
Flashback ON
Tatapan menghunus tajam dari dua orang dewasa di layangkan untuk Iko yang saat ini tengah menggenggam erat dan sesekali mencium tangan Senja.
"Kak, aku benar-benar mencintai putrimu! Silahkan jika kalian ingin memukul ku! Karena aku berani menggenggam dan mencium tangan Senja, aku tak peduli lagi! Yang terpenting dengan caraku seperti ini aku bisa mengobati rindu ku dan mengurangi kekhawatiran yang ada dalam hatiku." Ucap Iko, tau jika atmosfer di ruangan itu begitu mencekam.
Tok
Tok
Tok
Dokter masuk kedalam ruangan itu, dan memeriksa suhu badan Senja.
"Pasien sudah bisa di pindah di ruang rawat inap, esok pasien akan segera sadar." Ucap Sang dokter.
"Terimakasih dok." Ucap Ayah Fandy dan Bunda Nur dengan kompak.
Setelah Senja di pindahkan di ruang rawat inap, Iko masih setia menggenggam tangan dan sesekali menciumi tangan Senja.
"Iko kakak ingin berbicara padamu!" Ucap Bunda Nur.
"Katakanlah." Ucap Iko yang masih enggan melepas tangan Senja dan pandangan matanya selalu mengarah pada Senja yang masih dengan damainya tertidur.
"Iko, sebaiknya kita duduk di sana." Ucap Bunda Nur menunjuk sofa yang tak jauh dari ranjang.
Helaan nafas terpaksa langsung lolos dari bibir Uncle Iko saat itu, kakinya melangkah dengan gontai mendudukkan dirinya di kursi yang ada.
"Apa kau benar mencintai putriku!" Ucap Bunda Nur.
"Aku sangat mencintai nya kak, aku rela melakukan apapun agar kau bisa merestui hubungan kami." Ucap Iko dengan sungguh-sungguh.
"Ada satu hal yang ingin kakak beritahu padamu, sikapi lah dengan baik fakta ini Iko." Ucap Bunda Nur dengan serius.
"Baik kak."
"Iko, kakak tak tau masa lalu mu seperti apa, tapi kakak menemukan mu, dan kau mengalami koma selama sebulan dan dokter mengatakan kalau kau amnesia." Ucap Bunda Nur memberikan fakta.
"Apa aku amnesia?" Ucap Iko tak percaya.
"Kau benar Iko, dan kami sudah berusaha mencari keluarga mu, namun nihil. Pencarian kami tak membuahkan hasil." Ucap Bunda Nur tertunduk sedih.
"Lalu?" Ucap Iko.
__ADS_1
"Senja putriku satu-satunya, putri yang akan selalu ku anggap bayi kecil meski usianya sudah menginjak remaja."
"Iko, pikirkan matang-matang untuk menjalin hubungan yang serius dengan putriku, aku takut kau masih memiliki keluarga Iko." Ucap Bunda Nur menjelaskan kekhawatiran nya.
"Tapi kak, aku mencintai putrimu! kalian adalah keluarga ku." Ucap Iko.
"Kak percayalah, bagaimanapun ke depan nya, aku akan tetap memilih Senja, tak akan ada yang bisa mengubah keputusan ku." Ucap Iko dengan yakin.
"Iko, sebaiknya kau mencari jati diri mu terlebih dahulu, sebelum melanjutkan hubungan yang lebih serius dengan putriku." Ucap Bunda Nur.
"Tapi itu tak akan mengubah keputusan ku, aku akan tetap mencintai dan memilih Senja." Ucap Iko dengan sangat yakin.
"Iko, dari sekian banyak wanita? kenapa kau memilih putri kecilku?" Tanya Bunda Nur.
"Cinta tak memerlukan alasan mengapa ia melabuhkan hatinya pada seseorang, hanya putrimu yang membuat hidupku lebih berarti saat ini, jauh lebih baik sangat baik dari sebelumnya." Ucap Iko.
"Baiklah, melihat keseriusan mu, aku merestui hubungan kalian. Jaga putriku Iko." Ucap Bunda Nur dengan begitu lirih.
"Kau sudah melakukan yang terbaik sayang." Lirih Ayah Fandy berbisik ke telinga Bunda Nur seolah memberikan semangat dalam dirinya.
"Terimakasih kak, aku akan menjaganya." Ucap Iko tersenyum senang.
Flashback OFF
🎶
Setelah mendapatkan restu sang Bunda dan Ayah, keduanya tak lagi malu-malu menunjukkan rasa cinta mereka, Namun hidup tetap lah hidup yang akan mendapatkan cemoohan dari warga sekitar bukan?
Masih ada sebagian warga yang terang-terangan menunjukkan rasa tak suka dari hubungan keduanya, yang di nilai kurang pantas. Tapi mau bagaimana? Senja sudah memilih Iko sebagai pujaan hatinya bukan?
Untuk seleksi, Senja mengalami kegagalan masuk di jurusan Kedokteran Universitas Negeri tersebut, sedih pasti? Tapi Senja sudah berusaha sebaik mungkin bukan?
Waktu berlalu kian cepat dan begitu cepat, sudah 1 bulan mereka menjalin hubungan layaknya sebagai pasangan kekasih.
Uncle Iko tak lagi memperdulikan apalagi mengingat masa lalunya, baginya masa lalu biarlah berlalu dan terkubur dengan semestinya.
Bertemu dengan Senja, dan keluarga Pak Fandy adalah takdir terbaik yang di siapkan Tuhan untuk Uncle Iko menjalani hidupnya bukan? Maka kita sebagai mahluk hidup harus bersyukur dan melanjutkan hidup yang ada, menatap masa depan.
🎶
"Kak, aku dan senja pergi dulu ya." Pamit Iko pada kedua orang tua Senja.
"Hati-hati, jangan pulang larut malam." Ucap Bunda Nur mengingatkan.
__ADS_1
"Iya Bunda," Ucap Senja mencium pipi Sangat Bunda dan pamit untuk keluar.
Dengan senyum yang mengembang, dan tangan saling bergandengan. mereka berdua menikmati suasana malam di pinggir danau.
"Uncle! kenapa membawaku ke danau." Ucap Senja protes, karena waktu dan suhu ruangan terbuka yang kurang bersahabat kali ini.
"Kemari lah honey!" Ucap Uncle Iko mengulurkan tangan nya pada Senja.
Tanpa banyak protes senja berjalan mendekat dan meraih uliran tangan Uncle Iko, prau kecil dengan sedikit aksen bunga yang menghiasi semua sisi, ah sederhana namun nampak indah.
Saat keduanya sudah berada di atas perahu tersebut, Uncle Iko mendayung agar prau kecil itu bisa bergerak menengah menuju danau yang gelap.
"sayang takut." Ucap Senja.
"Tenanglah, kau percaya padaku han honey?" Ucap Uncle Iko,
Prau tersebut berhenti tepat, di tempat yang Uncle Iko inginkan, "Honey! Aku tak tau bagaimana masa lalu ku, entahlah aku tak ingin lagi mencari kebenaran di masa lalu ku, hatiku telah terpatri namamu, ke depan nya kau hanya boleh percaya. Bahwa aku hanya mencintaimu." Ucap Uncle Iko menggenggam tangan Senja.
Dor.
Dor.
Dor.
"Will You Marry Me?" Bagitu lah kira-kira tulisan dalam kembang api yang menghiasi langit kalau itu, dan setelahnya, di susul ribuan lilin yang mengambang di air menyala secara keseluruhan.
Danau yang tadinya tampak gelap gulita, kini berubah dengan sangat mempesona dan sangat indah.
"Uncle!" Ucap Senja berkaca-kaca, sungguh semua berkesan sangat indah di matanya.
"Will you marry me gadis kecilku?" Ucap Uncle Iko pada Senja dengan menyodorkan cincin tepat di hadapan Senja.
🎶
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like dan komen.
Yang udah Vote terimakasih❤
Siapa yang nungguin nih? 🤗
Ah sayangg🤗🤗🤗
__ADS_1