
Waktu masih menunjukkan pukul 4 pagi, fajar masih tampak malu-malu untuk datang menyambut pagi, dan matahari masih enggan untuk mengantikan tugas sang rembulan.
Kedua bola mata yang sudah membuat 3 orang hati berdecak khawatir kini perlahan mulai terbuka.
pandangan nya terpaku pada sosok pria dewasa, dengan brewok di sekitar pipi dan dagu, sosok yang sangat ia rindukan tiap malam menyapa. Kini tengah tertidur dengan terduduk begitu nyamannya.
ah rasanya seperti mimpi, tangis tertahan mulai pecah kala yang dia rasakan bukan ilusi apalagi mimpi, ini semua kenyataan.
Yaeah, "Uncle." Lirihnya begitu pelan. "hiks... hiks... hiks..." Tangis nya menyayat mengawali pagi kala itu.
"Senja? kenapa menangis." Ucap Uncle Iko yang sudah memposisikan wajahnya menghadap kearah Senja, keponakan cantik sekaligus kekasihnya.
Entah, sudah berapa jam ia tertidur, hingga tampak ia sangat memaksakan matanya terbuka kalau Senja samar mengeluarkan suara tangis.
"Uncle jahat kepadaku! Uncle mengingkari janji." Ucap protes ia layangkan untuk Uncle Iko.
"Mengingkari?" Tanya Uncle Iko seolah tak mengerti, Apa yang ia ingkari? Tanyanya berfikir dan mengingat kata apa yang pernah ia katakan pada Senja kekasihnya.
"Kau janji akan menghubungi ku, tapi kau tak ada kabar selama hampir 3 hari." Keluh Senja dengan membuang mukanya.
Astaga, hanya hal sekecil ini saja di anggap besar dan serius olehnya, ah kenapa aku terjebak dengan cinta bocah labil seperti nya. Gumam Uncle Iko dalam hatinya.
"Honey! kemari lah! Maaf." Lirih Uncle Iko membawa Senja kedalam pelukan nya.
hiks.... hiks... hiks... Tangisnya kembali tumpah saat Senja ada dalam pelukan hangat Uncle Iko.
Kenapa dia sangat sensitif sekali sih! Lirih Uncle Iko.
"Sudah jangan menangis honey! maafkan uncle tak sempat memberi kabar padamu."
"belakangan ini penjualan toko meningkat begitu signifikan dari biasanya, Uncle harus menemui beberapa produsen untuk segera menyetok barang yang telah habis di toko kita." Ucap Uncle Iko menjelaskan dengan mengusap-usap punggung belakang Senja dengan lembut.
"Sudah berhentilah menangis, kau masih sakit sayang." Ucap Uncle Iko.
"Kau yang membuat ku sakit Uncle!" Ucap Senja melayangkan protes.
Cup
Cup
Cup
"Uncle! Kau mesum sekali! Senja belum gosok gigi Uncle." Ucap Senja dengan wajah memerahnya.
__ADS_1
"Hahaha, tak apa, bibirmu masih terasa manis." Bisik Uncle Uncle Iko.
"Dasar mesum." Ucap Senja menjauhkan dan menarik dirinya ke dalam selimut itu.
"Uncle." Panggil Senja dengan malu-malu di balik selimut.
"Ya sayang." Ucap Uncle Iko dengan begitu mesra dan tersenyum.
"Uncle pulang ke rumah, Senja tak ingin Uncle pergi lagi." Lirih Senja dengan tatapan memohon.
"Apapun untukmu honey!" Ucap Uncle Iko.
"Tapi Uncle! Bunda bagaimana?" Ucap Senja mengingat sang Bunda yang tak setuju dengan hubungan keduanya, membuat senja lagi dan lagi harus tertunduk sedih.
"Bunda merestui hubungan kalian." Ucap Bunda Nur yang tiba-tiba masuk kedalam ruang inap putri nya.
🎶
Tok
Tok
Tok
"Bu, Maaf saya menganggu waktu anda." Ucap Doni melangkah masuk kedalam ruang kerja.
"Ada apa kau mencari ku Doni?" Ucap Monica bertanya.
"Maaf Bu, apa boleh saya membicarakan masalah pribadi di jam kantor seperti ini?" Tanya Doni meminta izin.
"Apa yang ingin kau sampaikan!" Ucap Bu Monica dengan serius.
"Anu," "Anu," "Itu bu." Ucap Doni gugup, ia bingung ingin memulai pembicaraan dari mana.
"Katakan dengan jelas Doni!" Ucap Bu Monica sedikit kesal.
"Maaf Bu sebelumnya, tapi saat saya kemarin pulang ke halaman orang tua saya"
"Hufttt.... "
"Saya melihat seseorang yang sangat mirip dengan Tuan Riko Bu." Ucap Doni mengutarakan dengan maksud nya.
"Itu tidak mungkin Doni! Suami ku sudah meninggal." Ucap Monica menyangkal fakta yang di berikan oleh Doni.
__ADS_1
"Tapi? Apa ibu maaf! menemukan jasad Tuan Riko saat kecelakaan pesawat tersebut." Ucap Doni bertanya.
"Cukup Doni!" Ucap Bu Monica dengan meninggikan nada suaranya.
"Maaf Bu, jika saya salah. Mungkin benar orang itu hanya mirip dengan Tuan Riko, maaf jika saya sudah menyinggung hati ibu." Ucap Doni menunduk dengan hormat.
"Keluar! tinggalkan saya sendiri." Ucap Bu Monica mengusir secara halus agar Doni segera keluar dari ruangan nya.
"Baik Bu, saya permisi! sekali lagi saya minta maaf Bu." Ucap Doni pamit pergi meninggalkan Ibu Monica di ruangan nya.
Pemuda tampan bernama Doni Saputra, hanya seorang anak petani desa yang mencoba peruntungan nya di Ibu Kota kalimantan tersebut, berjuang untuk mengangkat derajat hidup kedua orang tua, tentu juga dirinya sendiri.
Sudah 2 tahun lamanya, ia mengabdikan diri bekerja untuk keluarga dirgantara, pengusaha properti sukses di Kalimantan. Semangat, kegigihan, kerja keras serta sifat jujur yang ia miliki membuat ia menjadi orang kepercayaan keluarga Dirgantara, dan menjadi karyawan terbaik yang di miliki oleh perusahaan tersebut.
🎶
Monica POV
Saat aku tengah bekerja di ruangan ku, sebuah ketukan pintu menggangu fokus ku kala memeriksa beberapa dokumen yang harus aku tanda tangani.
Menjadi orang tau tunggal tentu tak mudah bagiku, pekerjaan yang selalu menyita seluruh waktu, dan putra ku yang bernama Anggara Dirgantara yang masih sangat membutuhkan kasih sayang, adakalanya ia melayangkan protes, saat diriku terlalu sibuk bekerja hingga larut malam.
ah ternyata Doni, ku persilahkan asisten itu masuk, dengan gugup ia mendudukkan dirinya di kursi berhadapan dengan ku.
Doni membawa berita yang mengingatkan ku tentang trauma masa lalu, Memberikan fakta bahwa suamiku masih hidup! Ah Cobaan apa yang kau berikan padaku Tuhan.
Sangat ingin, bahkan berharap semua yang dikatakan olehnya memang benar apa adanya, tapi? rasanya mustahil. seseorang yang mengalami kecelakaan pesawat, dan jatuh di bawah laut lepas bisa selamat saat itu, apalagi tim SAR sudah mencari selama seminggu penuh bahkan sebulan menyisir perairan tersebut, namun nihil, tak di temukan keajaiban bahwa ada orang yang selamat kala itu.
🎶
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like dan komen.
Untuk yang udah Vote Terima kasih.
Ya! Uncle Iko adalah Riko Dirgantara, suami Monica dan Papanya Anggara Dirgantara bocah 10 Tahun yang di panggil Gara.
Dan kenapa Bunda Nur merestui hubungan Senja dan Uncle Iko, apa nih kata pamungkas yang membuat Bunda Nur luluh? wkwkwkw
Wkwkwkw gimana? kalau mereka semua bertemu? apa Uncle Iko akan tetap memilih Senja? Ah Author juga ga tau.
Yeah, padahal Uncle Iko dan Senja baru saja mengantongi restu dari Bunda Nur. 😩
__ADS_1