
Malam hatinya pun tiba, Senja sudah cantik dengan gaun pesta yang akan ia kenakan pada malam itu.
Senja sedikit memoles wajah nya dengan make up dengan bibir sedikit berwarna merah.
Menambahkan aksen topi hitam di rambutnya yang dibiarkan tergerai.
Anting kecil dengan warna sedikit menyala.
Senja menatap dirinya dalam pantulan cermin, "Sempurna." Ucap senja pada dirinya sendiri.
"Uncle Ayo?" Ucap Senja yang keluar dari kamarnya, memanggil Uncle Iko.
"Sebentar Senja kau tunggu di ruang tamu terlebih dahulu." Ucap Uncle Iko.
"ayo Senja." Ucap Uncle Iko yang baru saja tiba di depan senja.
"Muka Uncle Iko kenapa?" Ucap Senja khawatir.
"Ah tak apa." Ucap Uncle Iko berusaha tersenyum.
Krues
Krues
"Ah Senja sebentar Uncle ke kamar mandi perut Uncle sakit." Ucap Uncle Iko berlari ke kamar mandi.
10 menit kemudian.
"Uncle di rumah saja. Sudah 10 menit Uncle bolak balik ke kamar mandi selama 5 kali." Ucap Senja.
"Tapi... " Ucap Uncle Iko lemas.
"Sudah! Senja akan berangkat dengan Nina tak apa." Ucap Senja berlalu pergi.
Maafkan Senja Uncle! Lirih Senja.
...🌺🌺🌺...
Suasana pesta begitu berkah, Senja jalan dengan begitu anggun nya dan di samping nya juga berdiri Nina.
"Gila, keren banget!" Ucap Nina menatap semua siswa yang ada, mereka tampil dengan pakaian terbaik nya.
"Ah biasa aja ayo kedalam." Ucap Senja.
Kedua nya pun duduk di kursi yang sudah di sediakan, dengan MC yang sudah membacakan susunan acara yang akan di selenggarakan.
Berbagai Bandung dari sekolah maupun luar ikut tampil.
"Ada yang ingin menyumbangkan suaranya?" Ucap band yang ada di atas panggung itu.
"Senja.... " Ucap Nina berteriak dari ia duduk.
Bugh
Bugh
"Astaga mulut mu itu Nina." Ucap Senja mendengus dengan kesal.
"Untuk yang namanya Senja di tunggu di atas panggung." Ucap Band tersebut dan serentak semua anak-anak memanggil nama Senja untuk maju ke depan.
Senja
Senja
Senja
__ADS_1
"Awas lu ya Nina!" Ucap Senja menatap Nina dengan nyalang.
"Udah maju aja sih." Ucap Nina acuh dengan ancaman Senja.
Rasakan! suruh siapa kau meninggal kan ku ini pembalasan nya Senja. Tawa cekikikan keluar dari bibir milik Nina.
Senja melangkahkan kaki nya untuk ke depan panggung.
"Oh ini yang namanya Senja. Cantik ya." Ucap Vocalis Band menggoda.
Senja hanya tersenyum menanggapi ucapan Vokalis itu,
"Senja ingin menyumbang lagu judul apa?" Ucap Vokalis memberikan waktu untuk Senja berbicara.
"Selamat malam semua, disini saya akan menyumbangkan sebuah lagu untuk kalian semua, semoga terhibur." Ucap Senja dengan sedikit gugup dan kaku.
"Rileks Senja, Sudah siap semuanya?" Tanya Vokalis Band tersebut.
Dan semua serentak menjawab SIAP!
"Oke, Baiklah Senja akan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul "Cinta Luar Biasa"
Untukmu Uncle Iko, entah sejak kapan. Aku mengagumi bahkan aku mungkin mencintaimu.
Waktu pertama kali
Ku lihat dirimu hadir
Rasa hati ini inginkan dirimu
Hati tenang mendengar
Suara indah menyapa
Gelora nya hati ini tak kusangka
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
Tapi cintaku padamu luar biasa
Aku tak punya bunga
Aku tak punya harta
Yang ku punya hanyalah hati yang setia
Tulus padamu
Hari-hari berganti
Kini cinta pun hadir
Melihat mu, memandang mu bagai bidadari
Lentik indah matamu
Manis senyum bibirmu
Hitam panjang rambutmu anggun terikat
Rasa ini tak tertahan
Hati ini selalu untukmu
Terimalah lagu ini
__ADS_1
Tapi cintaku padamu luar biasa
Tiap bait penuh penjiwaan di nyanyikan oleh Senja dengan sangat sempurna.
Hingga baik terakhir.
Riuh tepuk tangan para penonton mengakhiri nyanyian Senja kalo itu.
"Menghayati banget itu lagunya, buat Uncle Iko ya." Goda Nina saat Senja sudah duduk kembali di kursi di samping Nina.
"Hem." Ucap Senja hanya berdehem.
...🌺🌺🌺...
Brugh
Hap
Tangan Senja di tarik dan jatuh dalam pelukan seseorang, siapa lagi kalau bukan Angga.
"Ngapain lo." Ucap Senja sinis pada Angga.
"Berdansa dengan mu dan kau harus mau." Ucap Angga dengan tersenyum.
"Tidak!" Jawab Senja dengan tegas.
"Berdansa atau di cium?" Ucap Angga mengancam.
"Kau!" Ucap Senja mengintimidasi kesal.
"Sudahlah kau harus berdansa dengan ku, kau tak punya pilihan dengan mempermalukan diri mu aku cium bukan?" Ucap Angga tersenyum penuh kemenangan.
Dengan sangat keterpaksaan Senja dan Angga berdansa mengikuti iringan musik yang ada, sangat intim untuk dansa kali ini.
Tangan Senja yang berada di leher Angga, bukan kemauan Senja tapi perintah langsung dari sang paduka Angga.
Sedangkan Angga menaruh tangan nya di kedua pinggang rampung Senja menariknya dengan begitu dekat.
Hingga Aroma maskulin Angga dan Bunga lily dari tubuh Senja saling tercium satu sama lain.
"Bau mu sunggu harum, kau tampil sangat cantik. Bahkan kau bermain cukup indah." Lirih Angga dengan nada menggoda.
"Diam atau ku injak kakimu." Ucap Senja galak.
"Tak apa jika kau menginjak kakiku. Aku akan Pura-pura kesakitan menuntutmu telah menyakitiku dan kau harus di hukum untuk merawat ku dan kita berdua akan sering bertemu. Kau mau itu?" Tawar Angga.
"Kau sungguh menyebalkan." Ucap Senja.
"Dan kau sungguh menawan." Ucap Angga.
"Kau penggoda." Ucap Senja sinis.
"Hanya dirimu yang membuatku tergoda." Ucap Angga.
Sungguh Senja ingin menghantam mulut Angga, ingin memaki! ingin arghhhhh.
Umpat Senja dalam hatinya.
"Jangan mengumpati diriku sayang. kau akan jauh lebih merindukan ku." Ucap Angga tersenyum penuh kemenangan.
"Kau terlalu percaya diri." Ucap Senja lagi.
🎶🎶🎶🎶
Happy Reading ya guys.
Jangan lupa like dan komen.
Untuk yang udah Vote terimakasih ❤❤❤
__ADS_1