Uncle, Love Me Please!!!

Uncle, Love Me Please!!!
BAB 22


__ADS_3

"Uncle." Ucap Senja.


"Tidak Senja! Uncle tidak mengizinkan mu." Ucap Uncle Iko.


"Ayolah Uncle." Ucap Senja terus memohon.


"Uncle!" Ucap Senja lagi.


"Uncle... " Entah untuk ke berapa kali Senja terus mengucap kalimat tersebut dan membuntuti kemana pun Uncle Iko melangkah saat itu.


Sangat menjengkelkan bukan? Ingin rasanya membungkam mulut Senja!


Sore itu harusnya menjadi hari yang menyenangkan untuk Uncle Iko, dirinya bisa mengistirahatkan badan nya dari rasa lelah akibat rutinitas yang selalu menuntut nya untuk bekerja keras.


Angin Sejuk, Sofa panjang, menonton Sungguh nyaman, bahkan sangat nyaman? Apalagi di temani teh hangat dan beberapa cemilan. Sungguh kenikmatan yang tiada tara.


Namun tidak untuk Uncle Iko, hari ini kepalanya di buat pening, pusing dengan ocehan Senja. Jangan lupakan Senja selalu membuntuti dirinya kemana pun ia pergi. Untungnya masih di area sekitar rumah.


"Kenapa kau ingin ikut hem?" Ucap Uncle Iko.


"Keren aja gitu Uncle, yah boleh in Senja ikut ya." Ucap Senja dengan tatapan memohon.


"Jangan meminta izin pada Uncle, minta izin lah pada Ayah dan Bunda." Ucap Uncle Iko.


"Uncle, kau tau bukan? bahwa Ayah dan bunda tak akan mengizinkan aku untuk ikut acara tersebut." Ucap Senja.


"Uncle juga tak mengizinkan mu." Ucap Uncle Iko cepat.


Sudah satu jam lebih Senja terus mengerenggek kepada Uncle Iko untuk di izinkan mengikuti Konvoi kelulusan yang sering anak-anak SMU lakukan setelah mendapat berita tentang kelulusan mereka.


Hanya keseruan remaja dan itu merupakan sebuah budaya remaja di Indonesia bukan? Untuk merayakan hari dimana semua anak-anak tak memakai seragam sialan dengan tuntutan belajar.


Berkendara secara beriringan, mencoret-coret baju dengan pilok, hanya sederhana tapi kesenangan tersebut terkadang mengganggu pengendara lain dan menimbulkan kebisingan yang luar biasa.


Namun bagaimana lagi? Konvoi kelulusan tersebut seakan sudah tradisi yang mendarah daging meskipun lebih cenderung memiliki dampak negatif nya.

__ADS_1


"Ayolah, Uncle pasti pernah muda dan melakukan itu bukan?" Tanya Senja dengan menaik turunkan alisnya.


"Tidak!" Ucap Uncle Iko cepat.


"Itu tidak mungkin Uncle! Semua siswa yang menerima kelulusan pasti akan merayakan itu." Ucap Senja mengelak.


"Senja! acara tersebut tidak ada manfaatnya, lebih baik kita sumbangkan baju itu kepada seseorang yang lebih membutuhkan jika masih layak pakai." Ucap Uncle Iko.


"Yah, Uncle masa ngasih orang baju bekas si?" Ucap Senja ragu.


"Senja, memberi tak harus bernilai mahal, makna memberi adalah keikhlasan, jika baju itu masih layak untuk dipakai lagi, kita bisa menyumbangkan nya." Ucap Uncle Iko menasehati.


"Oke lah lupakan soal menyumbang baju Uncle, Ayolah Uncle. Izinkan Senja untuk ikut konvoi?" Ucap Senja dengan mode


memelas untuk yang kesekian kalinya.


Beberapa kali Uncle Iko merasa jenggah dengan ocehan yang di lakukan senja, sesekali ia menarik nafas panjangnya untuk mengontrol segala perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya, termasuk perasaan jengkel yang ingin kali mengkunci mulut Senja dengan plester.


Brugh


Karena terus mengikuti Uncle Iko, Senja tak sengaja menubruk tubuh Uncle Iko, membuatnya hampir jatuh untung saja Uncle Iko dengan suka menangkap.


Tangan Senja menyikut perut Uncle Iko hingga terasa dia meringis kesakitan dan sekarang posisinya Senja ada di bawah kungkungan Uncle Iko.


Rencana di mulai Uncle! jangan katakan namaku Senja jika meminta izin mu saja tidak bisa aku lakukan! Lirih nya dalam hati dengan senyum penuh kemenangan.


Glek!


Uncle Iko menelan air liur nya dengan kasar, saat jarak keduanya saat dekat dan intim. Kedua tangan Senja di pergunakan untuk menahan posisi Uncle Iko agar tetap seperti itu.


"Lepaskan Uncle senja, Apa mau mu Senja?" Ucap Uncle Iko.


"Shutt! Uncle! kau dengar? Didepan mobil Ayah dan Bunda sudah sampai dan sebentar lagi Ayah dan bunda akan masuk kedalam rumah." Ucap Senja dengan serius.


"Jika Uncle tak mengizinkan aku untuk ikut konvoi, entah apa yang di pikirkan oleh Ayah dan Bunda melihat posisi Uncle saat ini."

__ADS_1


"Yah, Uncle bisa memprediksi nya bukan? Ayah dan Bunda akan shock dan aku katakan Uncle menggoda ku dan sudah merenggut kesucian ku. Dan kita menikah deh." Ucap Senja dengan senyum evil nya.


"Lepaskan Senja! Kenapa kau licik sekali! Astaga." Ucap Uncle Iko. Namun Senja masih gigih mengunci pergerakan Uncle Iko.


"Mengizinkan atau menikah!" Ucap Senja.


"Mengizinkan." Ucap Uncle Iko yang sangat terpaksa dan terdesak.


Menikah dengan Senja? Itu tidak akan mungkin di lakukan sekarang, ah Senja! Kau menjebak Uncle! Kau keponakan durhaka Senja! Umpatan Uncle Iko dalam hatinya untuk Senja.


Senja seketika itu langsung melepaskan tautan kedua tangan nya di belakang tubuh Uncle Iko.


Tanpa berlama-lama lagi, Uncle Iko segera berdiri di ikuti dengan Senja yang juga ikut berdiri di belakang nya.


"Pilihan yang tepat dan di waktu yang tepat Uncle Iko." Lirih Senja berbisik di telinga Uncle Iko.


Astaga! kau ternyata cukup merepotkan bahkan sangat menjengkelkan Senja. Umpatan Uncle Iko dalam hatinya tanpa melirik Senja.


Disaat yang bersamaan juga Ayah dan Bunda masuk kedalam rumah.


🎢🎢🎢


Happy Reading ya guys.


Jangan lupa like dan komen.


Dan untuk yang udah Vote Author bilang makasih banyak ya.


Sayang kalian pokoknya.πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Gimana? Dulu kalian waktu lulus sekolah menengah akhir ikut konvoi juga ga? πŸ˜‚


Bonus Visual Uncle Iko yang sengit memandang Senja.


__ADS_1


Uncle Iko saat tersenyum tipis di paksakan nih.



__ADS_2