Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 64


__ADS_3

Maaf kalau agaknya mengecewakan sekarang author gak bisa UP setiap hari karena emang kondisi di musim penghujan yang gak menentu kayak gini😩


Dan banyaknya tugas di ujung akhir tahun kejar semester terakhir, kejar skripsi, kejar dosen pembimbing.


Jadi badan bener gak bisa di buat update setiap hari😩


Mungkin setelah tahun baru bisa update rutin.


sabar untuk 8 hari ke depan dengan kondisi tidak rutin update ya.


kalau mau nungguin aku berterimakasih banyak dan aku hanya bisa mendoakan semoga kalian sehat selalu. Boleh kok baca cerita yang lain dulu. 💙


Happy Reading.


🎶


"Kau yakin Uncle?" Ucap Senja.


"Honey! Sebentar lagi kau akan menjadi istriku! Ayolah aku bukan Uncle mu." Ucap Uncle Iko dengan nada cemberut nya.


Kini keduanya telah sampai didepan rumah Uncle Iko yang terletak di jakarta, Uncle Iko sengaja membeli nya agar bisa berdekatan dengan Senja, untuk urusan masalah di kalimantan Doni yang bekerja keras bolak balik untuk mengurus segalanya.


Bahkan Uncle Iko menugaskan dia untuk menghandle pekerjaan di Kalimantan dan hanya seminggu sekali ia akan ke Jakarta untuk melaporkan perkembangan nya pada Uncle Iko.


"Utuk... utuk... Lalu? Kau mau aku panggil apa Uncle? Baby?" Ucap Senja dengan menggoda tangan nya di lingkar kan kebelakang leher Uncle Iko.


"Ah nampaknya itu lebih baik. Aku suka! Baby!" Ucap Uncle Iko dengan mata berbinar.


"Uncle! Kau bahkan sudah berumur 39 tahun! kenapa kau seperti Abg yang baru berpacaran?" Ledek Senja.


"Hanya padamu aku seperti ini! Kau membuat kewarasan ku di ambang kekhawatiran Honey!" Ucap Uncle Iko menarik pinggang Senja untuk segera mendekat dan menempel pada dada bidangnya.


"Perayu yang hebat!" Dengus Senja.


Perlahan kedua bola mata keduanya terkunci, ah kenapa senja begitu menggemaskan. sangat menggemaskan. Bibir uncle Iko kian mendekat, jiwanya tergoda untuk mengecup bibir merah Cerry milih Senja.


"Papa... Kau menodai mataku!" Ucap Gara yang baru saja tiba dan menghentakkan kakinya masuk kedalam rumah.


Kedua sejoli tersebut yang hampir berciuman langsung melepaskan diri, dengan gerakan sama menggaruk belakang tengkuk lehernya. Oh sangat malu bahkan memalukan hingga kedua orang dewasa itu harus kepalang basah ketahuan hampir berciuman di depan si kecil Gara yang beranjak remaja.

__ADS_1


"Kau ini... " Ucap Senja melotot sebal, ia pun melangkah masuk kedalam rumah menyusul Gara yang sudah menjauh masuk kedalam.


"Honey!" Panggil Uncle Iko melangkah masuk mengikuti Senja, panggilan nya begitu lembut seolah berbicara, jangan memarahi ku! Salahkan dirimu yang selalu dan setiap saat menggodaku. Monolog nya.


"Bagaimana ini Uncle!" Ucap Senja saat keduanya sudah duduk di kursi tamu, perasaannya begitu tak enak. Ayolah apa yang harus Senja katakan? Dan apakah Gara setuju dengan hubungan yang terjalin di antara Senja dan papanya. apalagi dengan insiden tadi, Senja tak ingin Gara berfikir bahwa dirinya adalah wanita penggoda yang hanya mengincar harta papanya saja.


"Tenanglah! Gara pasti bangga memiliki ibu sambung yang cantik seperti mu." Ucap Uncle dengan tersenyum.


Tap


Tap


Tap


Derap langkah kali mendekati keduanya, Gara perlahan turun setelah dirinya berganti pakaian rumahan.


Glek!


"Tante! Tumben tante Senja kemari ada apa?" Tanya Gara yang mendudukkan dirinya di kursi berhadapan dengan Senja.


"Ah itu... tantee... " Ucap Senja tergugup.


"Ha? Tante kenapa?" Tanya Gara yang tak mengerti perkataan Senja.


Terkutuk lah Uncle Iko kenapa kau tak mengerti perasaan Gara putramu apa kau tak takut jika dia menolak ku? Kenapa kau bisa selancar itu mengucapkan kata yang sangat sulit aku katakan di hadapan nya.


Nampaknya kau harus bersabar Senja, kedua anak dan Papa nya itu tengah mengerjai mu di tengah situasi gugup yang kau rasakan saat ini.


Bugh


"Kenapa kau mencubit ku honey!" Ucap Uncle Iko dengan nada kesakitan! Ayolah Uncle kenapa kau seperti ini. Memanggilku Honey di depan putramu! Oh shit!!!! Aku bahkan belum mendapat restu dari putramu! Lihatlah reaksi wajah putramu yang datar tak menunjukkan ekspresi penolakan atau dia merestui kita.


"Jadi tante dan papa ingin menikah?" Ucap Gara menatap Senja dengan penuh selidik.


"ah ya Gara, dan tante datang kesini meminta restu darimu, walau bagaimana pun setelah menikah nanti kau akan menjadi putra tante bukan?" Ucap Senja dengan nada lembut, hatinya sangat khawatir jika reaksi yang di timbulkan oleh Gara tak sesuai dengan keinginan nya.


"Tante yakin? Mau menikah dengan papaku?" Ucap Gara lagi.


"Ya, apa gara merestui kami?"

__ADS_1


"Tante! Apa yang kau lihat dari papa ku?"


"Aku mencintai papa mu tanpa alasan, aku hanya ingin bersamanya."


"Kau yakin?"


"Ya." Ucap Senja dengan penuh semangat.


"Tante kau tidak bercanda bukan? Papa ku sudah terlalu dewasa untuk tante! apa tante tidak tertarik dengan ku saja?"Goda Gara.


"Gara..... "


"Hahahahahaha... " Tawa mengglegar mengalun dari mulut Gara atas reaksi wajah masam yang Papa nya tunjukkan sedangkan untuk Senja? Ia masih terkejut dengan apa yang ia dengar barusan!


"Aduh... aduh... Jangan menatap ku seperti itu pa! Ayolah aku hanya bercanda? Bukan begitu tante Senja?" Tanya Gara menaikkan sudut alisnya menatap Senja.


"Ah?"


"Tante! lihatlah papaku mudah marah, dan itu akan membuatnya cepat tua bukan? apa kau tak ingin merubah keputusan mu dengan menikah dengan ku saja? Hanya beberapa tahun lagi bukan tante!" Ucap Gara dengan menggoda.


"Tak ada uang jajan selama seminggu untukmu bocah nakal." Celetuk Uncle Iko dengan menyilangkan kedua tangan nya di depan dada menatap horor sang putra.


"Sudahlah! Putramu hanya bercanda baby." Bisik Senja dengan lembut menenangkan bara api cemburu dalam diri kekasihnya.


"Aku merestui tante menjadi Mamaku, karena hanya tante lah kebahagian Papaku! Dan aku selalu ingin melihatnya tersenyum." Ucap Gara tersenyum.


"Benarkah?" Ucap Senja memastikan lagi.


"Ya, aku merestui mu Mommy." Ucap Gara tersenyum dan hendak memeluk Senja.


"its! Jaga jarak aman! Ini milik papa! tak boleh di sentuh!" Ucap Uncle Iko langsung pasang badan di depan Senja.


"Kau pelit sekali! Aku hanya ingin memeluk Mommy."


"Mommy?" Celetuk Senja.


"Ya! aku akan memanggil mu Mommy tante, kan aku sudah memiliki Mama."


"Ah ya tak apa, tan.... Mommy suka itu Gara."

__ADS_1


🎶


Happy Reading💙


__ADS_2