
Akhirnya Senja di perbolehkan untuk pulang ke rumah, namun harus sesekali memeriksakan dirinya hanya untuk mengecek perkembangan kesehatan kepalanya pasca operasi.
Romansa cinta keduanya kian memabukkan, Seperti tengah malam seperti ini.
Clek!
Kreat!
Di buka dan di tutupnya kembali pintu kamar Uncle Iko, Yah! Senja seperti seorang penyusup di rumah nya sendiri. Berjalan mengendap-endap.
Ah sialnya kenapa ia selalu menjadi penyusup di kamar laki-laki dan lebih parahnya lagi itu adalah Paman nya. Bukan! Kekasihnya.
Terdengar suara gemercik air yang ada di dalam kamar mandi tersebut, Dengan senyum indah, Senja berjalan menjinjit pelan menuju ranjang Uncle Iko, di tariknya selimut untuk menutupi seluruh badan nya.
Tak selang berapa lama, Uncle Iko keluar dengan singlet laki-laki yang pas membentuk lekuk tubuhnya, dan celana kolor pendek yang sangat pas di tubuhnya.
Uncle Iko mendudukkan dirinya di tepi ranjang, tangan nya meriah tombol lampu tidur di samping ranjang untuk menekan tombol off.
Ia tak menyadari bahwa sebelah ranjang nya ada seseorang yang entah apa tujuan nya.
Saat Uncle Iko merebahkan dirinya di atas ranjang, kedua tangan Senja langsung memeluknya, seketika Uncle Iko langsung terduduk dan menyalakan lampu.
"Senja! Astaga!" Ucap Uncle Iko kaget setengah mati, untung dia bukan seseorang yang heboh yang langsung berteriak seperti Senja.
"Hehehehe, kangen." Ucap Senja tanpa berdosa pada Uncle Iko dengan senyuman secercah mentari.
"Astaga Senja! Tapi kau tak harus menyelinap kamar Uncle seperti ini." Tegur Uncle Iko atas tindakan yang tidak sopan untuk dilakukan atau bahkan di ulangi.
"Yasudah maaf!" Ucap Senja mengerucutkan bibirnya.
Oh shit! Kenapa aku selalu kalah dengan nya ah! kenapa melihat nya seperti itu rasa kesal ku langsung hilang! Seakan ingin mengecup bibirnya. Gumam Uncle Iko menahan ketawanya.
Kaki Senja beranjak ingin pergi meninggalkan kamar Uncle Iko.
Hap. "Bagaimana? Ini yang kau mau." Tanya Uncle Iko berbisik di telinga Senja dengan memeluknya dari belakang, Dengan nada yang begitu sensual.
Dibaliknya tubuh Uncle Iko dan di peluknya dengan erat, "Kangen." Ucap Senja.
Tangan Uncle Iko terkulur untuk membelai puncak kepala Senja mendekap nya dengan erat sesekali menciumi nya.
__ADS_1
Dan akhirnya, mereka tidur berdua di ranjang milik Uncle Iko, dengan posisi Senja memeluk Uncle Iko dengan sangat erat.
Untuk kedua orang tua Senja, Mereka belum tau tentang hubungan keduanya saat ini.
Ah, pasti mereka akan syok jika anak gadisnya sering menyelinap kamar seorang cowok dan tidur dengan nya.
Tidur dalam artian hanya memeluk tidak untuk melakukan apapun.
πΆπΆπΆ
Esok hatinya, Senja diantarkan Uncle Iko untuk mendaftarkan dirinya di kampus yang ia inginkan untuk meraih cita-cita nya menjadi seorang dokter.
Keduanya melangkah kedalam, Uncle Iko tampak posesif menggandeng tangan Senja dengan mesra tanpa ingin melepasnya.
Senja tampil cantik dengan pakaian sopan, memoles wajahnya dengan sedikit make up. Tatapan beberapa pria yang menatap keduanya, ah bukan! Menatap Senja secara terang-terangan di hadapan Uncle Iko.
"Uncle! lepaskan." Ucap Senja merasakan cengkraman tangan Uncle Iko membuat nya pegal.
"Sayang. Aku tak ingin kau jatuh." Ucap Uncle Iko dengan menekankan kata sayang.
Oh Uncle! Senja tak mungkin segampang itu jatuh, lihatlah ia hanya menggunakan sepatu sneakers.
Senja membiarkan saja apa yang di lakukan Uncle Iko padanya.
Angga yang merasa terpanggil pun menoleh ke arah sumber suara.
Senja, kenapa kita harus bertemu! kau adalah orang yang saat ini ingin aku hindari. Gumam Angga dalam hatinya berusaha tersenyum.
"Senja." Ucap Angga.
"Kau kenapa tak menjenguk ku." Protes senja.
"Ah apa kau tak apa-apa paska kecelakaan tersebut?" Tanya Senja lagi untuk kedua kalinya.
"Hehehe, Aku tak apa senja, kau sudah sembuh kan?" Tanya Angga tersebut.
"Sudah, semenjak kejadian itu kenapa kau tak bisa di hubungi hem?" Tanya Senja lagi.
Memang semenjak kejadian itu, ingin sekali Senja menjenguk Angga sekedar menanyakan keadaan nya, namun pesan maupun telfon yang di kirim Senja, tak satupun di balas oleh Angga.
__ADS_1
"Ah itu, Handphone hilang." Ucap Angga.
"Hai Uncle Iko." Sapa Angga dengan menggaruk tengguk belakang nya, Uncle Iko yang mendapat sapaan tersebut hanya diam tak bersuara membuat Senja menyikut nya.
"Aish, Uncle! Tak boleh diam saja seperti itu jika di sapa seseorang tak baik Uncle!" Ucap Senja.
Good! Kau tak tau atmosfer keduanya Senja, Angga yang sudah tau tentang hubungan mu dengan Uncle Iko menangis dalam diam nya, Untuk Uncle Iko tentu! Lihatlah tatapan memuja dari Angga yang masih menaruh hati pada kekasihnya!
meskipun memiliki kharisma, di usianya sangat matang, ah dewasa. Tapi ada rasa tak percaya diri dalam hati Uncle Iko jika harus bersaing dengan yang muda bukan?
Dengan sangat terpaksa kedua laki-laki itu akhirnya berjabat tangan dengan senyum yang di paksakan.
"Kau juga mendaftar kuliah disini?" Tanya Senja pada Angga yang dibalas dengan anggukan oleh Angga.
"Aku senang mendengarnya, Kau ingin ke cafe bukan? Ayo kita sama-sama kesana." Tawar Senja.
"Sayang, kita tak bisa makan di sana, Bunda menyuruh untuk pulang ke rumah saja." Bisik Uncle Iko.
"Ah, Uncle bilang kita bisa menikmati makanan di cafe itu." Protes Senja.
"Angga maaf kita harus permisi dulu ya." Ucap Uncle Iko permisi undur diri di hadapan Angga tampa peduli wajah protes Senja.
Ditariknya tangan Senja untuk segera masuk dan mengikutinya masuk kedalam mobil.
πΆπΆπΆ
Happy Reading ya guys
Jangan lupa like, komen
Dan untuk yang udah Vote makasih yaππ
Maaf kemarin gak UP setelah sidang masih ada urusan yang riewuhhhh hehehehhe
Pengumuman
Untuk novel ku yang sebelah Mr. Mafia vs Gadis Muslimah. Gak tau dari kemarin gak bisa Up masih otw review sampai seharian.
Gak tau masalahnya apa.
__ADS_1
Kalau mungkin dari segi tata bahasa kurang sopan atau menyinggung biasanya ada pemberitahuan dari NT tapi ini gak ada.
Gak tau kenapa huhuhu....