
Hari yang di nanti keduanya pun tiba, Senja tampak cantik dengan busana kain kebaya putih yang ia gunakan untuk akad pada pagi hari ini, Senyum indah tak henti-hentinya menghiasi bibir cantik merah cerry miliknya. Wajahnya tampak begitu fresh dan sangat sempurna kali ini, Aura kecantikan dalam dirinya seketika kian mendominasi.
Berbeda dengan Uncle Iko, meski ini bukan pertama kalinya untuk melakukan prosesi pernikahan, namun pria ini tampak gugup setengah mati, jantungnya terus berdegub kencang, kerap kali ia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya hingga beberapa kali, sesekali menengguk air putih yang ada, jangan lupakan semalaman ia tak bisa memejamkan matanya, menunggu hari esok, hari yang dinanti selama hidupnya. Ah akhirnya pencapaian nya tak sia-sia, cinta akan bersambut dalam ikatan suci pernikahan yang di impikan.
"Papa stop!"
"Apa?" Tanya Papa Iko dengan alis menaik seolah bingung kesalahan apa yang ia lakukan sehingga membuat putra kesayangan nya mengeluarkan kata stop dengan alis menukik tajam seperti itu.
"Papa! Tenanglah kau sudah bolak balik berjalan ke sana kemari! Dan kau bahkan sudah menghabiskan 10 gelas air." Sungut Gara.
"Tak mungkin sebanyak itu! Kau membohongi papamu kan?"
"Astaga papa! Buat apa aku membohongimu! Berhentilah minum, atau saat acara pernikahan mu nanti kau akan sering ke kamar mandi!"
"Huh baiklah!" Ucap Papa Iko pasrah, memang benar bukan jika dia kebanyakan minum air putih? Nantinya ia akan sering bolak balik ke kamar mandi?
Doni asisten itu hanya tersenyum kecil elihat tingkah ayah dan anak itu, cukup lucu namun hanya bisa tertahankan dalam hatinya.
Dan baru beberapa menit kata itu terucap oleh Gara sebagai nasihat untuk sang Papa, sialnya Papa Iko langsung bereaksi dan melangkah ke kamar mandi untuk menuntaskan buang airnya.
"Huh.... Lega.... " Ucapnya saat sudah keluar dari kamar mandi.
"Cih, di bilangin gak percaya!" Gerutu Gara menatap papanya. Alhasil tatanan yang semula sudah rapi kini agak sedikit kusut dan harus di beri sentuhan lagi untuk semakin rapi dan sempurna.
Dan beberapa mobil, kerabat dan seserahan yang di bawa oleh ketiganya, yakni Papa Iko, Gara dan Doni melaju menuju ke rumah Senja yang sudah di sulap sedemikian cantiknya untuk acara ijab qobul yang sebentar lagi akan di langsungkan.
Untuk prosesi resepsi kedua sepasang pengantin itu sepakat akan mengelar acara di sebuah hotel mewah milik Uncle Iko sendiri pada malam harinya, mengundang beberapa rekan bisnis yang ia miliki, dan beberapa rekan dokter yang Senja kenal.
"Kau bisa Papa." Ucap Gara dengan begitu lirih seolah tau kegugupan yang dirasakan oleh Papanya.
Huh
Saat Papa Iko sudah terduduk di kursi yang sudah di sediakan guna mengucapkan ijba qobul, lantunan ayat suci Al-Quran ia persembahkan terlebih dahulu untuk calon istrinya, meski hanya beberapa ayat namun sangat apik dalam ia bawakan kali ini.
Seusai itu, Senja keluar kakinya melangkah mendekati meja kursi yang sudah di sediakan duduk di samping lelaki yang sebentar lagi akan menjadi calon suaminya. Ah bahagianya.
langkahnya begitu lembut nan elegan, ada Bunda Nur yang setia menemani setiap langkah kakinya,
"Lihatlah Papa, Mommy begitu cantik bukan? Andai mommy mau menunggu beberapa tahun lagi, mungkin dia yang akan menjadi istriku Papa." Goda Gara saat melihat mata Papa Iko tak berkedip menatap Senja yang tengah berjalan mendekatinya.
"Apa!!!!" Sinis Papa Iko langsung menatap tajam sang anak yang saat ini tersenyum menggoda.
"Tutup matamu! atau tak ada uang jajan selama sebulan untukmu!" Ucap Papa Iko dengan garang saat pandangan mata sang putra juga menatap Senja dengan perasan takjub.
"Cih! Aku hanya menikmati indahnya ciptaan Tuhan! Apa salahku!"
__ADS_1
"Gara!" ucap uncle Iko dengan melotot kan matanya.
"Kau cantik sekali honey!" Lirih Uncle Iko saat Senja sudah duduk dengan begitu anggun di setelahnya.
"Tuan Iko! Apa anda sudah siap!" Ucap Pak penghulu.
"Ah ya saya sudah siap." Ucap Uncle Iko dengan gugup.
"Apa benar di sebelah anda calon istri anda?"
"Ya!"
"Apa benar di sebelah anda adalah calon suami anda?" Tanya penghulu menatap senja.
"Ah iya, " Ucap Senja yang tampak gugup.
"Baik! Mari kita mulai! Jabatan tangan saya Tuan Iko!"
"Saya terima nikah dan kawin nya Senja Aulia Husna binti Fandy dengan mas kawin 10 Gram berlian dan uang sebesar 500 jt di bayar tunai!" Ucap Uncle Iko dengan begitu lantang dan sekali tarikan nafas.
"Sah."
"Sah."
"Sah."
Acara di lanjutkan pada sesi foto dan menyapa beberapa kerabat dan keluarga yang ada, hingga pada pukul 12 siang acara tersebut telah selesai dan akan dilanjutkan nanti malam pukul 7 di salah satu hotel mewah dengan mengusung nuansa pernikahan modern.
Dan Senja kini sudah membersihkan diri dan merebahkan dirinya di kasur kamar itu, cukup lelah dengan tatanan rias dan terus menyapa bahkan dengan gaun kebaya yang membelitnya, sedangkan Uncle Iko? Ah bukan! Papa Iko masih membantu beberapa kerabat yang lain untuk membereskan dan sesekali menyapa tamu yang masih tersisa.
🎶
"Uncle!!!!" Pekik Senja kaget saat lengan kekar itu membelit tubuhnya bak seperti guling saja.
Bugh
Bugh
Bugh
Dorongan seketika Senja layangkan pada Uncle Iko yang baru beberapa waktu terlelap.
"Honey! Kenapa kau memukulku!"
"Apa yang kau lakukan di kamar ku!"
__ADS_1
"Memangnya kenapa!"
"Kau membuatku dalam masalah jika Bunda dan Ayah mengetahuinya."
"Apa tidur dengan istri sendiri adalah sebuah kejahatan?"
"Ah.... Itu... " Gugup Senja, ia langsung tersadar dengan status yang beberapa jam lalu ia sandang menjadi nyonya Riko Dirgantara. Ah manisnya.
"Apa kau sudah ingat nyonya Iko?"
"Uncle!"
Hap
Brugh!
Ditariknya tubuh Senja dan seketika tubuh itu ada di bawah kungkungan Uncle Iko! Gawat! posisi rawan bahaya ini namanya.
"Aku bukan Uncle mu! Tapi aku suami mu nyonya Iko! Jika kau melakukan kesalahan dengan memanggilku Uncle! Maka kau harus menerima hukuman nya."
Glek! Kenapa tatapan Uncle Iko begitu mengerikan! Gumam Senja bermonolog dalam hatinya.
Cup Cup Cup
Kecupan lembut nan memabukkan mulai di lancarkan Uncle Iko, Sangat nikmat? Bahkan jauh lebih nikmat untuk saat ini.
Bibir keduanya saling bertautan mengecup ria, ah aliran aneh mulai di rasakan oleh Senja, tubuhnya bergejolak ingin merasakan lebih dalam dan lebih.
Tanpa sadar tangan Senja menarik leher belakang Uncle Iko membenamkan pungutan mereka lebih dalam, "Ahh." Satu desahan lolos dari bibir Senja. Saatnya! Saat dimana harus menjadikan Senja wanita seutuhnya! Utuh hanya menjadi milik Uncle Iko!
Dan.....
"Papa!!!!!!!!!! Jangan melakukan apapun! Ini sudah sore segera bersiap!!!!"
"Papa!!!!
Teriakan Gara dari luar pintu dan jangan lupakan gedoran pintu bak seperti maling Gara layangkan agar kedua pasang didalam tidak kebablasan dahulu untuk kali ini.
"Shit! Kau menjengkelkan son! kau mengaggal kan rencana papa mu saat ingin membuatkan adik untukmu!" Ucap Uncle Iko mengerutuki putranya.
"Sudah lah, aku akan bersiap." Ucap Senja beranjak pergi melesat masuk kedalam kamar mandi!
🎶
Happy Reading! ❤❤❤
__ADS_1