
Seusai mandi dan mengganti baju seragam miliknya, Senja beranjak keluar dari kamar nya.
"Uncle!" Sapa Senja.
"Ya." Jawab Uncle Iko tanpa melihat Senja, tatapan matanya tengah asyik dengan tonton televisi didepan.
Astaga! apa Senja kurang cantik uncle? Sehingga perhatian Uncle lebih fokus ke arah televisi. Dengus Senja dengan kesal.
"Ada apa?" Tanya Uncle Uko lagi membuyarkan lamunan Senja.
"Kata Ayah dan Bunda, Uncle mengurus Toko cabang baru? Lantas ini masih siang hari?kenapa Uncle sudah kembali?" Tanya Senja heran.
"Sudah selesai." Jawab Uncle Iko acuh.
melihat jawaban Uncle Iko yang acuh padanya, Senja tak lagi bertanya, ia melangkahkan kakinya ke dapur untuk mengisi perut nya yang tengah keroncongan.
Pyar!
Pyar!
Bunyi nyaring sesuatu benda jatuh dan pecah terdengar jelas di dapur.
Uncle Iko segera melangkahkan kakinya tergesa-gesa menuju ke arah dapur untuk melihat apa yang terjadi?
Seketika matanya membulat sempurna saat melihat Senja di sudut dapur dan di depan nya banyak sepihak kaca, jangan lupakan tangan nya yang tergores
"Astaga Senja!" Ucap Sang Uncle memijat pelipisnya.
"Stop! Jangan bergerak." Ucap Uncle Iko.
Uncle Iko perlahan mendekat kearah Senja dan menggendongnya melewati serpihan gelas kaca yang berceceran di sana.
Uncle Iko mendudukkan Senja di sofa ruang keluarga dan mengobati jari telunjuk Senja yang berdarah akibat goresan kaca.
"Kalau kau ingin sesuatu, bilang saja sama Uncle!" Ucap Uncle Iko dengan tanya mengobati Senja.
__ADS_1
"Maaf! Tadi Uncle Iko sangat serius menonton televisi nya, jadi Senja gak mau ganggu Uncle Iko!" Ucap Senja tertunduk sedih.
Argh.
"Pelan-pelan Uncle." Ucap Senya sedih.
"Oh, maafkan Uncle." Lirih Uncle Iko.
"Kau ingin makan?" Tanya Uncle Iko setelah selesai mengobati luka Senja.
"Iya Uncle." Ucap Senja.
"Baiklah, akan aku ambilkan." Ucap Uncle Iko berlalu pergi meninggalkan Senja.
"a....?" Ucap Uncle Iko menyiapkan makan di dalam sendok dan mengarahkan nya pada kulit Senja.
Senja hanya terdiam, terpaku melihat bagaimana Uncle nya begitu peduli dengan dirinya.
"Ah Uncle biar Senja makan sendiri saja." Ucap Senja menolak secara halus.
"Tidak! kau kan sedang terluka?" Ucap Uncle Iko.
"Tak apa, Tak ada salahnya kan? menolong keponakan Uncle yang terluka?" Ucap Uncle Iko.
Keponakan lagi! Huh dasar Uncle! udah tua! tapi gak peka! Dengus Senja lirih dalam hatinya.
"Ayo! tangan Uncle udah pegel ini! buka mulutnya." Ucap Uncle Iko.
Dengan menghembuskan nafas panjangnya, Senja membuka mulutnya dan menerima suapan dari Uncle Iko hingga piring tersebut sudah tak ada sisa makanan lagi.
"Selesai!" Ucap Uncle Iko beranjak pergi menaruh piring kotor ke dapur dan membersihkan pecahan kaca yang masih ada di lantai.
...πΊπΊπΊ...
Waktu kian berjalan, dan kurang seminggu lagi Senja akan menghadapi ujian yang menentukan kelulusan nya.
__ADS_1
Sejauh ini, Senja sudah belajar semaksimal mungkin agar memperoleh nilai terbaik di sekolahnya.
Pagi hari itu, suasana tak ada yang berubah masih sama dengan hari biasanya.
"Senja, Ayah dan Bunda akan pergi ke rumah Nenek dan Kakek. Senja disini ya sama Uncle Iko." Ucap Ayah Fandy.
"Senja ingin ikut." Ucap Senja lirih.
"Tak bisa sayang, seminggu lagi kan kau harus ujian?" Ucap Bunda Nur yang menengahi.
"Ah, kenapa Ayah dan Bunda mendadak perginya." Ucap Senja sedih.
"Tidak mendadak sayang, Semalam Nenekmu menelfon mengabarkan bahwa kakek mu tengah sakit." Ucap Ayah Fandy menjelaskan.
"Kakek sakit Yah?" Ucap Senja mengulanginya.
"Tak perlu mengkhawatirkan kakek mu, Ayah dan Bunda akan ke sana untuk menjenguk sekaligus memastikan keadaan nya. kau fokuslah pada Ujian mu terlebih dahulu." Ucap Ayah.
"Baik Ayah." Ucap Senja pasrah.
"Iko, jaga Senja ya saat kami pergi." Ucap Ayah Senja.
"Baik kak, tanpa kakak suruh aku akan menjaga Senja untukmu." Ucap Uncle Iko tersenyum.
"Senja jangan nakal dan menyusahkan Uncle Iki ya. Kami pergi dulu." Ucap Ayah Fandy, saat keduanya tengah pamit kepada Senja dan Uncle Iko.
"Jaga diri baik-baik ya sayang." Ucap Bunda Nur memberikan kecupan di puncak kepala Senja.
"Baik Ayah, Bunda." Ucap Senja.
Kedua orang tua Senja pun sudah berangkat menuju ke rumah nenek, Sedangkan urusan Toko semua di handle oleh Uncle Iko terlebih dahulu.
πππ
Happy Reading ya guys.
__ADS_1
Jangan lupa like dan Komen.
Dan untuk yang udah Vote Author mengucapkan banyak terimakasih.