Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 75


__ADS_3

^^^3 TAHUN BERLALU,^^^


"Ailin mau loti Mommy sepeti yang di televisi!" Ucapnya dengan nada cadel, bocah 2 tahun itu saat ini sedang duduk di pangkuan sang Mommy.


"Ya, nanti kita beli ya. Kita tunggu Papa pulang dulu, bagaimana?" Ucap Mommy Senja tersenyum pada putrinya, Ah menggemaskan.


Airin Rienja Dirgantara, putri cantik pertama pasangan Mommy Senja Aulia Husna dan Papa Riko Dirgantara, mata cantik nan lentik di turunkan begitu persisi seperti milik sang Mommy sedangkan sang kakak Gara Dirgantara, ia sudah menyelesaikan sekolah menengah akhir hanya tinggal menunggu wisuda, kebahagiaan selalu menghiasi keluarga kecil keduanya.


"Abang.... " Teriak baby Airin dengan mata berbinar senang kala melihat sang kakak sudah pulang dan ia lari tergopoh-gopoh menghampiri nya.


"Kesayangan abang..." Ucap Gara menggendong baby Airin dan menghujami ciuman di pipi gembul adik manisnya.


"Abang belhenti! Ailin geli." Ucap nya dengan nada cadel kesal kala sang kakak terus mencium pipinya.


"Abang," Panggil Mommy Senja seolah memperingati putra sulung nya itu.


"Hehehehe, ya Mommy, habis Airin sangat menggemaskan." Kekeh Gara menghentikan ciuman nya dan menggaruk tengkuk leher belakang nya yang tidak gatal.


"Airin sayang, turun nak. Biar akan abang mandi terlebih dahulu. Oke?" Ucap Mommy Senja merentangkan tangan nya dan mendekati keduanya.


"No mommy! Ailin ingin di gendong dengan abang! Belmain dengan abang!" Ucap nya di barengi pelukan erat di leher sang abang.


"Sudahlah Mom, tak apa. Bicarakan dia bermain dengan ku!" Ucap Gara tersenyum. kakinya melangkah masuk kedalam kamar untuk segera membersihkan dirinya tentu dengan ditemani adik manis kesayangan nya. "Abang mandi dulu mommy!"


"Assalamu'alaikum Mommy!"Ucap Papa Iko yang baru saja tiba di rumah itu sesaat setelah kedua putra dan putrinya berjalan menjauh masuk kedalam kamar.


"Waalaikumsalam Pa!" Ucap Senja mencium tangan sang suami dan meraih tas yang Papa Iko bawa.

__ADS_1


"Kau sendirian? baby Airin kemana sayang?"


"Hah, anak itu selalu menganggu abang nya ketika akan mandi!" Ucap Senja menjelaskan, baby Airin sangat suka mandi dengan sang kakak, ah bukan mandi hanya sedikit bermain air saja.


"Jika Baby Airin di mandikan dengan Abang Gara, Papa Iko tak keberatan jika harus di mandikan dengan Mommy Senja." Ucap nya dengan nada tersenyum menggoda.


"Papa! Kau mesum sekali!"


"Ayolah mommy! mumpung anak-anak sibuk! dan mereka tak akan bisa menganggu kita bukan?" Ucap Papa Iko langsung menggendong istrinya ke dalam kamar.


Hah, kalau sudah begini Mommy Senja hanya bisa pasrah dan menghela nafas panjang nya, Oke mari kita mandikan Bayi besar mu Mommy Senja tentu dengan sentuhan dan pijatan plus plus di dalam nya bukan?


🎶


Meski uang bukan segalanya, namun uang seperti tolak ukur yang tak kasat mata, tapi sangat nyata dan besar pengaruhnya.


Untuk Gara, ia menuruti janji dan perkataan nya, setiap minggu minimal sekali ia akan mengunjungi sang Mama untuk sekedar bertukar kabar, membawakan nya beberapa makanan, cemilan dan beberapa alat yang dibutuhkan nya, misalnya seperti selimut.


"Seharusnya aku yang ada di antara kalian bukan kau!" Ucap Mama Monica menatap Papa Iko dan Mommy Senja yang terduduk di area bangku taman melihat interaksi Baby Airin dengan abang Gara.


Mendekam di penjara, selama 3 tahun tak membuat rasa iri, dan dengki yang ada di hatinya untuk Mommy Senja memudar menghilang justru rasa itu kian membumbung tinggi dan meminta untuk segera di tuntaskan.


Otaknya masih mengecap bahwa Senjalah yang membuatnya hidup berantakan seperti sekarang.


Hah, hanya memiliki rumah tinggal dan satu mobil, harusnya itu cukup membuatnya bahagia dan menyadari setelah sekian banyak. masalah yang dia timbulkan.


namun sifat haus dan tamak selalu ada dalam hati manusia bukan? ah namun, semua itu tak terlepas bagaimana manusia itu sendiri yang menyikapi sisi tak baik dalam dirinya.

__ADS_1


🎶


"Mama..... "Panggil Gara kala bocah itu masuk kedalam rumah milik Mama nya.


"Masuk saja!"


"Assalamu'alaikum Ma," Ucap Gara meraih tangan sang Mama dan mencium nya.


"Waalaikum salam. "


"Maaf ma, kemarin Gara tak bisa menjemput Mama," Ucap Gara dengan rasa sesalnya.


"Tak apa, Mama tau kau sibuk sayang!" Ucap Mama Monica dengan tersenyum mengelus puncak kepala sang putra.


Remaja satu ini sangat baik hati, ah meskipun sang Mama tak pernah memberikan perhatian untuk nya, tapi Gara selalu memperhatikan dirinya, Hah... Karena Gara tau di abaikan itu hal yang menyakitkan.


Keduanya menghabiskan waktu dengan berbincang ringan dan menyantap makanan yang sudah terhidang di atas meja.


Monica akan selalu menjadi ibu yang baik bahkan sangat baik dengan putra semata wayang nya, namun? dibelakang sang putra dendam itu kian membara dalam lubuk hatinya.


Mari kita lakukan! Jika mengusir mu dengan cara kasar dan terang-terangan merugikan ku, Mari kita bermain dengan sangat lembut dan menyenangkan. Ku pastikan kau dan putri mu akan tidur dan hidup abadi di sana, tanpa lagi datang dan menganggu keluarga ku. Monolog Monica dalam hatinya.


Dan rencana pembunuhan itu di mulai....


"Senja Aulia Husna, kau dan putri mu harus mati di tangan ku! ku pastikan aku tak akan gagal seperti 3 tahun yang lalu. kau harus membayar mahal atas penderitaan ku selama di penjara." Monolog Mama Monica mengepalkan tangan nya.


🎶

__ADS_1


Happy Reading guys❤


__ADS_2