


“Ba ba … bajuku?!” teriak Dom karena arah pikirannya ke hal lain.


“Untuk membangkitkan elemenmu, aku harus menaruh segel pada tubuhmu.”


“Ah jadi begitu ahaha,”


Kenapa aku jadi membayangkan hal yang tidak-tidak seperti pak tua itu ….


Dom mengikuti arahan dari Helen, sementara Richard hanya melihatnya dari kejauhan.


Helen mulai meletakan Imperial Stone tepat di belakang Dom dan mencoba untuk fokus. Setelahnya ia mengeluarkan Eden Sword dan mengarah kepada Dom.


Melihat hal itu, membuat Richard sedikit bereaksi meskipun masih pada batasnya.


Apa yang dilakukannya dengan pedang itu?


Kunci untuk mengaktifkan segel tersebut terletak pada pedang milik Helen. Ketika ia memeganginya dari kanan hingga ke kiri secara perlahan. Sebuah huruf kuno tiba-tiba muncul yang perlahan menyebar ke area di sekitar Dom.


Sesudahnya, batu tersebut mengeluarkan cahaya yang lebih terang dari sebelumnya.


Wow, tidak kusangka batu itu bisa menimbulkan reaksi seperti ini. Tapi, bukankah itu berarti metodeku sebelumnya benar-benar tidak berguna ....


“Dengar, sebelum aku melanjutkannya. Ini akan sangat menyakitkan, jika tubuhmu tidak kuat menahannya, maka kau akan mati …,” seru Helen.


Mendengar hal tersebut membuat Dom sedikit merinding. Tapi karena sudah membulatkan tekad untuk menjadi kuat, maka ia harus melawan rasa takut itu.


“Tenang saja, lagipula aku pasti akan selamat,” ucap Dom dengan wajah yakin sehingga membuat Helen tidak ragu untuk melakukannya.

__ADS_1


Hmm aku iri pada tekadmu ….


Ketika pedang Helen mulai ditancapkan ke dalam tanah. Dari atas langit muncul sebuah cahaya yang hanya ada di tengah danau tersebut. Sementara langit di sekitarnya mulai menjadi gelap.


“Segel, lepaskan!” Kumpulan simbol kuno tersebut mulai masuk ke dalam tubuh Dom.


Sesudahnya, Dom merasakan sebuah kehangatan yang belum pernah ia alami sebelumnya.


“Ini menenangkan …,” seru Dom.


Apanya yang menyakitkan … bahkan aku ingin terus mengalami hal ini.


"Apa kau tidak merasakan sakit nak?" tanya Richard.


"Rasanya seperti sedang berendam di pemandian air panas."


"Haa??!!"


Apa-apaan itu? Yang benar saja ....


“Hoo sepertinya kau malah menikmatinya. Namun … itu hanya permulaan.”


Helen kemudian memegangi tubuh Dom dan mulai menjalankan proses kebangkitan yang sebenarnya.


“Kita mulai.”


“Mulai apanya-” ucapan Dom terhenti setelah tubuhnya mulai mengalami rasa sakit yang luar biasa setelah Helen menyentuhnya.


Setidaknya beri aba-aba padaku sialan!


“UAAAA!!!” Proses kebangkitan Dom dimulai.


Cahaya yang berada di atas langit terus merasuk ke dalam tubuh Dom seperti berubah menjadi seorang super saiyan dalam serial Dragon Ball. Hanya saja, kebangkitan ini lebih menyakitkan.


“UAAAAAA!” Dom terus berteriak seperti sedang diserang oleh sebuah meriam.


“Sudah kubilang proses ini akan sangat menyakitkan. Sisanya tergantung Dom sendiri, apakah dia bisa melewatinya atau tidak,” balas Helen.


Karena tidak bisa membantu, membuat Richard hanya bisa berharap cemas.


Sedikit lagi kau bisa memperoleh kekuatan aslimu nak. Jadi … bertahanlah.


Melihat langit yang berubah menjadi sangat hitam dan hanya terdapat cahaya di satu titik, membuat beberapa kerajaan serta penghuni yang tinggal di sekitar lokasi menjadi penasaran.


Disisi lain, beberapa orang mengetahui penyebab dari fenomena yang langka ini. Hanya saja, apakah mereka bisa menganggapnya sebuah hal baik atau buruk.


--------------------------


Di dalam istana Kerajaan Vermilion.


“Rajaku, keadaan cuaca terlihat sangat aneh. Apakah terjadi sesuatu?” tanya anggota kerajaan.


Raja tersebut berjalan melihat ke arah penyebab fenomena ini.


“Oh, sudah lama sekali aku tidak menyaksikan ini …,”ujarnya.


“Apa tuan tau sesuatu?”


“Yah begitulah, sepertinya monster baru akan segera terlahir,” ujarnya sambil menyeringai.


-------------------------


Di area tengah Hutan Teraria.


“Hoo tidak kusangka dia bisa memperoleh Imperial Stone secepat ini. Ditambah lagi, anak ini berhasil melukai Helen dengan sangat baik. Mungkin aku benar-benar akan jatuh cinta padanya hahaha,” ujar Lyfa.

__ADS_1


Sebelum Dom dan Richard melanjutkan perjalanan, Lyfa menggunakan serangga kecil untuk memantau mereka hingga menuju puncak. Namun serangga tersebut mati karena terkena Burst Fire milik Richard. Meski begitu, Lyfa sudah cukup mengetahui banyak hal.


“Sekarang, apa lagi yang bisa kau kejutkan padaku … Dom?” seru Lyfa sambil tersenyum.


Di sisi lain dekat Gunung Greenfield.


“Hmm sepertinya ada yang mencoba membangkitkan kekuatan di tempat itu tuan,” seru orang yang masih belum ingin disebutkan identitasnya oleh author.


“Yah biarlah itu terjadi. Lagipula, sekuat apapun kekuatan itu, tidak ada apa-apanya saat melawanku!” menyeringai.


Kedua orang ini akan menjadi lawan tangguh Dom di masa depan. Mungkin masih sangat lama jadi ya tunggu aja.


-------------------------------


Kembali ke area danau di Gunung Greenfield.


Sudah cukup lama Dom melalui proses kebangkitan. Namun masih belum ada tanda bahwa itu akan selesai.


“HAAAAAA!!!” Dom mengeluarkan teriakan yang semakin keras dan matanya mulai berubah berwarna putih.


Apa dia bisa melaluinya? Tidak! Nona Lyfa sudah memberikan kepercayaan pada anak ini. Aku yakin orang yang dipilih olehnya memiliki kelebihan tertentu.


“Hey apa masih belum juga?” tanya Richard.


“Tenanglah tuan, dia akan baik-baik saja,” balas Helen sambil tersenyum.


Meskipun kau bilang begitu, aku tidak tega melihatnya ..., Dom.


Yang dirasakan oleh Dom saat ini.


Aku tidak bisa menahannya lagi, ini terlalu menyakitkan … bahkan kesadaranku ….


Ketika hampir menyerah, teriakan lantang dari gurunya berhasil menstabilkan pikiran Dom.


“APA HANYA SEGINI KEMAMPUANMU NAK? JIKA KAU TIDAK BISA MELALUI INI MAKA KAU BUKANLAH MURIDKU!” teriak Richard.


kau kira ini hal yang mudah pak tua!


Tapi ... terima kasih sudah mendukungku selama ini, Paman Richard ....


“HUAAAA!!!” Berkat teriakan dari gurunya, Dom kembali pada jalan hidupnya.


Aku tau ini terasa sangat sakit. Tapi … tidak ada yang lebih menyakitkan selain kehilangan orang yang berharga.


“HRRRYAAA!!!”


Percikan tanah mulai terangkat sedikit demi sedikit. Setelahnya sebuah ledakan terjadi di tempat Dom memulai kebangkitan elemen tanah.


“Boom!” Ledakan tersebut memberikan tekanan yang sangat kuat pada makhluk di sekitarnya.


“Apa berhasil?” tanya Helen sambil menutup matanya dengan tangan karena tekanan angin yang sangat kuat.


“DOM!” Richard mulai khawatir karena ledakan tadi.


Mereka tidak bisa melihat karena asap menyelimuti tempat tersebut. Namun, setelah beberapa saat. Terdapat sosok yang mulai berjalan perlahan mendekati Richard serta Helen.


“Ini sangat menyakitkan. Tapi, aku rasa ini pantas untuk sebuah kekuatan baru, hehehe,” ujarnya sambil menyeringai.


Perubahan Dom menjadi penutup cerita pada Arc ini ….


3 Tahun setelahnya.


Bersambung ....


*NOTE

__ADS_1


Karena author gapunya grup chat di Mangatoon. Apa kalian tertarik gabung jika aku bikin grup di WA? Yah selain ngebahas tentang novel ini, mungkin aku bisa bantu kalau kalian butuh ide ato saran. Bahkan ingin ngritik pun boleh asal jangan sampe bikin keributan aja.


Yang tertarik boleh komen / chat author ya terima kasih!


__ADS_2