Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 34


__ADS_3

"Mulai Penjelasan nya!" Ucap Bunda Nur dengan nada dingin.


"Aku dan Senja berpacaran kak! Aku mencintai putrimu! Maaf!" Ucap Uncle Iko dengan nada begitu lembut dan terdengar sangat jelas.


"Apa! Kalian!" Ucap Bunda Nur kaget.


"Aku tidak setuju Iko! Kau lebih pantas menjadi paman nya!" Ucap Bunda Nur tegas.


"Tapi kak, aku bukan lah paman kandungnya kak!" Ucap Uncle Iko menjelaskan.


"Aku tak merelakan putri semata wayang ku berpacaran dan menikah dengan mu Iko!" Ucap Bunda Nur yang sudah berdiri.


"Tapi Senja mencintai Uncle Iko Bunda." Ucap Senja berusaha membantu Uncle Iko mendapatkan restu dari Bunda nya.


"Tau apa kau tentang Cinta Senja, kau hanya bocah yang baru lulus!" Ucap Bunda Nur dengan remeh.


"Bunda.... " Ucap Senja menangis.


"Kak, restui hubungan kami, aku mencintai putrimu! sangat mencintainya." Ucap Uncle Iko dengan begitu lembut dan lirih.


Untuk Ayah Fandy ia hanya diam, mencerna semua perkataan dan permasalahan yang terjadi. Keputusan nya masih abu-abu merestui hubungan Senja dan Uncle Iko atau menolaknya seperti yang saat ini istrinya lakukan.


"Aku tak bisa merestui mu Iko! Jarak umur kau dan Senja jauh! Kau lebih pantas menjadi paman nya! Tidak untuk menjadi kekasih apalagi suami Senja! Lupakan Senja!" Ucap Bunda Nur tegas.


"Esok kau harus pergi dari rumah ini! Kakak akan menyiapkan rumah untuk mu! Yang dekat dengan Toko Cabang Sembako milik kita! Tak ada bantahan." Ucap Bunda Nur yang tak mau! Bahkan tak ingin di bantah.


"Tapi Bunda, itu tak adil untuk Uncle!" Ucap Senja dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Sudah Bunda katakan! Tidak ada bantahan! Berkemas lah malam ini Iko! Besok Kak Fandy akan mengantarkan mu! Dan lupakan Senja! Carilah wanita yang seumuran dengan mu untuk di jadikan istri!" Ucap Bunda Nur final dan berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Ayah! Ayah merestui kami kan?" Tanya Senja dengan mata berkaca-kaca meminta restu sang Ayah yang saat ini masih diam dalam kebisuan nya.


"Huft... " Helaan nafas panjang keluar dari mulut Sang Ayah.


"Kau Putri Ayah satu-satunya Senja! Ayah percaya padamu! Kau pasti sudah memikirkan baik dan buruknya mencintai Iko! Laki-laki yang kau panggil dengan sebutan paman saat ini!" Ucap Ayah Fandy.

__ADS_1


"Senja mencintai Uncle Ayah, Senja ingin menikah dengan Uncle." Ucap Senja dengan tatapan memohon nya.


"Kak, restui hubungan kami, aku benar-benar mencintai putri mu." Ucap Uncle Iko angkat bicara.


"Senja! kau sudah siap menikah muda dan menanggung semua tanggung jawab yang harus kau pikul?" Ucap Ayah Fandy bertanya.


"Senja sudah siap Ayah." Ucap Senja begitu yakin.


"Baiklah! Iko? apa kau siap menikah dengan putriku? wanita yang jauh usianya lebih muda yang pantas menjadi keponakanmu. Dengan sikap kekanak-kanakan yang masih melekat dalam dirinya. apa kau siap?" Tanya Ayah Fandy.


"Aku siap kak, aku akan menerima bagaimana pun sikap Senja dan akan selalu mencintainya." Ucap Uncle Iko dengan begitu yakin.


"Baiklah, jika kalian sudah siap dengan segala konsekuensi yang ada, Aku Selaku Ayah untuk Senja, dan kakak bagimu! Merestui hubungan kalian." Ucap Ayah Fandy.


"Makasih Ayah." Ucap Senja berdiri dan memeluk Ayah nya dangan sayang.


"Bagi Ayah, kebahagiaan mu adalah yang utama Senja." Ucap Ayah Fandy.


"Lalu? Bunda?" Ucap Senja sedih.


"Biarkan Bunda mu sendiri, Ayah akan berusaha memberikan pengertian padanya." Ucap Ayah Fandy.


"Terimakasih Ayah."


"Tapi, Untuk mu Iko. Kau harus tetap pergi terlebih dahulu. Turuti kata kakakmu dahulu." Ucap Ayah Fandy.


"Ayah.... " Ucap Senja merenggek tak terima.


"Turutin Ayah untuk saat ini Senja!" Ucap Ayah Fandy dengan tegas.


"Sudah! Ayah akan menyusul Bunda mu! Kalian berdua jangan lupa istirahat." Ucap Ayah Fandy berlalu pergi sebelum mendengar renggekan Senja yang selanjutnya.


"Uncle!" Ucap Senja dengan mata berkaca-kaca.


"Sudahlah honey! Turuti dulu kemauan Bunda mu! Kau percaya kan dengan Uncle?" Ucap Uncle Iko, dan Senja menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Uncle akan berusaha berjuang meminta restu Bunda mu! Bagaimana pun caranya." Ucap Uncle Iko.


"Janji?" Tanya Senja dengan jari kelingking yang di sodorkan pada Uncle Iko.


"Tentu Honey! Uncle sangat mencintai keponakan Uncle yang nakal ini." Ucap Uncle Iko tersenyum dan membalas tautan jari yang Senja sodorkan pada dirinya.


"Terimakasih Uncle!" Ucap Senja senang dan refleks memeluk Uncle Iko.


"Tentu! Love you Senjaku! Bayi kecilku!" Ucap Uncle Iko membalas pelukan Senja.


"Uncle! Aku sudah besar! Kau ingat aku sudah berumur 18 tahun!" Ucap Senja protes pada Uncle Iko dan melepas pelukan itu.


"Hahahaha... Yayaya kau sudah besar! Dan sudah pandai menggoda Uncle mu ini hingga tergila-gila padamu!" Ucap Uncle Iko dengan tersenyum menggoda.


"Uncle! Jangan menggodaku." Ucap Senja protes dengan mengerucut kan bibirnya, dengan wajah yang sudah berwarna merah tomat.


"Baiklah! Sekarang sudah malam kau harus tidur oke!" Ucap Uncle Iko.


"Oke Uncle!" Cup " Selamat malam dan Selamat beristirahat Uncle." Ucap Senja berlalu pergi meninggalkan Uncle Iko untuk masuk kedalam kamarnya.


Senja-Senja, kenapa kau begitu menggemaskan seperti ini! Uncle semakin mencintai mu! Dan bagaimana pun caranya! Uncle akan berjuang mendapatkan mu! dan mendapatkan restu dari Bunda mu! Ucap Uncle Iko lirih dalam hatinya.


🎶🎶🎶


Selamat pindahan rumah Uncle Iko.


Nakal Ih yakali Cinta sama keponakan sendiri wkwkwkkw...


Nginep ke rumah Author aja ya, buka lowongan banget nih khusus Uncle Iko.


Hahahahaha.


Happy Reading ya guys!


Maaf telat banget Upload nya,

__ADS_1


Seharian ini author keliling kayak akang kredit panci nih buat wawancara tugas kuliah! Maklum mahasiswa akhir jadi riwehhh.... hehehehehe....


Harap Maklum ya❤❤❤


__ADS_2