
Setelah mengamati semua aktivitas yang dilakukan Senja selama seminggu ini, waktunya Mama Monica menjalankan aksinya.
"Menculik Airin" Gadis kecil itu harus menanggung kekejaman dari Mama sang abang tirinya.
Kini, gadis kecil itu tengah bermain di area taman depan rumahnya bersama bibi.
"Bibi, Ailin haus!" Ucapnya dengan nada lucu.
"Ah ayo nona harus ikut bibi kedalam, kita membuat susu bersama bagaimana?" Ucap Bibi tersenyum pada baby Airin.
"Ailin masih ingin disini bibi!" Ucapnya menolak sang bibi.
"Ah tapi? Bibi tak bisa meninggalkan ailin disini!"
"Tak apa! Ailin bisa menjaga dili! Ayo bi! Ailin haus!" Ucap Airin dengan nada berkaca-kaca, bahkan ia hampir menangis.
"Baik non tunggu disini! Jangan kemana-mana!"
🎶
"Bi! Airin dimana!" Ucap Mommy Senja saat mengetahui pengasuh Airin ada di dalam.
"Ah itu nyonya! Ada di depan!"
"Sendirian?"
"Ya nyonya! Maafkan saya! Nona airin menangis meminta susu, namun dia tak mau menyudahi permainan nya di taman!" Ucap Bibi pengasuh merasa bersalah.
"Ya sudah tak apa! Saya akan ke depan!" Ucap Senja dengan nada tergesa nya langsung melangkah ke depan.
Sedangkan di depan rumah, tepatnya di taman. Monica sudah mengendap-endap untuk masuk kedalam rumah itu, Papa Iko sedang berada di kantor, dan putra nya sedang tak ada di rumah! Baiklah kita jalan kan rencana kita.
"Anak manis! Tante punya permen untukmu? Kau mau?"
"Tante siapa?"
"Tante temen nya Mama kamu! ini tante kasih permen mau?"
"Tapi ailin tak pelnah liat!"
"Ya, karena tante berada di luar negeri. ini baru pulang kesini dan tante ada oleh-oleh permen untuk adik manis ini!" Ucap nya masih menyodorkan permen kepada Baby Airin.
"Tapi... kata mama tak boleh makan pelmen! Gigi sakit!"
"Kalau hanya satu tak menyebabkan gigi sakit kan? Ini.... " Ucap Mana Monica terus menyodorkan permen itu, Ah itu bukan permen sembarangan, sejenis racun yang di bungkus menjadi permen begitu cantik! Sekali makan maka si korban akan, yah! Kau tau mungkin.
Tangan kecil itu terkulur untuk meraih permen dengan segala pertimbangan, ah bagaimana? permen masih menjadi hal yang paling baik dan cara ampuh untuk membujuk anak kecil bukan?
"Airin!" Ucap Mommy Senja,
Hap dengan gerakan cepat Monica langsung meraih Airin dalam dekapan nya.
"Monica!" Pekik Senja dengan nada kaget, jujur saja ia masih belum mengetahui kebebasan Monica dan ini kali pertama Mommy Senja melihat Monica kembali setelah 3 tahun lalu.
"Apa yang kamu lakukan! lepaskan putri ku Monica!" Pekik Senja saat Airin berusaha melepaskan dekapan Monica namun wanita itu tak mau melepaskan nya.
"Membunuh anakmu! Setelah itu kau!" Ucap Mama Monica dengan mengeluarkan sebilah pisau tajam yang siap menggores leher Airin.
"Jangan lakukan! Dia tak salah apapun Monica! Kembali kan!" Ucap Senja dengan tatapan memohon dan memelas nya.
"Mommy! Sakit!!!" Teriak Baby Airin yang masih ada dalam genggaman Mama Monica.
__ADS_1
"Diam sialan!" Bentak Mama Monica pada Airin dan itu membuatnya semakin menangis kencang.
"Nyonya! Apa yang terjadi! Astaghfirullah maafkan saya nyonya ini kelalaian saya!" Ucap Bibi pengasuh yang baru saja tiba.
"Bukan waktunya untuk saling menyalahkan bi!" Ucap Mommy Senja tak ingin meladeni, semua sudah terjadi yang terpenting sekarang bagaimana membebaskan putri kecilnya itu.
"Monica lepaskan! Dia tak tau apa-apa! Kembalikan dia padaku Monica!" Ucap Senja dengan mata berkaca-kaca.
"Hahaha... Melepaskan? Tidak! anak ini akan mati di tangan ku! Agar kau tau bagaimana rasanya kehilangan!" Ucap Mama Monica dengan senyum licik yang mengembang.
"Jangan Monica! Biarkan dia hidup! Nyawa yang kau ingin kan adalah aku! Bukan dia! Kembalikan!" Ucap Mommy Senja dengan tatapan memelas.
"Aku sudah tak menginginkan nyawamu! Aku menginginkan nyawa anakmu!" Ucap nya dengan nada tertawa terbahak-bahak.
"Monica aku mohon lepaskan!" Ucap Mommy Senja terus mengadakan negosiasi dengan Monica, di tengah jerit tangis sang putri yang kian kencang.
"Diam atau ku bunuh bocah sialan!" Umpatnya mencubit kaki kecil Baby Airin.
"Monica! jangan menyakitinya! Bawa aku! Bunuh aku! Kau akan mendapat kan semuanya! Kau menginginkan kedudukan ku disini! Bukan nyawa anakku!"
Teriak Mommy Senja dengan nafas memburu, seumur hidupnya ia tak pernah menyakiti sang putri, tapi didepan matanya orang lain dengan sengaja menyakiti putri kesayangan nya.
"Pakai borgol itu di tangan mu!" Ucap Mama Monica melempar borgol tepat di hadapannya, tanpa keraguan sedikit pun Mommy senja akhirnya memakai borgol yang di lemparkan yang terpenting sekarang adalah keselamatan putrinya.
"Nyonya! Jangan lakukan itu!"
"Tak ada pada pilihan lain bi, Kau harus menjaga Airin untukku!" Ucap Senja dengan langkah kaki kian mendekat usai memasangkan borgol pada tangan nya sendiri.
"Mendekat dan jangan melakukan apapun! Atau putri mu akan mati di tangan ku!"
"Baik! Tapi ku mohon lepaskan putriku!" Ucap Mommy Senja perlahan mendekat,
Hap!
"Mommy!" Teriak baby Airin menangis melihat keadaan sang Mama.
"Jaga Airin untuk ku bi!" Ucap Mommy Senja dengan mata berkaca.
"Mama!!!!" Apa yang kau lakukan!" Teriak Gara yang datang dengan tiba-tiba , entah dari mana.
"Gara!" Pekik Mama Monica merasa kaget dengan kehadiran sang putra, ia sudah memperhitungkan dengan semua kemungkinan bahwa Gara tak akan kembali ke rumah secepat ini.
"Lepaskan Mama!"
"Tidak! Wanita ini yang merebut mu dan Papa dari tangan Mama Gara!"
"Aku tak di rebut oleh siapapun! Aku tetap anak Mama!" Ucap Gara.
"Tidak! Wanita ini harus mati! Dia harus membayar penderitaan ku selama di penjara!" Ucap Mama Monica dengan menggebu! Kakinya perlahan melangkah menyeret Mommy Senja untuk mengikutinya.
"Ma! Lepaskan dia!"
"Tidak Gara! Jangan membantah Mama wanita ini harus membayar semua penderitaan Mama." Teriak Mama Monica dengan histeris.
"Jaga Airin untuk Mommy Gara! Mommy percaya padamu! Maaf jika Mommy belum bisa menjadi yang terbaik untuk mu!" Ucap Mommy Senja dengan lirih!
"Kau yang akan menjaganya Mommy, kau akan melihatnya tubuh remaja dan menikah!" Ucap Gara menepis semua permintaan sang Mommy.
"Mama lepaskan!" Kata itu masih terlontar, dengan kaki perlahan mendekat dengan kata negosiasi untuk melepaskan sang Mommy.
Kala melihat ada peluang dengan gerakan cepat Gara berhasil membuang pisau yang ada dalam genggaman Mamanya.
__ADS_1
"Gara! apa yang kamu lakukan!" Ucap Mama Monica tak Terima.
Bugh!
Dengan gerakan cepat, Senja berhasil melepaskan diri nya dari cengkraman Mama Monica, bersamaan dengan Gara yang memeluk Mama kandung nya.
"Lepaskan Gara! Mama harus membunuh wanita itu! Ucap Mama Monica dengan mendorong tubuh putranya,
Bugh!
Luapan emosi membuat tenaga manusia menjadi lebih kuat dan sangat gak bisa di kendalikan bukan?
Kakinya mendekat ke arah Senja yang masih terduduk karena dorongan, Pistol sudah di layangkan Mama Monica tepat di atas dahi Mommy Senja,
"Bergerak kau akan mati!" Ucap Mama Monica.
"Mama!!!!" Pekik Gara.
"Tak ada seorang pun yang bisa menghentikan ku untuk membunuhmu hari ini!" Ucap Mama Monica dengan senyum kemenangan nya.
"Gara Mommy mohon jangan mendekat! Terimakasih sudah membantu Mommy yang kau lakukan sekarang jaga adikmu Gara!" Ucap Mommy Senja lagi.
"Hahaha.... kau begitu menyedihkan! Bahkan sangat menyedihkan hari ini!" Terima kematian mu!
Dor!
Peluru itu benar-benar dilepaskan oleh Mama Monica, dan bugh!
Pistol di lempar entah kemana, Gara mengerang sakit tak tertahan kan di bagian dada.
"Gara!!!" Teriak dua orang sekaligus, Mommy senja dan Mama Monica, kala melihat darah segar mengalir dari tubuh sang putra.
"Pak tangkap dia!" Ucap Papa Iko yang baru saja tiba. Ya, setelah mengetahui mamanya menimbulkan keributan Gara langsung mengirim pesan kepada sang Papa untuk segera pulang.
"Gara bangun nak! Bangun!" Ucap Mommy Senja yang terus mendekap Gara dalam tubuh nya dengan darah yang terus mengalir.
"Lepaskan aku!" Ucap Mama Monica dengan histeris kala melihat keadaan sang putra.
"Gara!!! kamu bodoh! Kenapa kamu melindungi wanita sialan itu!" Ucap Mama Monica tampak histeris.
"Gara bertahan! Papa akan membawaku ke rumah sakit sekarang!" Ucap Papa Iko kepada sang putra, gelengan kepala lemah langsung Gara layangkan kepada kedua orang tua yang tengah mendekap nya.
"Papa! Maafkan Mama ku!" Lirih Gara dengan nada terbatuk!
"Papa tidak bisa untuk itu! Mama mu telah melakukan banyak kesalahan!"
"Papa! Bagaimana pun dia adalah ibu yang melahirkan ku! Maafkan atas semua kesalahan nya papa untukku!" Lirih Gara dengan nada terbatuk.
"Gara! Maafkan Mama nak!! Gara bertahanlah!!" Teriak Mama Monica dengan pilu melihat penuturan sang putra yang masih mempedulikan dirinya.
"Mommy! Maafkan Mama Gara! Maafkan Mama yang hampir melukai mu mommy....
"Pa! Jaga Mommy untuk Gara, dan maafkan Mama gara pa! Selamat tinggal!" Ucap Gara menutup matanya.
"Gara.... "
🎶
Happy Reading❤
Hari ini Crazy UP, satu part nya nanti dulu ya! Author mau bobo cantik dulu pegel ih🤣🤣🤣Bab ini udah 1350+ kata, author harap kedua part itu cukup panjang bukan?
__ADS_1
Dan di part selanjutnya Dokter Angga akan muncul dengan pesona nya🤪😋