Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 24


__ADS_3

Tentang Part selingan yang menceritakan kisah Gara dan Mama Monica, ada hubungan nya kok dengan Part Uncle Iko dan Senja.


Nanti pasti akan ada part Pertemuan antara Uncle Iko dan Senja dengan Gara dan Mama Monica ya๐Ÿ™ƒ


Untuk part awal kita berkisah perjuangan Senja mendapatkan cinta Uncle Iko๐Ÿ˜Œ


Lagi, Anggara itu anaknya Mama Monica bocah kecil itu umurnya masih 10 tahun ya, nama panggilan nya Gara.


Kalau Angga itu temen seangkatan Senja di sekolah yang berarti usianya sama dengan Senja yakni 18 tahun.


Jadi Anggara sama Angga beda ya๐Ÿ™ƒ Makanya author manggilnya Gara biar kalian gak bingungโค


Udah faham kan?


Happy Reading ya๐Ÿ’œ


Kembali ke cerita nya โค


...๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ...


Disini lain, sekarang seorang kecil tampan sudah menunggu orang tuanya di taman sekolah. Ah bukan kedua orang tua, lebih tepatnya adalah Sang Mama. Karena Papa yang biasa datang, sudah meninggal jadi tak mungkin datang bukan?


"Mama mu kemana?" Tanya teman Gara saat melihat Gara duduk sendiri di depan kelas.


Gara hanya diam tak menjawab pertanyaan itu, arah tatapan nya lurus ke depan menerawang jauh.


"Bibi lagi yang mengambilkan?" Celoteh teman yang satu.


"Mamamu sangat sibuk pasti dia tak bisa mengambilkan?" Celoteh teman kedua.


"Mama mu tak peduli lagi padamu Gara." Ucap teman nya lagi.


"Mulutmu ingin aku sumpal? Tak bisakah diam?" Ucap Gara menatap melotot pada kedua teman yang menggodanya.


"Kasihan kamu gara... Hahaha...." Tawa mengejek kedua teman nya itu dan berlalu pergi meninggalkan Gara sebelum Gara melemparkan sepatu miliknya kearah mereka.


Cerewet sekali! Gumam Gara menatap dendam kedua teman nya tadi.


Apa mama akan datang untuk mengambil rapot untukku? Gumam Gara bertanya pada hatinya dengan raut wajah yang berubah sendu.


Semenjak dulu, Sang papa lah yang mengambil rapot untuk Gara di sekolah, untuk Mamanya? Entahlah waktu seakan tidak mengizinkan atau memberinya peluang untuk mengambil rapot Sang anak.


Sepele memang hanya mengambil rapot? tapi bagi seorang anak tentu sangat senang, jika orang tuanya yang mengambil dan tepat waktu. Sesederhana itu bukan kebahagiaan kita?.


Atau mungkin kedua orang tua kita menanyakan ranking dan kita? Mendapatkan ranking 10 besar.

__ADS_1


Ah.... Ada rasa tersendiri bisa masuk kedalam 10 besar ranking jajaran murid terpandai, rasanya kita sudah membahagiakan orang tua kita melalui hasil belajar bukan?


Sesederhana gitu kebahagiaan seorang anak berusia 10 tahun seperti Gara.


"Gara? Mama tak datang?" Tanya Wali kelas Gara padanya, karena sudah 30 menit Gara duduk menunggu di luar kelas.


"Gara tak tau bu, tapi Mama sudah berjanji untuk datang." Ucap Gara dengan lirih.


"Ya sudah, Gara tunggu didalam saja ya, biar Ibu guru yang menemani." Ucap Ibu Guru menepuk punggung Gara, yang dibalas anggukan oleh pemuda kecil yang tampan itu.


"Tuan Muda." Ucap Bibi Sumi yang baru saja datang.


"Bibi? Mama mana?" Tanya Gara berbalik dan menatap Bibi Sumi yang tadi memanggilnya.


"Maaf tuan muda, Mama tidak bisa mengambil kan, katanya ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal. Jadi menyuruh Bibi Mengambilkan." Ucap Bibi Sumi menjelaskan pada Gara.


"Oh. Bibi kesini dengan siapa?" Tanya Gara.


"Sama Pak joko di depan tuan muda." Ucap Bibi Sumi.


"Gara tunggu di mobil ya bi." Ucap Gara.


"Gara pulang dulu ya bu guru." Ucap Gara berpamitan pada Ibu Guru, dan melangkah pergi meninggalkan dua orang wanita dewasa itu.


Mama selalu saja begitu! Kenapa mama lebih mementingkan pekerjaan? Tak punya kah waktu untuk Gara Ma? Lirih Gara dalam hati kecilnya.


Gara merupakan siswa yang pandai, dia selalu masuk dalam ranking 3 besar. Kecerdasaan yang ia miliki mungkin turun dari kedua orang tuanya? Terutama Sang Papa yang sukses dengan menjalankan usaha bisnisnya.


...๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ...


Malam Hari kediaman Gara.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, Namun Mama Monica belum juga sampai di rumah.


Bocah kecil itu masih terjaga di dalam kamarnya, Ornamen khas anak kecil laki-laki dengan berbagai robot juga ada terpasang rapi di setiap sudut kamar.


Tatapan nya memandang lurus ke depan, keluarga yang dahulu nya bahagia, kini kian suram. Mama yang sudah hampir 2 bulan terakhir selalu sibuk bahkan pulang larut malam.


Jarang menemani Gara saat sarapan, makan siang apalagi makan malam.


Hingga jam menunjukkan pukul 10 malam, suara deru mobil memasuki pekarangan rumah mewah tersebut.


Dengan langkah munggilnya, Gara menuruni anak tangga itu, di lantai dasar dia berdiri menunggu Sang Mama masuk kedalam.


"Baru pulang Mama?" Tanya Gara dengan raut wajah dingin.

__ADS_1


"Gara sayang, iya nak. Banyak rapat yang mesti Mama hadiri hari ini." Ucap Mama Monica dengan menampilkan ekspresi tersenyum nya pada Gara.


"Ah sebegitu pentingkan rapat tersebut? Hingga Mama melupakan janji terhadap ku?" Ucap Gara mengingatkan janji Sang Mama.


"Janji? Ah maafkan Mama sayang. Ada Investor asing yang ingin menjalin kerjasama dan dia meminta pemilik perusahaan langsung untuk menghadiri nya." Ucap Mama Monica.


"aah harta tampaknya lebih berharga dari pada putra Mama? Begitu bukan?" Ucap Gara tersenyum sinis.


Salahkah kita? Seorang anak yang Menuntut waktu beberapa jam saja terhadap orang tua kita untuk meluangkan waktunya, agar bisa menghabiskan waktu bersama?


Salahkan seorang anak menuntut perhatian Sang Mama? Hanya makan berdua?


Dan tanya lah pada anak mu seusai pulang sekolah? Dengarkan bagaimana ia melalui harinya. Ada masalah apa? Atau bagaimana?


Namun terkadang orang tua lebih menekan kan bagaimana nilai kamu? apa prestasi kamu? Tanpa bertanya bagaimana perasaan kamu?


Mereka lupa! Jika suasana hati bahagia. seorang anak akan bisa memaksimalkan usaha nya meraih nilai tertinggi bukan?


"Gara Jaga bicara mu! Kau berharga buat Mama!" Ucap Mama Monica dengan tegas.


"Lalu? Berapa kali Mama bisa menemani gara hanya untuk sarapan?" Berapa kali Mama mengantar Gara kesekolah?" Tanya Gara dengan pandangan remeh.


"Ah, hanya 3 kali mungkin? Atau sekali dari lebih 30 hari. Sisanya Mama sibuk dengan semuanya." Ucap Gara lagi.


"Gara! Jaga bicara mu! jangan jadi anak durhaka. Mama bekerja selarut ini juga demi membiayai hidup kamu agar kamu bahagia." Ucap Mama Monica dengan tegas.


"Kebahagiaan Gara, saat Mama bisa meluangkan waktu bersama Gara. Uang tidak menjamin kebahagian Mama." Ucap Gara.


"Maaf jika gara sudah lancang, selamat malam. dan selamat istirahat Mama." Ucap Gara berlalu pergi meninggalkan.


Meski umurnya masih 10 Tahun, bocah satu ini termasuk anak yang cerdas dengan tata bahasa seperti orang dewasa. Jadi jangan heran.


Mama Monica termenung hingga beberapa menit, Memang hanya hari jumat atau sabtu saja yang Mama Monica akan mengantarkan Gara kesekolah itupun jarang sekali. Selain hari itu, Gara akan di antar oleh Pak Joko dan ditemani sarapan bersama Bibi Sumi.


Jangan tanyakan Mama Gara, dia sudah harus berada di kantor sepagi itu.


๐ŸŽถ๐ŸŽถ๐ŸŽถ


Ah.


Happy Reading ya guys


Jangan lupa like dan komen.


Yang udah Vote Author berterimakasih banget banget.

__ADS_1


Sayang kalian semua seh pokoknya.


__ADS_2