
"Mau pulang? Mari aku antar." Ucap Angga pada Senja
"Tidak! aku menunggu teman ku!" Ucap Senja galak.
"Ayolah." Ucap Angga mencekal tangan Senja untuk menariknya masuk kedalam mobil milik Angga.
"Tidak! Lepaskan!" Ucap Senja menghempaskan tangan nya namun nihil! Cengkraman di tangan itu, tak mengendur malah justru semakin erat.
"Aku tak menerima penolakan kalau kau tau itu!" Ucap Angga serius.
"Laki-laki gila! Lepaskan aku!" Ucap Senja emosi.
"Tidak!" Ucap Angga menatap tajam
Keduanya saling menatap dengan tatapan sengit mempertahankan keinginan dan kemauan masing-masing.
"Lepaskan tangan mu darinya anak kecil!" Ucap seseorang.
"Uncle!" Ucap Senja menatap Uncle Iko yang baru saja datang.
Seketika genggaman tangan Angga terhadap Senja terlepas, Angga menoleh ke arah laki-laki yang saat ini menatap keduanya dengan pandangan tak bisa di deskripsi kan.
Senja melangkah ke arah Uncle Iko menggandeng lengan tangan Uncle Iko.
"Siapa dia Senja!" Ucap Angga bertanya menatap Senja yang saat ini menggandeng mesra lengan sang Uncle Iko.
"Pacarku! Itu kenapa aku tak mau dekat dengan mu." Ucap Senja melirik ke arah Uncle Iko.
Tatapan nya begitu memohon untuk mengiyakan pernyataan Senja.
Kumohon Uncle Bersandiwara lah, Selamatkan aku Uncle! Lirih Senja memohon.
"Iya! Aku pacarnya." Ucap Uncle Iko.
"Hahahaha... Senja kau bercanda? Kau membohongiku!" Ucap Angga sinis.
__ADS_1
"Tidak! Aku tidak membohongimu!" Ucap Senja menatap Angga serius.
"Lalu? Kenapa kau memanggilnya Uncle! Telinga ku tidak tuli! kau pertama kali melihat nya memanggil dengan sebutan Uncle!" Ucap Angga menjelaskan fakta ketidakpercayaan nya atas pengakuan Senja.
"Uncle? siapa yang memanggilnya Uncle, telinga mu tuli akan hal itu." Ucap Senja remeh.
"Jangan membohongi mu Senja." Ucap Angga sinis.
"Baiklah aku akan menunjukkan kepadamu kalau aku tak membohongi mu!" Ucap Senja menatap Angga sekilas lalu menatap ke arah Uncle Iko.
Cup!
Senja mendekatkan bibirnya ke arah bibir Uncle Iko, tak hanya mengecupnya. Namun Senja bermain lebih dalam, mengigit kecil bibir dan lidah Uncle Iko untuk menerobos masuk ke dalam nya.
Jantung Senja seakan bertalu, rasa aneh dalam dirinya begitu tak karuan. Hawa panas dingin menyelimuti, semua rasa melebur menjadi satu.
Cukup lama mereka seperti itu, Senja melepaskan ciuman itu!
"Apa kau masih tak percaya!" Ucap Senja sinis ke arah Angga.
Kenapa dengan jantung ku? Kenapa menggila seperti ini. Lirih Uncle Iko dalam hatinya memegang dada nya.
"Ayo sayang." Ucap Senja menarik paksa Uncle Iko untuk masuk kedalam mobil. Sesampainya didalam mobil, Ada rasa kecanggungan yang mendera dalam diri Keduanya.
Senja yang tak bergeming menatap lurus ke depan, melirik Uncle Iko saja, ia takut setengah mati.
"Uncle!" Ucap Senja memberanikan diri memanggil Uncle Iko.
"Senja." Ucap Uncle Iko bersama saat Senja memanggilnya.
"Kau duluan." Ucap keduanya bersamaan.
"Senja! Kau duluan." Ucap Uncle Iko tegas.
Glek!
__ADS_1
Senja kesusahan menelan air liurnya sendiri.
"Maaf atas yang tadi ya Uncle, Senja tak bermaksud seperti itu, Senja terdesak." Ucap Senja tergagap.
"Siapa dia!" Ucap Uncle Iko serius.
"Dia? Ah... "Ucap Senja bingung.
"Siapa dia Senja! Pacarmu!" Ucap Uncle Iko tegas.
"Bukan!" Jawab Senja dengan cepat.
"Ah aku tak sengaja mengenalnya Uncle! aku baru bertemu dengan nya 2 kali." Ucap Senja menjelaskan.
"Jauhi dia! tampaknya dia ada maksud tertentu padamu!" Ucap Uncle Iko.
"Ah baik Uncle." Ucap Senja.
Mobil keduanya pun sudah sampai di rumah milik orang tua Senja.
"Ayah dan Bunda belum pulang Uncle!" Ucap Senja berjalan masuk kedalam rumah.
"Mereka menambah 3 hari untuk tinggal di sana lebih lama." Ucap Uncle Iko.
"Kenapa ayah tak mengabari ku?" Ucap Senja.
"Mungkin dia sibuk jadi mereka tak sempat mengabari mu senja! Istirahat lah! Jangan lupa membersihkan dirimu dahulu." Ucap Uncle Iko memberikan nasihat pada Senja.
"Ya Uncle Iko! Selamat malam. Selamat istirahat." Ucap Senja berlalu masuk kedalam rumah.
🎶🎶🎶🎶
Happy Reading guys.
Jangan lupa like dan komen ya
__ADS_1
yang udah Vote terimakasih kasih.