
Cukup lama mereka menikmati film yang sedang di tonton nya, sesekali memakan kripik yang ada.
"Uncle." Sapa Senja.
"Hem,. " Ucap sang Uncle.
"Aih, Uncle! Senja bosan di rumah. Bagaimana kalau kita jalan-jalan?" Ucap Senja menawarkan pada Uncle Iko.
"Kau ingin kemana?" Ucap Sang Uncle bertanya.
"aih? kemana ya? Senja juga bingung Uncle." Ucap Senja terkekeh geli.
"Kau ini.... " Ucap sang Uncle mengacak gemas.
"Uncle Stop! Rambut Senja jadi berantakan. Nanti tak ada cowok lagi yang suka sama Senja." Ucap Senja mengerucutkan bibirnya.
"Hahahaha.... Iya ya, Uncle tak pernah mendengar kau di sukai laki-laki?" Gumam Uncle berfikir.
"Uncle ih, jangan di perjelas!" Ucap Senja cemberut.
"Hahaha, baiklah maafkan Uncle." Ucap Uncle Iko.
"Uncle, Senja mau tanya?" Ucap Senja tersenyum pada Uncle Iko.
"Tanya apa?" Ucap Uncle Iko.
"Cinta itu apa si Uncle?" Ucap Senja bertanya dengan tatapan serius.
"Kau masih kecil! jangan berbicara tentang cinta, cinta, cinta." Jawab Uncle Iko cepat.
"Senja udah besar Uncle, sebentar lagi Senja sudah lulus Sekolah Menengah Akhir, asal Uncle tau itu!" Protes nya dengan cepat.
"Oh ya?" Ucap Uncle Iko menggoda.
"Uncle jangan mengalihkan pembicaraan!" Jawab saja Uncle!" Ucap Senja lagi.
"Hem, Cinta itu? Saat kau ingin menghabiskan sisa hidup mu berdua dengan dia yang kau sayangi." Ucap Uncle Iko.
"Ah hanya begitu?" Ucap Senja tak yakin dengan penjelasan Sang Uncle Iko.
"Hem, mungkin?" Ucap Uncle Iko menimang jawaban nya.
"Hem, kalau Senja Cinta Uncle Iko saja gimana?" Ucap Senja was was.
Jantungnya berdegup kencang saat mengatakan itu, seolah olah ingin keluar dari tempatnya.
Deg
__ADS_1
Deg
Deg
"Uncle juga cinta Senja!" Jawab Uncle Iko menatap lekat wajah Senja.
Apa? aku ga salah dengar kan? Uncle Iko cinta sama aku? ini gak mimpi kan? Gumam Senja dalam hatinya masih tak percaya.
"Hahahahaha... wajah mu kenapa merah dan seserius itu Senja?" Tawa Sang Uncle mengubah ekspresi nya dari yang serius jadi tawa, hingga sudut matanya mengeluarkan air.
"Uncle mengerjai ku!" Ucap Senja tak terima.
"Hahaha.... Baiklah, Uncle minta maaf." Ucap Uncle Iko merasa bersalah.
"Uncle cinta Senja, tapi hanya sebagai Keponakan Uncle yang cantik."
"Uncle tak mungkin menikah dengan Senja, kau terlalu mudah untuk Uncle, Senja! Uncle tak bisa." Jelas Uncle Iko terhadap Senja.
Deg
Deg
Deg
Kenapa hati aku rasanya sakit seperti ini ya? Lirih Senja dalam hatinya
"Ah iya Uncle." Ucap Senja.
"Soal pertanyaan Senja yang tadi, Uncle tak perlu memikirkan nya. Senja hanya bercanda saja Uncle tak lebih." Senggol Senja kepada Sang Uncle dengan tersenyum di paksakan.
"Tentu, Uncle juga tau itu." Ucap Uncle Iko tersenyum.
"Ya sudah, Senja akan ganti baju dulu ya Uncle, Tunggu disini." Ucap Senja berlaku pergi ke kamarnya.
"Oke Senja."
...πΊπΊπΊ...
Sesampainya di kamar, Senja perlahan menutup pintu dan menguncinya.
Entahlah mengapa hatinya begitu sakit mendengar jawaban Sang Uncle dan hanya di anggap hanya gurauan saja.
Air matanya luruh tanpa di minta.
"Aku kenapa?" Ucap Senja mengusap kasar air mata uang menetes di pipinya.
Kan memang seharusnya seperti itu, Uncle mencintaiku sebagai keponakan nya bukan? Lirih Senja dalam hatinya bertanya-tanya.
__ADS_1
Senja masuk ke kamar mandi, mencuci mukanya dengan air. Setelahnya ia segera bersiap untuk pergi bersama Uncle Iko.
Mengoleskan sedikit bedak dan liptint di bibir mungilnya, dan Sempurna.
"Uncle ayo! aku sudah siap!" Ajak senja pada Sang Uncle yang masih duduk menikmati siaran televisi.
"Ayo." Ucap sang Uncle Iko.
...πΊπΊπΊ...
Keduanya melangkah kakinya masuk kedalam wahana permainan sederhana yang ada di salah satu Mall di kota itu.
Setelah Uncle Iko memarkirkan mobilnya, Keduanya berjalan beriringan menuju area permainan yang ada.
Banyak permainan yang Senja mainkan bersama Sang Uncle Iko.
"Ayo Uncle lawan Senja." Ucap Senja tertawa pada Uncle Iko.
"Ah tentu Senja! kau akan kalah." Ucap Uncle Iko.
Keduanya sangat menikmati setiap permainan yang ada, Hingga sudah hampir 3 jam mereka menghabiskan waktu bersama.
"Lelah?" Tanya Uncle Iko.
"Lumayan Uncle, tapi Senja senang." Ucap Senja Mengelap keringat yang menetes di dahinya.
"Ini." Ucap Uncle Iko mengelap keringat yang ada di dahi Senja dengan gerakan tiba-tiba.
Deg
Deg
Deg
Duh, Uncle jangan deket-deket gini? bikin jantung Senja olahraga aja. mana ganteng banget. Lirih Senja menatap wajah Sang Uncle Iko yang begitu dekat dengan nya bahkan hembusan nafas Uncle Iko begitu terasa.
"Ah biar Senja saja Uncle." Ucap Senja mengambil sapu tangan itu, dan mengelap peluh keringatnya sendiri.
πππ
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like, komen.
Untuk yang Vote author makasih banget-banget ya.
__ADS_1
Semoga kalian suka dengan Novel Author yang ini. Sekian dan terimakasih.