Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 56


__ADS_3

Hay guys๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‹ Cie eeleh๐Ÿ˜‚


Gimana nih kabar keranjang shopiinya?


Masih wajar untuk kata chekout?


Mohon maaf ya kemarin author gak UP cerita, dikarenakan bolak balik nyari diskonan dan pergi kondangan sana sini. Malem baru sampai rumah dan tepar karena kecapekan ๐Ÿ˜‚


Oke gitu aja! Makasih yang udah nunggu dan maaf kalau buat kalian semua nunggu.


Perjuangan cinta Uncle-uncle ganteng gemes di mulai ya๐Ÿ˜‚


Happy Reading.


๐ŸŽถ


Hari berganti begitu cepat dan berlalu kian hebat, Ada rasa ragu yang timbul di hati Senja! Tidak mungkin dia menyakiti seorang laki-laki yang selama ini selalu ada untuk dirinya bahkan menjaganya bertahun-tahun.


Dia ada saat Senja memerlukan tempat dimana mencurahkan keluh kesahnya dan semua kesedihan yang ada dalam dirinya. Egois rasanya menyakiti Angga demi memperjuangkan cintanya kembali.


Tapi hatinya hanya untuk pria yang selalu ia rindukan, ia melepas kan Uncle Iko kembali kepada keluarga nya namun tak akan ada kata lupa untuk Uncle Iko di hati Senja perihal cinta.


Sedangkan untuk Uncle Iko, banyak rencana dan susuan dalam benaknya untuk memperjuangkan kebahagiaan nya, Ya licik atau tidaknya menurut presepsi Uncle Iko itu sah-sah di lakukan untuk memperjuangkan cintanya.


"Makan siang untuk mu honey!" Ucap Uncle Iko


"Makan siang untuk mu sayang." Ucap Angga.


Sudah seminggu terakhir Uncle Iko dan Angga selalu memberikan bekal makan siang untuk Senja, keduanya berebut untuk segera masuk kedalam ruangan, namun selalu saja dua orang tersebut bersama-sama menyodorkan makanan di hadapan Senja.


"Tuan Iko! Sudah seminggu anda selalu kesini mengirimkan makanan untuk tunangan saya! Apa anda ingin menggodanya!" Ucap Angga dengan ketus menekankan kata Tunangan.


"Ah maaf Dokter Angga, saya tidak ada niatan untuk menggoda tunangan anda! Asal anda tau! Dokter senja adalah keponakan saya!" Ucap Uncle Iko menekankan kata keponakan.


Terkutuklah dua orang itu, yang selalu menekan kan pada kata tunangan dan keponakan! Rasanya jenggah dan ingin menyumpal mulut mereka masing-masing.


"Bapak-bapak! Apa kalian beralih profesi menjadi pengantar makanan, saya tak merasa jika memesan makanan pada kalian berdua!" Ucap Senja menengahi perdebatan itu.


"Tapi Uncle bawakan untukmu! Uncle tak ingin kau sakit honey!"


"Berhentilah memanggil tunangan ku dengan kata honey tuan Iko!"

__ADS_1


"Oh maaf! Tapi dia keponakan saya dokter Angga!" Tatapan bengis selalu di layangkan jika keduanya tengah bertemu dan berselisih pendapat.


Oh ayolah! Kita perlu untuk bertarung dan baku hantam jika itu memang jalan yang harus di tempuh untuk memenangkan Senja! Tapi resiko di benci! Dan menjadikan Senja bahan taruhan lebih mengerikan! Alhasil keduanya selalu berdebat dan beradu argumen.


"Oke! letakkan makanan yang kalian bawa! Dan kalian berdua bisa pergi sekarang! Aku pusing melihat kalian berdua bertengkar!" Ucap Senja ketus meminta pelipisnya.


"Honey kau sakit apa! Ayo aku suapi sekarang!" Ucap Uncle Iko mendekat kearah Senja.


"Biarkan saya yang memeriksanya! Saya dokter dan saya tunangan nya." Ucap Angga mendorong tubuh Uncle Iko untuk menjauhi tubuh Senja.


"Benar apa yang dikatakan Angga tuan Iko! Saya mohon anda bisa berhenti mengirimkan makanan untuk saya! Semua sudah menjadi masalalu dan semua sudah berakhir tuan Iko." Ucap Senja menatap serius Uncle Iko.


"Senja... tapi... "


"Sudah lah Tuan Iko! Tak baik jika anda masih seperti ini kepada saya! Dengan status saya yang sudah menjadi tunangan orang lain." Ucap Senja lagi.


๐ŸŽถ


"Makan lah!" Ucap Angga menyodorkan bekal makanan itu kearah Senja setelah Uncle Iko berlalu pergi dari ruangan itu! Kini disitu tinggallah Angga dan Senja berdua.


"Ah ya nanti! Aku belum lapar." Ucap Senja dingin.


"Baiklah! Aku tak ingin mengganggu istirahat mu! Aku akan pergi! Jangan lupa makan sayang." Ucap Angga tersenyum berdiri dan mengecup puncak kepala Senja.


๐ŸŽถ


"Papa!" Ucap Gara saat melihat sang Papa di siang hari yang sudah sampai di rumah dan menunduk dengan lesu.


"Ya?" Ucap Papa Iko lirih.


"Kau tak apa? kenapa kau sudah pulang jam segini Papa?" Tanya Gara.


"Ah itu... "


"Papa... Kau sudah melakukan yang terbaik demi memperjuangkan tante Senja." Ucap Gara langsung menebak apa yang membuat mood Papa nya memburuk saat ini.


"Kau.... Bicara apa Gara!" Ucap Papa Iko dengan gugup.


"Walaupun aku hanya bertemu beberapa kali dengan tante Senja! Tapi dia merupakan sosok wanita baik Papa! Dan saat kau pertama kali bertemu dengan Tante Senja kau langsung memeluk nya! Dan semenjak itu aku tau, wanita yang selama ini kau cari tante Senja bukan?" Ucap Gara menjelaskan.


"Gara! Jika kau tak mau Papa menikah dengan tante Senja, dan kau tak ingin tante Senja menjadi mama mu! Papa tak akan memaksakan perasaan Papa! Papa tak ingin menyakitimu, kau putra Papa! Putra kebanggan Papa." Ucap Papa Iko begitu lirih.

__ADS_1


"Aku akan menjadi anak yang jahat jika mengorbankan perasaan mu Papa! Apapun yang membuat Papa bahagia, perjuangkan! Kau sudah cukup tersiksa selama bertahun-tahun karena Mamaku yang tak pernah memperdulikan kita!Aku merestui mu dengan tante Senja! Kejarlah Papa." Ucap Gara tersenyum.


"Tapi tante Senja sudah tak memperdulikan Papa lagi!" Ucap Papa Iko lirih.


"Hahaha... Papa! Ingatlah status tante Senja sebagai tunangan Dokter Angga! Dan Papa bukan siapa-siapa tante Senja."


"Maksudnya?"


"Papa wanita yang sudah menjadi tunangan orang lain, dia pasti menolak perhatian dari pria lain. Jika itu wanita baik bukan?"


"Nampaknya putra papa sudah besar ya!" Ucap Papa Iko menggoda.


"Ya Papa! Dan lebih tampan dari Papa tentunya." Ucap Gara mengejek Papa Iko.


"Apa papa ingin aku juga memperjuangkan tante Senja untuk menjadi istriku papa?" Ucap Gara tersenyum jahil.


"Hey! Kau masih sekolah! Jangan memikirkan cinta-cinta! Dan kau masih kecil!" Ucap Papa Iko ketus.


"Ayolah papa! Kau bahkan beberapa menit yang lalu mengatakan jika aku sudah dewasa! Kenapa kau sekarang mengatai ku anak kecil." Ucap Gara protes.


"Sudah! Diam! Jangan menggoda papa! Dan jangan kau menjadi saingan papa memperebutkan tante Senja! Atau uang jajan mu akan papa potong 50%" Ucap Uncle Iko tegas.


"Hahaha... Ayolah pa, aku hanya bercanda! Kau sensitif sekali jika berhubungan dengan tante senja." Ucap Gara mengejek dan langsung berlari masuk kedalam kamar.


"Garaa....


.


.


.


.


.


.


๐ŸŽถ


Gak janji! Tapi tak usahain up satu bab lagi! Nanti malem ya๐Ÿ˜Š Semoga bisa mendukung semuanya.

__ADS_1


__ADS_2