Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 39


__ADS_3

"Uncle!" Ucap Senja berkaca-kaca, sungguh semua berkesan sangat indah di matanya.


"Will you marry me gadis kecilku?" Ucap Uncle Iko pada Senja dengan menyodorkan cincin tepat di hadapan Senja.


"Yes Uncle, Senja mau menikah dengan mu." Ucap Senja dengan mata yang Berkaca-kaca.


Disematkan nya cincin tersebut kedalam jari manis milik Senja, ah manisnya. Malam terlewat begitu indah dan meninggalkan kesan romantis yang akan terkenang dalam benak keduanya.


🎶


Waktu bergulir kian cepat, minggu depan adalah acara pertunangan keduanya, ah senyum yang mengembang sesekali pipi merah yang tampak masih malu dari keduanya jelas tercipta.


Untuk Senja, ia tak ingin melanjutkan studi kedokteran yang menjadi impian nya, ia ingin menjadi istri dan ibu rumah tangga yang baik untuk Uncle Iko dan anak-anak mereka kedepannya.


Yang saat pagi mengantarkan Uncle Iko berangkat bekerja, sore hari menunggunya pulang dan mengerjakan pekerjaan rumah yang seharusnya perempuan kerjakan. Ah manisnya, sungguh pernikahan dengan Uncle Iko adalah hal yang ingin ia capai untuk saat ini.


🎶


Disisi lain, seorang ibu tunggal Monica, ia terus memikirkan perkataan orang kepercayaan keluarga Dirgantara bernama Doni.


Setelah hari itu, Doni terus meyakinkan diriku bahwa Tuan Riko Dirgantara masih hidup dan kini tengah bekerja menjadi pengusaha Toko Sembako di salah satu kota tempat dimana orang tuanya tinggal.


Semua tampak sepeti bualan semata, ah rasanya sungguh menjengkelkan, ia terus menerus mengingatkan ku tentang suamiku, namun rasa ini kian penasaran atas apa yang di ucapkan oleh Doni.


Hingga monica memutuskan, minggu depan ia akan menyelidiki nya dengan harapan hanya separuh, tak ingin berharap terlalu jauh karena sakitnya akan kembali terulang jika mengingat kenyataan pahit bahwa suaminya telah meninggal.


🎶


Senja tampil cantik dengan kebaya dan kain batik sebagai rok yang menambah kesan anggun dalam dirinya, Uncle Iko mengenakan baju batik dengan motif yang sama seperti rok yang dikenakan dengan Senja, dan di padukan dengan celana kain hitam yang menunjang penampilan nya malam ini.


Malam ini adalah acara pertunangan Senja dan Uncle Iko akan di langsungkan.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Senja." Ucap Bunda Nur mengetuk pintu kamar putri sulung nya.


"Iya Bunda, sebentar." Ucap Senja gugup.


Ditariknya nafas perlahan lalu ia hembuskan keluar saat itu, kakinya melangkah menarik handle pintu, tampak sang Bunda yang tengah menunggu di depan pintu kamarnya.


"Apa kau sudah siap?" Tanya Bunda Nur pada Senja, yang dibalas dengan anggukan gugup putrinya.


"Sudah, jangan gugup. Kau pasti bisa sayang." Ucap Bunda Nur tersenyum.


Keduanya melangkahkan kaki turun untuk menuju ke lantai dasar di mana acara pertunangan itu akan berlangsung.


Uncle Iko menatap takjup Senja yang saat ini tengah menuruni tangga, tak ada kesan seperti kekanak-kanakan, justru malam ini Senja terlihat seperti wanita dewasa, ah kadar kecantikan nya meningkat lebih banyak saat ini.


Prosesi tukar cincin dan penentuan tanggal pernikahan sudah di rencanakan, 3 bulan ke depan acara pernikahan keduanya akan segera di selenggarakan.


"Benarkah?" Tanya Senja dengan ekspresi menggemaskan.


"Tentu, aku tak sabar menanti malam pengantin kita." Kedip Uncle Iko dengan mata yang errr sangat menggoda.


"Uncle jangan menggodaku." Ucap Senja mencubit lengan Uncle Iko.


Cup


"Ah manisnya," Ucap Uncle Iko setelah mengecup sekilas bibir milik Senja.


"Kau mesum sekali Uncle! Bagaimana jika Bunda dan Ayah melihat ini." Ucap senja menutup mulutnya agar ia tak mendapat kecupan singkat kedua kalinya.


"Kita akan segera menikah malam ini, dan kau akan ku kurung selama seminggu didalam kamar." Ucap Uncle Iko dengan santainya.

__ADS_1


"Uncle!!!! mesum..." Ucap Senja berlalu pergi meninggalkan Uncle Iko yang tengah terduduk di bangku tersebut.


Kenapa menggoda mu sangat menyenangkan untukku Senja, ah aku sangat mencintaimu kau begitu menggemaskan. Lirih Uncle Iko menatap punggung Senja yang kian lama menghilang.


Argh... Argh... Argh...


Lengguh Uncle Iko saat tiba-tiba kepalanya berdenyut nyeri kala memandang langit indah malam itu.


Ah, sebaiknya aku masuk dan beristirahat. Gumam Uncle Iko melangkah masuk dan mengistirahatkan tubuhnya.


Berbeda dengan Senja, ia masuk kedalam kamar dengan nafas yang tak beraturan, jantungnya berpacu kian menggila mendapat godaan Uncle Iko malam itu. Ah pipinya kian memerah seperti tomat jika mengingat godaan tunangannya malam itu.


🎶


Pesawat mendarat dengan sempurna di bandar udara Sulawesi, kampung halaman kedua orang tua Doni.


"Silahkan Nyonya mari." Ucap Doni mempersilahkan nyonya Monica untuk melangkah lebih dulu, dan dirinya membantu membawa koper Monica.


Tanpa banyak kata, Monica mengikuti arahan dari tangan kanan nya tersebut, dan keduanya masuk kedalam mobil.


Pelan namun pasti, mobil melaju membelah kota tersebut, Hotel sederhana yang tak jauh dari lokasi rumah kedua orang tua Doni menjadi pilihan Monica untuk menginap dan mengistirahatkan tubuh nya yang letih. Monica menolak tawaran dari Doni untuk menginap di rumahnya.


"Nyonya, silahkan istirahat, jika butuh sesuatu hubungi saya." Ucap Doni.


"Ya." Jawab Monica dengan dingin


"Saya permisi Nyonya, selamat malam dan selamat beristirahat." Ucap Doni berlalu pergi meninggalkan Monica.


Pa, apa benar kau masih hidup? Kenapa kau tak kembali ke rumah jika selamat waktu kecelakaan pesawat tersebut. Apa kau tak merindukan putra kita? Gara merindukan mu, aku juga merindukan mu. Hatiku sakit dan hancur kala berpisah darimu. Lirih Monica memandang keluar jendela hotel tersebut.


🎶


Happy Reading ya guys!

__ADS_1


Besok bakal Crazy Up ya, jadi like nya gak boleh pelit-pelit hehehehe. Oke.


Untuk yang Vote terimakasih, peluk online dari Author ya.


__ADS_2