
Dor!
Satu tembakan di layangkan oleh salah satu polisi yang datang bersama dengan Papa Iko di saat yang sangat tepat.
Arghhh.... Erangan sakit langsung menjalar di persendian bawah kaki Monica.
"Shit!!!" Umpatnya, gerakan pukulan cepat langsung dilayangkan oleh Papa Iko saat Monica lenggah, hingga pistol yang ia pegang terlepas jauh dari genggaman nya
Dengan sigap dua polisi tadi langsung memborgol tangan, dan mengamankan dirinya.
"Honey!!!! Kamu tak apa?" Ucap Papa Iko menatap istrinya yang terduduk dengan keadaan terikat dan langsung melepaskan belitan itu.
"Lepaskan!!!!!!!" Teriak Mama Monica histeris kala ia sudah di akankan oleh pihak kepolisian.
"Terimakasih pak atas bantuan nya, saya menyerahkan semua nya kepada pihak kepolisian! Hukum sesuai peraturan yang berlaku!" Ucap Papa Iko dengan mantap saat ia sudah melepaskan Senja dan merengkuh tubuh kecil istrinya dalam dekapan nya.
"Baik Tuan Iko saya akan mengurus semuanya!" Ucap salah satu pihak kepolisian.
"Lepaskan! Iko lepaskan!! Argh!"
"Wanita sialan! Kau harusnya mati!!"
"Lepaskan!!!! Kau kan mati wanita sialan!!"
"Perebutan suami orang!!!!" Berbagai umpatan di layangkan Mama Monica bersamaan dengan kepergian nya yang dibawa oleh pihak kepolisian.
🎶
Kala roda mobil itu sudah berputar menuju ke rumah sakit, Senja masih terdiam dan memandang keluar jendela.
"Sayang! Honey! Kau tak apa?" Tanya Papa Iko saat melihat istrinya terus diam.
"Aku ingin pulang!"
"Ya kau akan pulang tapi kita harus ke rumah sakit sebentar untuk memeriksa keadaan mu!"
"Tapi aku ingin pulang!"
"Jangan membantah ku Senja!!!!" Ucap Papa Iko dengan nada dingin nya.
Ia cukup khawatir dengan sang istri, karena luka lebam yang ada di pipinya tercetak jelas berwarna biru, hatinya Berdenyut sakit melihat keadaan sang istri, bagaimana pun ia ingin istrinya tetap melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memeriksa keadaan nya.
🎶
__ADS_1
"Minum lah!" Ucap Papa Iko menyodorkan beberapa butir obat, kini keduanya sudah sampai di rumah dan Senja sudah membersihkan dirinya, namun bibirnya masih terasa membeku untuk berucap, Semangatnya meredup tak ada lagi Senja yang cerewet dan yah....
Diraihnya beberapa butir obat dengan malas, masih dengan mode diam nya.
"Argh!" Lengguh Senja saat Papa Iko dengan telaten memberikan salep pereda luka lebam pada pipi cantik istrinya itu.
"Tahan sebentar honey!" Lirih Papa Iko yang merasa sedih dengan keadaan sangat istri.
"Uncle! Aku bukan perebut suami orang kan?" Celetuk Senja dengan nada lirihnya.
"Hey! Kau tak boleh berbicara seperti itu! Kau jangan pernah mendengarkan kata-katanya, semua itu tidak benar!"
"Tapi sorot matanya, mengatakan aku adalah pembawa pengaruh buruk salam hatinya." Lirih dengan mata berkata.
"No!!! No!!!! Kau wanita baik! Aku yang egois mencintaimu! Kau bukan merebut ku tapi aku yang merebut mu! Kau tak pernah merusak kehidupan siapapun! dia sendiri yang merusak kehidupan nya! Berhenti berfikir buruk seperti itu! Aku sedih melihat mu seperti ini honey!" Lirih Papa Iko mendekap Senja kedalam pelukan nya.
"hiks... hiks... maaf... aku takut tidak bisa bertemu dengan mu! Aku mencintai mu baby!" Tangis nya begitu tersedu dalam dekapan suaminya.
🎶
Kala berita kriminal yang di lakukan oleh dirinya mencuat kepermukaan, seketika karir dan beberapa agensi yang bekerja sama dengan Mama Monica membatalkan semua kerjasamanya. Karir yang dibangun nya dengan susah payah, dengan kerja keras di
ujung tanduk kehancuran atas perbuatan yang dia lakukan.
Mendekam dalam penjara tidak membuat Mama Monica sadar akan kesalahan dan kejahatan yang dia lakukan, ia justru semakin menyimpan dendam dan amarah yang ada dalam hatinya.
"Baby!' Panggil Senja nampak meragu.
"Ya?"
"Bolehkah aku meminta sesuatu padamu!"
"Katakan! Apa yang istri cantik ku inginkan!" Ucap Papa Iko tersenyum lembut.
"Bisakah kau membebaskan tante Monica dan mencabut semua tuntutan mu!" Ucap Mommy Senja ragu, kala keduanya tengah terduduk santai di ruang keluarga dan secara tak sengaja ada sebuah berita yang menayangkan kasus kriminal yang dilakukan oleh tante Monica.
"Apa!" Ucap Papa Iko kaget, langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi tak suka atas permintaan istrinya.
"Ku mohon!"
"Tidak! Dia sudah mencelakai mu! Bahkan dia berencana untuk membunuhmu!"
"Tapi!!! Ku mohon, aku tak ingin Gara sedih melihat Mama nya di penjara dan itu karena ku!" Lirih Mommy Senja dengan tatapan memohon.
__ADS_1
"Tidak bisa! keputusan ku sudah bulat! Tidak!" Ucap Papa Iko final.
"Ku mohon hanya sekali! Maafkan lah, berikan kesempatan kedua padanya!"
"Ti.....
"Sudahlah Mommy, jangan mendesak Papa seperti itu, Mama ku pantas mendapat kan itu. Aku berharap dia bisa belajar menjadi manusia lebih baik dan merenungi semua kesalahan yang telah ia perbuat." Celetuk Gara tiba-tiba ada di antara keduanya.
"Gara!"
"Gara tak membenci Mommy, Mama pantas mendapat hukuman itu, Percaya lah Mommy!" Ucap Gara lagi, saat melihat tatapan Senja seakan takut Gara akan membenci dirinya.
"Benarkah?" Ucap Mommy Senja dengan nata berkaca-kaca.
"Iya Mommy." Ucap Gara tersenyum.
...***...
Dua bulan setelah kejadian itu, Pengadilan memutuskan Mama Monica akan mendapatkan kurungan 5 tahun penjara atas kasus penculikan dan percobaan pembunuhan yang dilakukan nya pada Senja.
Gara sesekali menjenguk Mamanya dalam penjara, meski berulang kali sang Mama memohon agar Gara membujuk Papa nya untuk mencabut semua tuntutan pada dirinya, Gara hanya tersenyum dan berucap "Maaf Mama, gara tak bisa melakukan itu. Mama harus belajar menerima hukuman ini atas perbuatan Mama, Gara hanya bisa membantu dengan menjenguk Mama disini setiap minggunya agar Mama tak merasa kesepian."
Di lain sisi, Tawa bahagia tengah menyelimuti diri Mommy Senja, karena minggu laku ia di nyatakan positif mengandung dan usia kehamilan nya sudah menginjak 1 bulan. Papa Iko begitu posesif akan dirinya dan selalu mengawasi setiap pergerakan yang dilakukan oleh sang istri,
"Kau tak boleh melakukan ini...
"Jangan terlalu kelelahan....
"Biar kan bibi yang mengerjakan semuanya....
"Jangan terlalu banyak melakukan aktivitas....
Dan berakhir lah Senja hanya merebahkan dirinya di atas kasur dan tak melakukan apapun! daripada harus menerima ocehan dari sang padaku raja yang terhormat.
Oh ya, Senja sudah tak lagi bekerja di rumah sakit tersebut, Senja mengajukan pengunduran dirinya dan ia setuju dengan rencana Papa Iko untuk membuka klinik di rumah nya saja.
"Baiklah... sebagai istri dan ibu yang baik aku akan menuruti permintaan mu baby!" Ucap nya dengan mengedipkan sebelah mata.
🎶
Happy Reading.
Mohon Maaf kalau ada yang typo ya🤪
__ADS_1