
"Uncle!" Ucap Senja lirih.
"Ya?" Ucap Uncle Iko.
"Senja pengen ngomong serius sama Uncle Iko." Ucap Senja lembut, matanya lirih menatap Uncle Iko dengan perasaan dalam yang mendamba.
"Senja Cinta Uncle Iko! Uncle mau kan menikah dengan Senja!" Ucap Senja mengumpulkan seluruh keberanian nya.
"Senja..... Uncle tidak bisa menerima cintamu, kau keponakan Uncle." Ucap Uncle Iko menolak secara halus.
"Tapi Uncle bukan adik kandung dari Ayah maupun Bunda! kita tidak memiliki ikatan darah Uncle!" Ucap Senja tak terima dengan alasan penolakan Uncle Iko.
"Kau masih kecil! Kau tak mengerti arti Cinta Senja! Uncle hanya menganggap mu sebagai keponakan!" Ucap Uncle Iko.
"Senja sudah besar Uncle! Senja sudah lulus sekolah. Umur Senja sudah 18 tahun! tandanya Senja sudah boleh menikah! Jangan menganggap Senja masih kecil Uncle!" Ucap Senja dengan sengit.
"Uncle tak mencintai mu Senja! Kau keponakan Uncle dan selamanya akan seperti ini." Ucap Uncle Iko.
"Apa Uncle tak memiliki perasaan terhadapku?" Ucap Senja masih tak mau menyerah.
"Tidak ada Senja." Ucap Uncle Iko.
"Apa itu benar?" Ucap Senja menyelidik.
"Iya! tentu itu benar. Kita hanya keponakan dan Uncle saja." Ucap Uncle Iko.
Cup
Cup
Cup
Dengan berani nya Senja mengecup bibir Uncle Iko! mengigit dan menerobos kan lidah nya masuk kedalam bukan hanya itu, ia mempermainkan lidah nya dengan milik Uncle Iko, tanpa sengaja Uncle Iko juga membalas itu, jantung nya bertalu kian hebat atas tindakan dadakan yang di lakukan Senja terhadap dirinya.
"Kau bohong Uncle! kenapa jantung mu sama menggila nya berdetak saat aku mencium mu." Ucap Senja melepas ciuman panas di keduanya.
"Apa kau selalu menggoda laki-laki seperti ini Senja!" Ucap Uncle Iko dengan sinis.
"Maksud Uncle? Senja sering berciuman dengan seorang pria?" Ucap Senja bertanya.
"Ya, buktinya kau sudah 2 kali tanpa permisi mencium Uncle dengan mudah nya kau lakukan itu." Ucap Uncle Iko sinis.
__ADS_1
Plak!
Tamparan keras mendarat di pipi Uncle Iko.
"Aku tak serendah yang Uncle kira!"
"Bodohnya ciuman pertamaku hanya untuk mu hingga detik tadi adalah ciuman kedua ku!"
"Aku terlalu bodoh memberikan nya hanya untuk mu Uncle! Terimakasih atas luka ini." Ucap Senja dengan air mata berkaca-kaca.
Tanpa kata, Senja pergi meninggalkan Uncle Iko yang masih mematung dengan semua kalimat yang baru saja Senja keluarkan tadi.
Arghhhh.... Bodoh kau Iko! kenapa mulut mu seperti ini! kau tau padahal saat dia mencium mu semalam gerakan nya sangat lah kaku! kenapa kau menyakitinya terlalu dalam. Gerutu Uncle Iko pada dirinya sendiri.
Uncle Iko segera berdiri dan mengejar Senja, mencari keponakan nya yang telah jauh pergi meninggalkan dirinya di situ.
Nihil! tak ada Senja, ia sudah tak terlihat.
"Arghh, Senja kamu dimana? maafkan Uncle!" Lirih Iko mencari menyisir seluruh taman tersebut tapi tak ada Senja sekalipun.
Jderrr
Jderrr
Jderrr
Namun Uncle Iko tak kunjung menemukan Senja, ia melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah matanya melihat ke kanan kiri mencari apakah Senja ada di sekitar jalan.
Hingga Mobil itu mengelilingi 2 kali dan sampai di rumah, Senja masih tak kunjung pulang.
...๐บ๐บ๐บ...
SENJA POV
Hari ini aku mengajak Uncle Iko untuk ke taman, memandang hamparan danau buatan yang indah, suasana sore yang sejuk membuat Taman itu sangat nyaman untuk merilekskan segala kepenatan.
Namun tidak dengan hatiku yang seakan tak karuan, Ya! Aku Senja gadis berusia 18 tahun hari ini akan menyatakan Cinta pada Uncle ku sendiri.
Gila memang! yang biasanya Cowok akan mengungkapkan perasaan nya terlebih dahulu, tapi Senja di sini lah yang akan mengungkap nya.
Dengan keberanian, Aku mengutarakan hatiku, bahwa aku mencintainya, tapi sayang nya! dia hanya menganggap ku sebagai keponakan dan aku masih terlalu kecil untuk soal cinta dan menikah. Dalihnya sebagai alasan.
__ADS_1
Ku beranikan lagi, untuk menciumnya, membuktikan bahwa memang ia tak memiliki rasa cinta untukku!
Saat aku mencium nya jantung nya juga sama berdetak tak karuan, semakin menggila!
Ah, dia mencintai ku juga. Gumam Senja tersenyum bahagia.
Namun hal yang mengejutkan kembali aku dapatkan, secara tak sadar! Uncle Iko mengatai ku wanita yang murahan. Yang dengan gampang nya berciuman dengan laki-laki.
Sakit! Tentu! Bagaimana? rasanya di tolak oleh orang yang kalian cintai! dan di anggap murahan oleh nya!
Aku menampar Uncle Iko dengan emosi ku, ku katakan aku yang bodoh bisa menyerah kan ciuman pertamaku hanya untuk dirinya!
Ku tinggal kan Uncle Iko di situ sendiri, yang hanya diam mematung tak mengejarku!
Aku memberhentikan taksi, untuk ke arah laut memandang hamparan indah nya air biru,
Berteriak meluapkan segala emosi ku, Hingga aktivitas ku harus terhenti karena cuaca yang gak bersahabat.
Ku putuskan untuk pulang ke rumah berharap Uncle Iko akan tidur atau minimal ia belum kembali.
...๐บ๐บ๐บ...
Seorang pria dewasa kini tengah mondar mandir di ruang tamu rumah itu, menanti sang keponakan yang sampai sekarang belum kembali.
Meski hujan di luar sangat deras dan lebat, rasa khawatir, rasa bersalah menjadi satu, hanya satu yang ia fikirkan! ingin melihat keadaan Senja.
Saat tengah melamun kan itu, Tiba-tiba pintu terbuka dengan menampilkan Senja yang basah kuyup dengan tubuh yang mengigil.
"Senja! kau kenapa hujan-hujanan." Ucap Uncle Iko menghardik.
"Kenapa kau tak menghubungi Uncle untuk menjemput mu Senja!" Ucap Uncle Iko.
"Dingin." Hanya kata itu yang keluar dari mulut Senja.
๐ถ๐ถ๐ถ
Happy Reading ya guys!
jangan lupa like dan komen.
Untuk yang udah vote author makasih banyakkkk๐๐๐๐
__ADS_1