
...SIAPIN TISU!!!!!!!! ...
"Bunda, Ayah Senja ingin bicara sesuatu." Ucap Senja memantapkan hatinya untuk mengutarakan keputusan yang ia ambil.
Kini Keempat orang tersebut tengah berkumpul di ruang tamu yang ada di sana, dengan Uncle Iko yang seakan bungkam oleh berbagai kata.
Nurani nya menolak keinginan Senja, ia ingin egois memiliki Senja, namun ada anak yang harus ia pikirkan psikis dan masa depan nya apabila kedua orang tuanya berpisah.
Perceraian yang terjadi di kalangan keluarga, Hanya anak yang akan selalu menjadi korban atas keegoisan masing-masing manusia dewasa yang dulunya saling mencintai dan sekarang menjadi dua orang asing yang ingin menghindari bahkan membenci, Ujarnya sudah tak cinta? lalu? Hingga seorang anak terlahir di dunia? Apa itu bukan merupakan sebuah hasil dari cinta? Semua terasa memusingkan bukan? Atau memang menjadi dewasa itu rumit? Entahlah.
"Apa yang ingin kau katakan nak?" Ucap Bunda Nur dengan tersenyum.
"Senja dengan Uncle Iko sepakat akan membatalkan acara pernikahan kita!" Ucap Senja yakin.
"Apa?" Ucap Bunda Nur dan Ayah Fandy secara bersama.
Sungguh! aku tak pernah menerima kesepakatan ini! Aku terlalu mencintai putrimu! Aku akan menuruti semua keinginan nya. Monolog Uncle Iko, matanya harus kuat menahan sesak yang ada di dada jangan ada air mata yang tumpah detik itu, meski ia ingin menangis.
"Hah, Uncle Iko sudah ingat semua tentang dirinya Bunda, Ayah." Ucap Senja.
"Syukur kalau Iko sudah ingat semuanya? Lalu apa masalahnya? Kenapa kalian membatalkan pernikahan ini." Ucap Bunda Nur protes.
"Iya Bunda, Senja juga bersyukur atas hal itu. Tapi Uncle Iko juga memiliki keluarga dan seorang anak." Ucap Senja begitu lirih.
"Apa itu benar Iko!" Ucap Ayah Fandy galak.
"Iko! Aku bicara padamu! Jawab! Jangan menunduk terus!" Ucap Ayah Fandy dengan tegas.
"Semua yang di katakan Senja benar kak." Ucap Uncle Iko begitu lirih, matanya menatap kakak sekaligus orang yang akan menjadi mertuanya nanti, Ah tapi itu hanya tinggal angan-angan.
"Brugh" Bogem mentah di layangkan Ayah Fandy ke arah Iko.
__ADS_1
"Ayah Sudah!" Ucap Senja.
"Aku menyesal merestui hubungan mu dengan putriku! Aku menyesal tak menyelidiki mu dahulu? Aku menyesal percaya padamu!" Ucap Ayah Fandy, emosi nya memuncak tak terima kala putri kesayangan nya harus di sakiti pemuda seperti dirinya.
"Ayah Sudah!" Ucap Bunda Nur menenangkan suaminya.
"Ayah! Ini bukan salah ayah! Bukan salah Uncle Iko! Semua sudah takdir! Senja sudah mengikhlaskan Uncle Iko pergi." Ucap Senja memaksakan tersenyum.
"Maafkan Ayah dan Bunda Senja." Ucap Ayah dengan begitu lirih.
"Ayah tak perlu meminta maaf! Senja tak apa." Ucap Senja dengan tegas.
"Tante Monica! Kemarilah." Ucap Senja saat melihat tamu yang ia undang sudah sampai di rumahnya.
"Monica?" Pekik Uncle Iko kaget.
"Uncle! Pulanglah pada keluarga mu! Dan maaf jika selama ini kami kurang baik menjaga mu, dan ada kata dari aku! Maupun kedua orang tuaku yang menyinggung mu!" Ucap Senja tersenyum menepuk pundak Uncle Iko.
"Uncle! Istri dan anak mu sudah menunggu! Tak ada hal yang mengharuskan mu tetap disini! Pulanglah Uncle!" Ucap Senja tersenyum.
"Jangan memanggilku Honey! Aku tak ingin tante Monica salah faham lagi dengan kita." Ucap Senja mengedipkan sebelah matanya.
Bibirnya berperang dengan menarik senyum! Sedangkan hatinya begitu tersayat! Sangat! dan sakit!
"Terimakasih Senja! Kau wanita baik! Kau pasti akan mendapatkan laki-laki yang lebih baik lagi." Ucap Monica tersenyum.
"Hahaha, Tentu tante, aku berharap kau dan Uncle Iko selalu hidup bahagia ya." Ucap Senja memeluk Monica.
"Tentu Senja. Kau gadis yang sangat baik." Ucap Monica.
🎶
__ADS_1
Dan semua nya telah berakhir! Tak ada pernikahan yang terjadi antara Uncle Iko dan Senja. Semua hanya tinggal kenangan dan angan-angan saja.
Uncle Iko, cinta pertamanya, sudah kembali kepada yang seharusnya! Keluarga kecilnya.
Selamat tinggal Uncle! Percayalah! Ada satu ruang yang akan tetap terisi namamu! Aku mencintai mu! Aku mengerti! Bahwa Cinta tak harus saling memiliki! Aku akan selalu mendoakan mu semoga kau bahagia. Monolog Senja menatap Uncle Iko yang sudah pergi dengan Monica, istrinya.
"Bunda dan Ayah kagum dengan mu sayang! Kau sudah melakukan yang terbaik." Ucap Bunda Nur menepuk pundak putri sulung nya.
"Ayah Bunda." Ucap Senja membalikkan tubuhnya, memeluk erat kedua orang tuanya, semua terasa sangat sakit Bunda! Ayah! jika kalian tahu.
"Menangis lah sayang, Bunda tau kau menahan nya sejak tadi! Kau putri terbaik yang pernah Bunda dan ayah miliki!" Ucap Bunda Nur begitu lirih.
"Maafkan Ayah!" Ucap Ayah Senja.
Tangis yang semenjak tadi tertahan, kini telah pecah tertumpah kan, tak ada lagi air mata yang harus ditahan.
Hari ini, adalah hari dimana Senja terpuruk dalam dasar yang terdalam akibat Cinta, Namun kehidupan harus tetap berlanjut dan berjalan. Tak ada kata selain mengikhlaskan yang harus di terima Senja dengan lapang dada.
🎶
Untuk yang udah komen dan setia nunggu kelanjutan nya makasih ya❤
Maaf gak bisa bales satu-satu🤗
Thanks buat kalian yang setia menunggu aku peluk jauh cium online sini😘 wkwkwkw...
Yang mau minta tips nulis dari author yang receh ini silahkan DM aja ya❤
Ntar Author bales wkwkwkwk. Nambah temen juga boleh🤗
__ADS_1