Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 46


__ADS_3

🎶


"Sudah? Minumlah." Ucap Angga memberikan sebotol air mineral kepada Senja.


"Terimakasih dan maaf merepotkan mu." Ucap Senja tak enak pada Angga.


"Tak apa, aku tak merasa di repotkan oleh mu." Ucap Angga tersenyum.


"Kau memang pemuda yang baik. jika kau punya pacar pasti wanita itu akan sangat beruntung memilikimu." Ucap Senja menggoda Angga.


"Hahahaha, Bagaimana kalau kau yang menjadi wanita beruntung itu?" Ucap Angga menggoda Senja.


"Aku.... " Ucap Senja bingung.


"Sudahlah, aku hanya bercanda. Kau kenapa menangis?" Tanya Angga pada Senja.


"Tak apa hanya bersedih saja." Ucap Senja tersenyum campah.


"Ayolah, kau tak pantai berbohong Senja, Ada apa dengan mu dengan Uncle Iko?" Ucap Angga bertanya, karena samar mendengar Senja bergumam memanggil nama Uncle Iko.


"Hah, Ceritanya panjang aku tak akan menikah dengan Uncle Iko, dia sudah memiliki istri dan anak." Ucap senja dengan tertunduk sedih.


"Apa? Bagaimana itu bisa terjadi?" Ucap Angga yang terkejut dengan fakta yang baru saja di dengarnya.


"Sudah menjadi takdir ku Angga, ternyata cinta menyakitkan ya." Ucap Senja memandang jauh ke depan sorot matanya meredup akan harapan memiliki keluarga kecil bahagia dengan Uncle Iko akan sirna dengan sekejap mata.


"Sudahlah, jangan bersedih. takdir tidak pernah salah tempat dan waktu! Dan cinta tak pernah salah memilih orang bukan?" Ucap Angga menenangkan.


"Kau seperti penyair saja😅 seperti Chairul Tanjung." Ledek Senja pada Angga.


"Astaga! Chairul Anwar Senja, bukan Chairul Tanjung😩" Ucap Angga heran.


"Hahahaha, Maafkan aku bung aku bukan penghafal nama penyair yang baik." Ucap Senja mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


Meski bahagia mu bukan bersamaku, tapi aku akan menjadi orang yang berjuang membuat mu tertawa. Lirih Angga menatap Senja yang saat ini mampu sejenak melupakan kesedihan nya.


🎶


Setelah kejadian itu, sudah 3 hari Senja tampak menghindari Uncle Iko, meskipun mereka berada dalam satu rumah, Namun Uncle Iko tak melihat keberadaan Senja begitu sebaliknya.


Bunda Nur dan Ayah Fandy perlahan menaruh rasa curiga kepada dua calon pengantin tersebut, kenapa keduanya tampak saling menghindar. Bahkan makan malam dan sarapan keduanya tak keluar sama sekali.


Uncle Iko merasa geram dengan semua keadaan ini, Besok bisa atau tidak ia akan berbicara dengan Senja. Bagaimana pun caranya.


Pagi harinya, saat sang surya masih malu-malu menunjukkan dirinya, Uncle Iko mengendap masuk kedalam kamar Senja dan menguncinya dari dalam.


"Paman! Apa yang kau lakukan!" Pekik Senja saat ia terbangun dari tidurnya.


"Diam! Bangun dan duduk! Aku ingin bicara pada mu!" Ucap Uncle Iko dengan nada tegasnya.


"Kenapa kau menghindari ku! kita akan menikah!" Ucap Uncle Iko memulai pembicaraan.


"Tak ada pernikahan yang terjadi di antara kita Uncle, jika ada hubungan di antara kita hanya sebatas keponakan dengan paman nya saja." Ucap Senja datar.


"Hah... "


"Tak ada kata bahagia di atas penderitaan orang lain Uncle! Hari ini pulang lah pada anak dan istrimu." Ucap Senja menghela nafasnya, kenapa begitu menyakitkan berucap kata tersebut.


"Bolehkah aku egois hanya mencintai dirimu honey! Aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu." Ucap Uncle Iko menggenggam kedua tangan Senja.


"Jangan pernah bermimpi untuk hal itu Uncle Itu akan terasa menyakitkan karena semua impian mu tak akan pernah terwujud." Ucap Senja melepas genggaman dan melangkah berdiri membelakangi Uncle Iko.


"Setidaknya pikirkan seorang anak yang masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya Uncle."


"Silahkan keluar Uncle, sudah tak ada lagi yang perlu kita bicarakan! Hari ini kau akan pulang! Dan tak akan pernah ada pernikahan di antara kita." Ucap Senja tegas, percayalah! terasa sakit mengatakan itu kepada seseorang yang sangat kita cintai. Semua terasa menyesakkan.


Hap

__ADS_1


Uncle Iko memeluk Senja dari belakang mendusel indah di ceruk leher tersebut.


"Lepaskan Uncle!" Ucap Senja berusaha melepaskan.


"Biarkan seperti ini dulu honey! Ke depan nya aku tak akan mungkin melihat mu lagi." Tutur Uncle Iko dengan begitu sedih,


Senja membiarkan hari ini di peluk oleh Uncle Iko, Sangat hangat dan aku akan merindukan pelukan mu ini sayang. Lirih Senja menyayat hati.


"Percayalah! Monica tak pernah menjadi istri yang baik untukku! dia selalu sibuk dengan urusan nya sendiri, kau bukan lah perusak hubungan keluarga ku, Bolehkah kali ini aku egois ingin memiliki mu honey! Apa kau tak mau membesarkan putraku bersama-sama?" Lirih Uncle Iko.


"Hah,terimakasih telah memberikan ku arti bahagia selama beberapa bulan ini, aku mencintaimu! Sangat mencintaimu gadis kecilku! Aku akan pulang dengan keluarga ku sesuai keinginan mu! Semoga ini menjadi keputusan yang terbaik diantara kita berdua."


"Ini memang keputusan yang terbaik diantara kita Uncle! Selamat kau telah menemukan keluarga mu! Hiduplah bahagia bersama mereka. Jadilah Ayah yang bertanggung jawab Uncle."


"Lepaskan Uncle! Silahkan keluar!" Ucap Senja begitu dingin pada Uncle Iko.


Perlahan lengan kekar yang memeluk Senja mengendurkan dan Uncle Iko melangkah pergi meninggalkan Senja.


hikss....


hikss...


hikss...


Tubuh Senja luruh ke lantai kamar, tangis nya tertahan, ia mengigit bibirnya untuk meredam suara tangis yang begitu memilukan.


Percayalah Uncle! Kau adalah patah hati yang tak pernah ku sesali! Terimakasih telah mengenalkan ku arti cinta Uncle!


Jika hubungan mu dengan tante Monica sudah tak baik-baik, aku harap kau bisa memperbaiki nya, ada anak yang masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya Uncle! Lirih Senja bermonolog dalam hatinya.


Ia terus meyakinkan dirinya bahwa memang ini keputusan terbaik yang harus ia ambil.


🎶

__ADS_1


Happy Reading💜❤


__ADS_2