Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 63


__ADS_3

Keduanya melangkah masuk kedalam, dengan tangan Senja yang terus menggenggam Uncle Iko.


"Assalamu'alaikum." Ucap Senja di depan pintu rumahnya.


"Waalaikumsalam." Jawab Bunda Nur sambil membukakan pintu.


"Putri bunda sudah pulang ya? Eh Iko! Lama tidak bertemu? Sehat?" Ucap Bunda Nur tersenyum ramah pada keduanya.


"Iya alhamdulillah kak sehat." Jawab Iko dengan senyum di paksakan, masih ada rasa canggung dalam hatinya untuk kembali berkomunikasi seperti dahulu terhadap kedua orang tua Senja, insiden kebohongan nya kala itu, membuat ada dinding pembatas tak terbaca antara dirinya dan kedua orang tua Senja.


"Masuk." Ucap Bunda Nur mempersilahkan keduanya masuk kedalam.


Uncle Iko dan Senja masuk kedalam berjalan beriringan dengan Bunda Nur, ketiganya duduk di ruang tamu, dengan Senja yang kali ini menggenggam tangan sang Bunda, harap cemas tentang reaksi sang Ayah jika melihat dirinya membawa Uncle Iko pulang ke rumah hari ini.


"Sudah! Jangan khawatir." Ucap Bunda Nur memenangkan agar Senja tak lagi gugup.


"Bunda, apa Ayah setuju?" Tanya Senja dengan berbisik lembut.


"Kita liat nanti, sebentar Bunda panggilkan Ayah dahulu." Ucap Bunda Nur.


"Iko, sebentar Bunda tinggal dulu ke belakang ya bikin teh hangat dan cemilan." Ucap Bunda Nur pamit dari keduanya.


"Uncle! Aku tak yakin." lirih Senja.


"Kita akan melewati semua ini sama-sama ya." Ucap Uncle Iko tersenyum menenangkan Senja, meski hatinya sangat gelisah dan gugup.


"Ada apa kau kemari Iko!" Ucap Ayah Fandy tiba-tiba dengan nada dingin dan menyudutkan.


"Ayah!" Tegur Senja dengan suara lembut.


"Diam Senja!" Ucap Ayah Fandy.


"Sudahlah! Biar aku saja yang berbicara pada Ayahmu! Kau diam lah!" Mungkin itu isyarat yang dikirimkan Uncle Iko pada Senja melalui sorot matanya.


"Maaf kak, jika kehadiran ku menganggu waktumu! Apa kabar? Senang bertemu dengan mu kembali kak!" Ucap Uncle Iko basa-basi untuk memulai pembicaraan pada hari ini, jantungnya berdenyut dan bertalu seperti genderang perang! Oh ayolah kau sudah pernah bertemu dengan orang tua Senja bahkan tinggal bersama dengan mereka Iko! Tapi kenapa rasanya masih seperti ini! Monolog Iko dalam hatinya. Sungguh ini sangat menyiksa dirinya.


"Apa tujuan mu!" Ucap Ayah Fandy tanpa mau basa-basi.


Glek!


Senja dan Uncle Iko langsung menelan ludahnya dengan kasar, demi apapun Ayah Senja nampaknya tak bisa diajak untuk berbicara perihal restu hari ini.


"Ayah! Duduk lah! Ibu sudah buatkan teh hangat untukmu." Ucap Bunda Nur tiba-tiba yang datang dari dapur dengan membawa nampan yang berisikan teh hangat dan beberapa cemilan.


"Mau apa kau kemari! Ada urusan apa!" Ucap Ayah Senja yang sudah duduk di kursi, nada suaranya tak berubah masih dengan nada mengintimidasi nya.


"Ayah!" Tegur Bunda Nur.


"Maaf kak jika saya menganggu anda pada hari ini, saya kesini ingin meminta restu pada Anda selaku kedua orang tua Senja. Saya ingin meminang putri anda menjadi istri saya." Ucap Uncle Iko dengan tegas! apapun hasilnya ia harus bisa mengutarakan maksud dan tujuan nya, meski akan mendapat penolakan! Tenang! Dedek bayi jadi solusi nya. wkwkwkw... canda ding.


Meski ia mendapat penolakan, ia tak gentar untuk berjuang agar mendapat restu dari keduanya.


"Apa! Kau ingin meminang putriku!" Ucap Ayah Fandy dengan nada kaget tak percaya.

__ADS_1


"Benar kak Fandy, saya ingin meminang putri anda menjadi istri saya! Dan apapun syarat nya pasti saya akan lakukan!" Ucap Uncle Iko dengan mantap.


"Kau percaya sekali akan mendapat restu dariku!" Ucap Ayah Fandy dengan nada mengintimidasi.


"Ayah... Tapi senja mencintai Uncle Iko." Ucap Senja dengan mata berkaca-kaca.


"Ikuti saya ke taman belakang! Kita perlu bicara empat mata!' Titah Ayah Fandy berdiri dan langsung berjalan.


🎶


"Bunda... hiks... hiks... ini bagaimana?" Ucap Senja langsung memeluk sang Bunda saat Uncle Iko dan Ayahnya sudah menghilang di ruang tamu.


"Sudahlah! Ayahmu tau apa yang terbaik untuk putrinya bukan?"


"Tapi Bunda!!!"


"Sayang... Kau sungguh mencintai Iko? Padahal kau bisa mendapatkan laki-laki yang lebih muda darinya bukan?" Tanya Bunda Nur ingin memastikan perasaan anaknya sekali lagi.


"Ya Bunda, aku mencintai Uncle, umur bukan menjadi patokan untuk kita mencintai seseorang bukan? Senja sangat sayang bahkan cinta dengan Uncle." Lirih Senja dengan terduduk.


"Senja, saat nanti Ayah mu menyetujui dan kau sudah menjadi istri Uncle Iko! Kau juga harus bisa menjadi ibu yang baik untuk putra sambung mu? Kau mengerti?"


"Mengerti Bunda, Senja akan berusaha dan selalu ingat dengan nasihat sang Bunda.


🎶


"Bunda, Ikut Ayah ke kamar biarkan mereka berdua bicara." Ucap Ayah Fandy yang sudah tiba di sana dengan Uncle Iko.


Cukup singkat untuk waktu 30 menit Ayah Fandy dan Iko berbicara empat mata, Dengan ekspresi datar yang di tampilkan Uncle Iko saat ini sudah dipastikan Ayah Fandy pasti tak memberikan restu.


"Uncle!" Panggil Senja dengan begitu lirih.


"Ya."


"Bagaimana?"


"Maaf Honey!" Ucap Uncle Iko terbata.


"Aku sudah menduga Ayah tak menyetujui kita bukan?" Tanya Senja dengan tertunduk lesu.


"Maaf jika bulan depan kau sudah menyandang nama sebagai nyonya Iko." Ucap Uncle Iko dengan tersenyum.


"Bercanda mu tak lucu." Ucap Senja masih membelakangi Uncle Iko.


"Apa kau tak mau menikah dengan ku bulan depan honey?" Tanya Uncle Iko lirih.


"Uncle... "


"Ayah mu merestui kita." Ucap Uncle Iko tersenyum.


Hap


Hap

__ADS_1


Hap


Senja langsung memeluk Uncle Iko, dan terisak dalam pelukan nya.


"Kau serius?" Tanya Senja dengan nada suara tersedu.


"Tentu! Dan berhentilah menangis! Aku tak mau melihat air matamu honey." Ucap Uncle Iko menghapus sisa air mata Senja dan kembali memeluknya.


🎶


Iko dan Ayah Fandy.


"Iko duduklah."


"Baik kak."


"Aku tak ingin berbasa-basi! Apa kau sungguh ingin menikah dengan putriku!"


"Ya kak! Aku mencintai putrimu bahkan sangat mencintainya."


"Kau bahkan bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik darinya, dengan pemikiran yang lebih matang bukan? Ah kau tau maksudku!" Ucap Ayah Senja.


"Ya! Kau memang benar kak, Aku bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik dari putrimu dengan usia yang matang! Tapi sosok putrimu sudah menjadi candu bagiku! Aku tak bisa menatap wanita lain selain putrimu! Aku hanya menginginkan Senja menjadi istriku!"


"Lalu putramu? Apakah menyetujui Jika senja menjadi ibu sambungnya? Pernikahan mu tak hanya berdasarkan cinta saja bukan? Tapi kebahagiaan putra mu itu harus kau perhatikan juga Iko."


"Ya aku tau! Dan entah apa yang dilakukan putrimu pada putra kandungku! Bahkan putraku mengancam papanya sendiri, jika bukan tante Senja yang menjadi ibu sambungnya ia tak mau ada wanita lain yang menggantikan nya."


"Hah..... " Helaan nafas panjang keluar dari mulut Ayah Fandy.


"Apa kakak merestui hubungan kami?" Tanya Uncle Iko harap-harap cemas.


"Lalu? Apa yang bisa aku lakukan selain memberikan restu pada kalian? Jika kamu adalah kebahagiaan putriku! Aku menyetujui itu."


"Kak yakin bukan? Kakak tak membohongi ku kan?" Tanya Uncle Iko memastikan sekali lagi.


"Ya! Aku merestui kalian, tapi aku memiliki pesan untukmu!" Ucap Ayah Fandy.


"Apa kak!"


"Kelak apapun masalah yang menimpa keluarga kalian, ku harap kau selalu mempercayai putriku, Meski sangat sulit mengungkap kebenaran yang ada! Ku harap kau selalu berpihak pada nya. Apa kau sanggup?"


"Ya kak! Aku akan selalu mempercayai putrimu! Aku akan selalu menjaganya." Ucap Uncle Iko dengan mantap.


"Jaga putriku! Jangan lagi kau mengecewakan nya! Aku mempercayai mu!" Ucap Ayah Senja menepuk pundak Uncle Iko.


"Dan mulailah memanggil ku dengan sebutan Ayah seperti Senja, jangan kakak! Tak sopan memanggil calon mertua dengan sebutan kakak bukan?" Goda Ayah Fandy pada calon menantu nya.


"Ya Ka.... Ayah.. " Ucap Uncle Iko terbata, senyum mengembang ia tunjukkan pada wajahnya. Ah hari ini cukup membahagiakan bahkan sangat membahagiakan, penantian dan perjuangan nya tak sia-sia. Senja kali ini akan benar-benar menjadi miliknya. Hanya miliknya.


🎶


Happy Reading!

__ADS_1


__ADS_2