
Pengen curhat dulu nih sebelum lanjut wkwkwkwk...
Gini ceritanya, Novel Author ini di kontrak tangan 27 November akhir bulan, terus awal Desember gak naik level, hem padahal viewers naik dan cenderung stabil.
Ya udah gak papa, mungkin bulan ini bisa naik level.
Tapi nyatanya engga😭 Pen nangis sumpah rasanya, kayak kita sebagai penulis receh sudah memperjuangkan yang terbaik tapi timbal baliknya ke Author ga ada😭 Eh ada, tapi terkesan gimana gitu,
Gimana? Disini ada pembaca yang punya novel Kontrak tapi levelnya gak naik-naik ga? Kalau ada share pengalaman dong❤
Semangat berjuang penulis receh seperti author! Yok kuat kuat ya😅🤗
🎶
...HAPPY READING...
"Jangan Marah." Lirih Papa Iko mendekap istrinya dengan sangat erat saat keduanya sudah berada di dalam kamar.
"Lepaskan! Di bawah masih ada mamanya Gara! Kau seharusnya menemui nya bukan? Kenapa kau disini!" Ucap Senja dengan begitu dingin.
"Honey!!! Dia yang tiba-tiba memelukku! Saat aku ingin melepaskan nya kau tiba-tiba datang!"
"Jadi jika aku tak datang! Kau ingin terus memeluknya!"
"Bukan seperti itu! Aku tetap akan melepaskan nya, hanya kau wanita yang boleh memelukku!"
"Benarkah? Tapi Aku sudah melihat semuanya!"
"Tapi itu tak seperti yang kau pikirkan! Kau marah padaku!" Lirihnya karena suara mommy Senja masih tampak dingin ia terus meronta, seakan enggan untuk di peluk suaminya.
"Tidak!".
"Ayolah dari nada bicara mu yang dingin menandakan kau marah padaku!"
"Hem, "
Tok
Tok
Tok
"Lepaskan aku ingin membuka pintu!" Ucap Senja dingin karena pintu itu terus di ketuk seolah yang diluar ingin segera di bukakan pintu.
"Jangan marah! Percayalah aku hanya mencintaimu! Kau satu-satunya tak ada yang lain!" Lirih Papa Iko.
"Yayaya."
Clek!
"Gara? Ada apa?" Ucap Senja kala Gara berada di depan kamarnya.
"Apa Gara boleh bicara berdua dengan Mommy?"
"Hey Mana bisa! Dia istriku! Dan aku ingin dia berada di sampingku saat ini!"
__ADS_1
"Papa! Aku hanya sebentar! Ayolah jangan pelit seperti itu! Mommy Senja juga ibuku!"
"Tapi dia istriku!"
"Sudah Gara! Ayo kau ingin bicara dimana?"
"Taman Mommy!"
"Baiklah ayo kita ke sana!"
"Papa Ikut!"
"No Papa! Gara hanya ingin bicara berdua dengan Mommy!" Ucap Gara memperingati.
"Cih! Tapi dia istriku!"
"Papa Diam! Dan tetap di sini!" Ucap Senja dengan nada galaknya.
"Baiklah honey!" Ucap Papa Iko menurut bak anak ayam yang di marahi oleh induknya.
"Wle!" Juluran lidah di layangkan Gara melihat ekspresi sang Papa yang tampak patuh tak membantah jika Mommy Senja sudah mengeluarkan taring peringatan nya.
🎶
"Mommy!"
"Ya Gara, ada apa? Apa yang ingin kau bicarakan?"
"Terkait masalah tadi! Mamaku lah yang salah dia yang tak tau sopan santun langsung memeluk Papa!"
"Sudahlah, jangan membahas itu!"
"Mommy tak bertengkar dengan Papamu Gara! Mommy percaya pada Papamu!" Ucap Senja dengan lembut.
"Syukurlah itu yang aku harapkan Mommy! Percayalah, Papa hanya mencintai mommy! Dan makasih mommy telah memberikan kasih sayang pada Gara!" Ucap Gara dengan begitu lirih.
"Hey jangan menangis! Kau adalah putra Mommy, jadi sudah sewajarnya Mommy menyayangi mu!" Ucap Senja langsung mendekap Gara sang putra dalam pelukan nya.
Sepasang kedua bola mata menatap haru akan interaksi yang terjalin di antara ibu dan anak sambung itu.
Aku tak salah memilihmu Senja, kau memang wanita yang baik! Aku mencintaimu! Bahkan sangat mencintaimu! Dan kau adalah putra Papa yang terbaik sayang! Gumam Papa Iko menatap kedua manusia yang sangat di sayangi nya dan amat berharga untuk hidupnya.
🎶
"Honey!" Lirih Papa Iko terus mendekap dan meraba semua anggota tubuh milik Senja saat keduanya tengah berbaring di kasur king size itu.
"Berhentilah! Itu sangat menggelikan sayang!" Tepis Senja kala tangan Papa Iko bergerak ke sana kemari dalam balutan baju tidur miliknya.
"Jangan marah padaku!"
"Ya! Aku tak marah padamu!" Dibalikkan nya tubuh Senja agar menghadap ke arah dirinya, perlahan bibir Papa Iko terus mendekat ke arah bibir milik Senja.
"Memaafkan mu! Tapi tak ada jatah malam ini untukmu!" Ucap Senja menahan laju bibir suaminya dengan jari telunjuk miliknya.
"Ah apa! Ini tak adil! Honey! Tapi lihatlah! Dia bahkan sudah berdiri dengan conggak nya!"
__ADS_1
"Ya sudah kau tidurkan saja, itu kan adik kecilmu!"
"Honey! Itu tak mungkin! Apa kau menyuruhku mandi air dingin malam-malam seperti ini!"
"Ya! Kurasa itu lebih baik jadi terimalah hukuman mu!"
"Honey! Kau jahat padaku!" Lirih Papa Iko memelas wajahnya.
"Hanya sekali tak apa! karena kau hari ini sudah memeluk wanita lain di depan ku!"
"Astaga honey! Aku tak suka bahkan aku sangat jijik di peluknya! Hanya kau wanita yang aku cintai!"
"Menggombal buktinya kau sangat menikmati nya tadi!"
"No honey! Itu tak benar! Ah ayolah!"
"Sudah! Jangan membantah Terima hukuman mu!" Ucap Senja dingin, Papa Iko langsung membalikan badan dan beringsut kedalam selimut, itu lebih baik daripada ia harus mandi air dingin malam-malam bukan? Ah itu tak baik untuk kesehatan nya, ia ingin hidup lebih lama dan menua bersama dengan istri kecilnya.
Cih, masih seperti anak kecil! Gumam Senja menatap sang suami, kakinya melangkah turun mengambil lingerie hitam pekat dan memakainya, tampak kulit putih bersih milik Senja sangat kontras dengan lingerie itu dan itu menambah keseksian yang ada di tubuh Senja.
Sedikit memoles wajahnya dengan beberapa make up tipis, sedikit parfum dan sempurna Gumam Senja.
"Uncle!" Ucap Senja mengubah panggilan nya kepada sang suami yang masih beringsut di balik selimut itu.
"Kau yakin ingin tidur seperti itu sayang! Kau tak ingin melihatku?" Tawar Senja.
"Tidak! Aku akan tidur seperti ini! Melihat mu sama saja aku menyiksaku!" Ucap Papa Iko dengan nada cueknya.
"Kau yakin? Ini penawaran terakhir dariku!"
"Ya!"
"Ku harap kau tak akan menyesal sayang!"
Samar terdengar Senja tak lagi naik ketas kasur, Meski masih tertutup selimut, tangan nya perlahan meraba di sekitar tempat yang biasa di gunakan sang istri untuk tidur disampingnya, kosong tak ada siapapun.
Papa Iko langsung terduduk dan menoleh kearah kamar mandi dan meja rias sang istri, tak ada!
"Kau mencari ku!" Ucap Senja yang duduk di sofa yang ada di dalam kamar dengan meminum segelas air putih , kebetulan letak sofa itu berlawanan arah dengan letak kamar mandi dan meja rias sang istri.
Glek!
Ludah kasar di telan mentah oleh Papa Iko, kala melihat tampilan istrinya! Sangat seksi, bahkan lekuk bentuk tubuh istrinya begitu terlihat dan terpampang nyata!
Kaki Senja perlahan melangkah ke arah Papa Iko, dengan begitu seksi dan sensual! Kedua bola mata Papa Iko tak lepas melihat setiap langkah gerak gerik maupun lekuk tubuh istrinya!
"Tidurlah sayang!" Ucap Senja meraba dada suaminya dengan gerakan abstrak sangat sensual dan lebih parah nya lagi ia dengan sengaja menyenggol adik kecil milik Papa Iko.
"Glek! Kau menggodaku dengan pakaian seperti ini!" Ucap Papa Iko menatap tajam ke arah istrinya.
"Menggoda? Pakaian! Ya sudah kalau tak suka aku akan mengganti nya!" Ucap Senja berbisik dengan meniup telinga suaminya itu.
"Kau yang memulainya honey!" Tarik Uncle Iko dan Senja langsung terduduk di atas pangkuan nya,
"Bukan kah kah ingin tidur! Tidak ada jawaban yang di ucapkan oleh Papa Iko atas pertanyaan yang di layangkan oleh Senja, ia sudah sibuk dengan aktifitas di daerah favorit milik istrinya, bibirnya tampak membungkam dan menyatukan dengan milik sang istri, dan terjadilah yang seharusnya terjadi.
__ADS_1
Sekian dan terimakasih, dipersilahkan untuk berimajinasi! Buat yang jomblo dan belum menikah! Jangan membayangkan ya❤ Selain dosa juga bahaya😂
...🤪🤪🤪🤪🤪...