
Baiklah, jika sang putra menolak untuk tinggal dengan dirinya kembali, kali ini Mama Monica yang akan datang mengunjungi dan menemui Gara dan mantan suaminya.
Sekilas tentang Mama Monica 2 tahun berpisah dengan Papa Iko ia benar-benar mewujudkan mimpi dan cita-cita nya menggeluti ilmu fashion di berbagai negara, ikut mengadakan pameran busana yang sesekali di selenggarakan, 1 tahun penuh bekerja keras dan akhirnya ia masuk dalam 3 besar jajaran desainer yang sangat sukses kala itu.
Menikah dengan seorang pria yang begitu mencintainya di awal masa perkenalan mereka, semuanya tampak berjalan lurus dan sangat bahagia? Begitu pikiran yang ada di otak Mama Monica.
Namun semua pemikiran itu terbantahkan, seketika suami yang ia nikahi hanyalah laki-laki yang suka berselingkuh dan bermain fisik hingga pernikahan indah yang ia impikan hanya berjalan 6 bulan dan semuanya tampak penuh dengan luka dan kesakitan.
Kembali ia menyandang status menjadi janda, gemerlap kesuksesan yang ia dapatkan ternyata tak membuatnya bahagia kala ia menikmatinya dengan sendiri. Bekerja keras seharian dan pulang hanya sendiri tak ada seorang pun yang menyambut, dunianya nampak kosong dan hampa.
Ternyata memang benar apa yang dikatakan orang-orang, bahwa keluarga adalah hal yang paling berharga. Rasa sesal kian menyelimuti dalam diri Mama Monica.
Baiklah tak ingin lagi berlama-lama, ia akan mengunjungi putra semata wayangnya, mungkin juga Iko mau kembali kepadanya demi sang putra? Mewujudkan cita-cita keluarga yang utuh dan bahagia seperti yang di impikan sang putra sedari dulu!
🎶
Tok
Tok
Tok
"Apa Tuan Iko dan Gara ada di rumah?" Ucap Mama Monica saat salah seorang pelayan membukakan pintu.
"Maaf anda siapa ya?" Tanya pelayan itu dengan sopan.
"Saya.....
"Siapa bi?" Ucap Papa Iko yang tak sengaja melewati pintu masuk rumahnya.
"Iko! Ini aku Monica! Aku ingin menemui putraku!" Teriak Mama Monica dari luar.
"Biarkan dia masuk bi."
"Baik tuan."
"Duduklah sebentar aku panggil kan Gara terlebih dahulu!" Ucap Papa Iko berlalu pergi.
Tok
Tok
Tok
"Iya pa? Ada apa?" Ucap Gara membuka pintu kamarnya.
"Ada Mama mu di bawah mencari mu son!"
__ADS_1
"Mama?"
"Iya, temuilah!"
"Baiklah Papa!" Ucap Gara melangkah kakinya turun ke bawah.
"Sayang!" Panggil Senja saat Papa Iko ingin melangkah kan kakinya mengikuti sang putra.
"Iya honey!" Ucap Papa Iko melangkah mendekati sang istri dan mencium keningnya.
"Ada siapa?" Tanya Senja.
"Ah itu.... " Ucap Papa Iko dengan gugup.
"Katakanlah, tak apa!"
"Mama nya Gara berkunjung, dia ada di bawah?"
"Benarkah?" Ucap Senja dengan mata berbinar.
"Kau tak marah atau bagaimana honey?" Ucap Papa Iko takut-takut.
"Buat apa aku marah padanya? Toh memang itu Mamanya Gara yang sekarang juga menjadi putraku? Masa lalu tak bisa di ubah bukan honey? Jadi sebagai istrimu aku harus bisa berteman juga dengan nya bukan?"
"Kau yakin?"
"Tentu, kau tak perlu khawatir padaku! Sudah kau kebawah dulu temui lah dan temani Gara, aku akan ke dapur membuatkan cemilan."
Cup
Kecupan singkat di bibir Papa Iko layangkan untuk istrinya, memang benar bukan? Masa lalu tak bisa di ubah, dan kita harus bisa berdamai dengan masa lalu itu menerimanya meski sangat sulit dan pahit.
🎶
"Kenapa Mama kesini?" Ucap Gara, untuk Papa Iko ia lebih memilih untuk diam tak ingin mengeluarkan sepatah kata apapun menyimak apa maksud dan tujuan mantan istrinya kemari.
"Apa mama tak boleh berkunjung kemari?"
"Tapi kenapa mama datang kesini? Bukan kah kita bisa bertemu di luar? Gara sudah janji bukan? Akan selalu menghubungi Mama?"
"Ya! Tapi Gara tak mau tinggal bersama dengan Mama bukan? Jadi lebih baik Mama datang kesini?" Ucap Mama Monica tersenyum, sesekali ia melirik ke arah mantan suaminya, reaksi apa yang di tunjukkan oleh dirinya namun nihil, ekspresi Papa Iko cenderung datar dan sangat acuh.
"Maaf ma! Tapi ini keputusan Gara untuk memilih tinggal dengan Papa."
"Tak apa jika Gara memilih tinggal bersama dengan Papa! Mama masih bisa mengunjungi kalian bukan?"
"Hem, "
__ADS_1
"Gara, apa Gara tak ingin memiliki keluarga yang utuh?" Ucap Mama Monica lirih harap cemas akan ekspresi Gara yang tak sesuai dengan ekspektasi nya.
"Tentu! gara sangat ingin memiliki keluarga yang utuh." ucap Gara dengan tersenyum, papa Iko masih cuek dan memilih untuk memainkan ponsel miliknya.
"Bagaimana kalau Mama dan Papa kembali? Maksudnya Mama dan Papa tinggal bersama lagi dengan Gara, menjadi keluarga yang utuh seperti yang Gara impikan?" Ucap Mama Monica dengan lirih.
Brak!
"Apa yang kau katakan Monica! Itu tidak mungkin!" Ucap Papa Iko langsung dengan nada tinggi!
"Gara yang menginginkan, ia ingin memiliki keluarga yang utuh!"
"Tapi bukan berarti aku kembali dengan mu!"
"Tapi aku adalah ibu kandung Gara!"
"Hah, Ibu!"
"Ya aku ibu Gara! Dan akulah yang pantas menjadi istrimu lagi! Kau tau bahkan aku sudah sukses dan meraih cita-cita ku!" Ucap Mama Monica dengan ponggahnya.
"Maaf Monica, kau tak berubah! Aku tak bisa kembali dengan mu! Aku sudah menikah!"
"Omong kosong aku tak percaya dengan mu Iko!" Ucap Mama Monica dengan nada tingginya.
Kedua orang dewasa itu lupa, masih ada anak yang tak baik mendengarkan pertengkaran keduanya.
"Maaf Gara! Papa kembali ke kamar! Kau lanjutkan saja mengobrol mu dengan Mama!" Ucap Papa Iko dengan lembut sadar akan kehadiran Gara yang tak baik untuk mendengarkan ini, ia pun melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam, namun dengan tak tau dirinya Mama Monica langsung mencegahnya dan memeluk Papa Iko dari belakang dengan begitu erat!
Bruk! Pyar! 3 gelas langsung luruh seketika ke lantai dengan nampan yang dipegangnya, Senja terpaku dengan adegan di depan nya itu.
"Honey!" Ucap Papa Iko langsung melepas dengan kasar pelukan mantan istrinya hingga tanpa sengaja tubuh Mama Monica hampir terhempas ke lantai.
"Maaf telah menganggu kalian!" Ucap Senja langsung ingin pergi dari sana, "Dengarkan dulu honey! Ayo kekamar!" Ucap Papa Iko langsung mencekal pergelangan tangan istrinya dan membawanya masuk kedalam kamar.
"Hah... Lebih baik Mama pulang terlebih dahulu!"
"Apa Papa mu sudah benar menikah?"
"Ya Mama, Dan Mommy Senja merawat ku dengan sangat baik meski aku bukan putra kandungnya. Kasih sayang yang tak aku dapatkan dari Mama kandungku, tapi Mommy Senja memberikan semuanya untuk ku! Dan Mama membuat mereka berdua salah faham!"
"Mommy? Tapi dia tak pantas menjadi ibumu!"
"Mama cukup! Dia pantas bahkan sangat pantas menjadi Mommy ku, Lebih baik Mama pulang lebih dahulu!"
"Kau mengusir Mama mu Gara!"
"Secara tak langsung iya! Dan maaf ma!" Ucap Gara berlalu pergi.
__ADS_1
🎶
Happy Reading❤